RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Banyak orang mengira rumah terasa panas hanya disebabkan cuaca atau penggunaan atap tertentu. Padahal, desain jendela juga sangat memengaruhi suhu dan sirkulasi udara di dalam rumah.
Itulah sebabnya rumah-rumah modern kini mulai memperhatikan jenis jendela, bukan hanya dari sisi tampilan, tetapi juga fungsi ventilasi dan pencahayaan alami.
Pemilihan model jendela yang tepat dapat membantu udara bergerak lebih lancar, mengurangi rasa pengap, hingga membuat ruangan terasa lebih adem tanpa terlalu bergantung pada AC.
Baca Juga: 7 Ide Warna Cat untuk Dapur Minimalis yang Membuat Rumah Terasa Lebih Tenang dan Nyaman
Berikut beberapa jenis jendela rumah yang dikenal mampu membuat ruangan terasa lebih sejuk.
1. Jendela Casement, Salah Satu yang Paling Maksimal Mengalirkan Udara
Jendela casement merupakan model jendela yang dibuka ke samping seperti pintu menggunakan engsel.
Jenis ini dianggap sangat efektif untuk sirkulasi udara karena bukaan jendelanya bisa terbuka hampir penuh. Angin dari luar dapat langsung masuk ke dalam ruangan tanpa banyak terhalang frame.
Baca Juga: 7 Warna Kamar Tidur yang Dipercaya Bisa Membuat Tidur Lebih Cepat, Menurut Psikologi Warna
Kelebihan lainnya:
-
cocok untuk rumah minimalis modern,
-
mudah dipadukan dengan berbagai desain,
-
dan membantu pencahayaan alami lebih maksimal.
Karena aliran udaranya kuat, jendela casement sering digunakan pada:
-
ruang keluarga,
-
kamar tidur,
-
hingga area dapur.
2. Jendela Nako, Model Lama yang Kembali Dilirik
Meski sempat dianggap kuno, jendela nako kini mulai kembali digunakan karena terkenal memiliki ventilasi udara yang baik.
Model ini terdiri dari beberapa kaca horizontal yang dapat dibuka bersamaan menggunakan tuas.
Keunggulan utamanya adalah:
-
udara tetap bisa masuk meski hujan ringan,
-
bukaan dapat diatur sesuai kebutuhan,
-
dan sirkulasi udara berlangsung stabil sepanjang hari.
Jendela nako cocok digunakan pada:
-
kamar mandi,
-
dapur,
-
ruang servis,
-
atau rumah di daerah tropis.
Kini desain nako juga sudah tampil lebih modern dengan frame aluminium hitam atau warna kayu minimalis.
3. Jendela Sliding untuk Rumah dengan Ruang Terbatas
Jendela sliding atau geser menjadi pilihan populer pada rumah minimalis karena hemat tempat.
Meski bukaan udaranya tidak sebesar casement, model ini tetap membantu ruangan terasa lebih sejuk jika ukurannya cukup lebar.
Biasanya sliding window cocok dipasang pada:
-
ruang makan,
-
area belakang rumah,
-
atau rumah dengan lahan sempit.
Agar udara lebih maksimal, banyak rumah modern menggunakan kombinasi sliding besar dengan ventilasi tambahan di bagian atas.
4. Jendela Jungkit atau Awning Window
Jenis jendela ini dibuka ke luar dari bagian bawah atau atas sehingga menciptakan celah udara yang stabil.
Keunggulannya:
-
udara tetap mengalir meski hujan,
-
cocok untuk ventilasi tambahan,
-
dan membuat ruangan tidak terlalu lembap.
Awning window sering dipasang pada:
-
kamar mandi,
-
dapur,
-
atau area yang membutuhkan sirkulasi terus-menerus.
Rumah modern biasanya mengombinasikan jendela jungkit dengan jendela besar utama agar pencahayaan dan ventilasi berjalan bersamaan.
5. Jendela Besar Floor-to-Ceiling
Konsep rumah modern kini banyak menggunakan jendela besar dari lantai hingga plafon untuk menciptakan kesan terbuka dan terang.
Jika dipadukan dengan ventilasi silang (cross ventilation), model ini mampu membuat rumah terasa jauh lebih adem.
Baca Juga: Rumah Minimalis Modern Kini Mulai Mengurangi Sekat Ruangan, Ternyata Ini Alasannya
Biasanya digunakan pada:
-
ruang keluarga,
-
area taman belakang,
-
atau ruang tamu terbuka.
Namun, jenis kaca dan arah matahari juga harus diperhatikan agar ruangan tidak justru menjadi panas berlebihan.
Karena itu, banyak rumah modern menggunakan:
-
kaca low-e,
-
tirai tipis,
-
atau secondary skin untuk mengurangi panas matahari langsung.
6. Jendela dengan Konsep Cross Ventilation
Selain bentuk jendela, posisi pemasangan juga sangat penting.
Konsep cross ventilation menggunakan dua bukaan pada sisi berbeda rumah agar udara dapat bergerak silang.
Inilah alasan rumah yang memiliki jendela di dua sisi ruangan biasanya terasa:
-
lebih segar,
-
tidak pengap,
-
dan lebih hemat pendingin ruangan.
Konsep ini sangat cocok diterapkan di iklim tropis seperti Indonesia.
Tidak Semua Jendela Besar Membuat Rumah Sejuk
Banyak orang mengira semakin besar jendela maka rumah otomatis lebih adem. Padahal, jika arah matahari tidak diperhitungkan, ruangan justru bisa terasa panas.
Karena itu, desain rumah modern biasanya mempertimbangkan:
-
arah datang cahaya,
-
tinggi plafon,
-
posisi ventilasi,
-
hingga jenis kaca yang digunakan.
Kombinasi inilah yang menentukan apakah rumah benar-benar terasa sejuk atau hanya terlihat terang secara visual.
Rumah Sejuk Berawal dari Sirkulasi Udara yang Tepat
Pada akhirnya, jendela bukan sekadar elemen estetika, tetapi bagian penting dari kenyamanan rumah. Pemilihan jenis jendela yang tepat dapat membantu memperlancar aliran udara, mengurangi rasa panas, dan membuat rumah terasa lebih nyaman sepanjang hari.
Karena itu, banyak rumah modern kini lebih mengutamakan desain ventilasi alami agar ruangan tetap sejuk tanpa harus terlalu bergantung pada pendingin udara.
Editor : Hakam Alghivari