Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

AI Deepseek Seret Harga Minyak Dunia Hingga Merosot. Ini Akibatnya!

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 2 Februari 2025 | 23:30 WIB
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hadirnya platfrom kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, Deepseek turut memengaruhi harga jual minyak bumi di berbagai belahan dunia. Keberadaan platfrom AI alternatif tersebut membuka opsi bagi berbagai perusahaan. Termasuk di bidang perminyakan dan energi untuk menghemat energi listrik serta biaya operasional.

“Harga minyak anjlok karena beberapa faktor, ini yang terendah dua minggu belakangan. Salah satunya meningkatnya minat terhadap adopsi model AI Deepseek yang berbiaya murah,” jelas spesialis komunikasi digital bidang energi, Widodo Djatmiko dalam akun TikTok pribadinya.

Pandangan Djatmiko, para investor yang menanam investasi di berbagai perusahaan energi memiliki ekspektasi penggunaan AI dapat meningkatkan permintaan penggunaan energi sebagai sumber daya pusat data perusahaan energi tersebut.

“Namun menurut analis, model Deepseek justru dilaporkan lebih hemat energi dan dana,” paparnya.

Dikutip dari Reuters, analis dari perusahaan keuangan dan investasi Jefferies menyebutkan kebutuhan AI di Amerika Serikat sendiri dapat mencapai 75 persen pada periode 2030-2035.

“Deepseek dilaporkan lebih hemat dan energi, sehingga menyoroti prediksi penggunaan listrik yang signifikan di Amerika pada masa mendatang. Memang masih terlalu dini untuk memperkirakan pengaruh Deepseek dalam jangka panjang. Namun, temuan ini membongkar penyebab kenaikan harga saham perusahaan energi,” papar analis tersebut.

Di bursa harga minyak bumi Amerika sendiri, per Sabtu (1/2) harga minyak jenis Brent turun hingga USD (dolar Amerika) 75,67 per barel, sementara harga minyak WTI (West Texas Intermediate) merosot hingga USD 72,53 per barel. Harga minyak ini jauh merosot sejak Januari lalu.

Serupa dengan analis Jefferies, peneliti perusahaan Schneider Electric, Robbie Fraser juga berpandangan murahnya biaya operasional Deepseek menyadarkan pasar akan penggunaan energi listrik oleh perusahaan energi untuk menggerakkan model AI yang mereka pakai. Namun, dampaknya dalam jangka panjang masih perlu diteliti lebih lanjut.

“Deepseek menyediakan AI yang lebih hemat energi dan hemat biaya, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait penggunaan listrik untuk psuat data di masa depan. Namun pengaruh Deepseek secara lebih luas masih perlu diteliti lagi,” papar Fraser kepada MarketWatch.

Menurut Presiden Parkview Institute, John Tamny, murahnya biaya penggunaan Deepseek berdasar dari biaya untuk melatih model AI yang dapat digunakan. Model yang disediakan Deepseek diperkirakan memakan biaya hingga USD 5,6 juta. Sementara model buatan berbagai perusahaan Amerika dapat memakan biaya mulai dari USD 100 juta hingga USD 1 miliar.

“Deepseek sendiri juga mengklaim mereka dapat melatih model AI mereka dengan chip yang lebih murah dengan harga yang lebih murah,” papar John dalam kolomnya di Forbes.

Sementara itu, menurut peneliti dari perusahaan energi Rhodium Group, John Larsen, metode pelatihan AI tersebut juga menghemat energi listrik. “Nampaknya Deepseek berhasil membuktikan bahwa melatih AI tingkat tinggi dapat membutuhkan energi listrik jauh lebih sedikit dari perkiraan. Di saat bersamaan, Deepseek dapat mengurangi beban interferensi AI (proses oleh AI untuk membuat respon atau jawaban), sehingga dapat mendorong pengguna untuk lebih rajin memakai AI dan meningkatkan beban listrik,” paparnya kepada Oilprice.

Dalam jangka panjang, menurut analis ekonomi Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, adopsi Deepseek secara masal dapat mengubah berjalannya pasar dari sisi teknologi dan penggunaan energi.

“Jika memang benar rumput Depseek lebih hijau, hal ini akan memengaruhi penggunaan AI di pasar selama dua tahun terakhir. Artinya, permintaan chip komputer bakal berkurang, penggunaan listrik dan pendirian pembangkit tenaga untuk pembentukan model AI juga berkurang, sehingga keperluan pendirian pusat data skala besar turut berkurang,” jelasnya pada media. (edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#listrik #Hemat Biaya #kecerdasan buatan #pasar #teknologi #minyak bumi #Platform AI #harga minyak #energi #DeepSeek #WTI #hemat energi #Brent #perusahaan energi #biaya operasional #energi listrik #ai #minyak