Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Marizca Nawang Berliansya: Di Antara Ayat dan Asa, Marizca Jaga Blora Tetap Menyala

Rahul Oscarra Duta • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:08 WIB
Photo
Photo

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pagi di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngawen, Blora, tak hanya tentang embun dan sawah.

Dari sudut kampung itu, lahir mimpi yang dirawat pelan-pelan oleh Marizca Nawang Berliansya. Usianya baru 18 tahun.

Lahir 7 Februari 2008. Kini duduk di kelas XII jurusan MIPA, menetap di Boarding School MAN Blora (Az-Zukhruf).

Harinya nyaris tanpa jeda. Menghafal Al-Qur’an, memperdalam pelajaran, hingga menjalani binsik demi menembus sekolah kedinasan yang akan dibuka beberapa bulan mendatang. Targetnya jelas: lolos di sekolah kedinasan impian dan menuntaskan hafalan 30 juz.

“Saya ingin menjadi hafidzah 30 juz dan bisa lolos sekolah kedinasan. Itu mimpi besar saya. Tapi yang lebih penting, saya ingin bermanfaat dan membanggakan orang tua,” ujarnya mantap.

Di balik disiplin yang ketat, Marizca tetaplah remaja dengan energi yang tak habis-habis. Ia gemar olahraga, memasak, dan berkebun.

Baginya, berkebun mengajarkan kesabaran. “Tanaman itu tidak tumbuh dalam sehari. Mimpi juga begitu,” katanya tersenyum.

Pengalamannya mengikuti ajang duta wisata menjadi titik balik yang memperluas cakrawala berpikirnya. Ia tak sekadar tampil. Ia belajar membaca potensi daerah sendiri.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut. Bertemu teman-teman hebat dan tokoh-tokoh luar biasa membuat saya sadar, Blora itu kaya. Tinggal bagaimana kita mengenalkannya,” tuturnya.

Menurutnya, potensi wisata Blora bukan kurang indah, melainkan kurang disuarakan. Promosi masih menjadi pekerjaan rumah.

“Banyak wisata menarik, tapi kurang terekspos di media sosial. Padahal generasi muda punya peran besar di sana,” tegasnya.

Karena itu, ia memilih tak hanya bermimpi. Ia ingin bergerak. Mempromosikan potensi Blora lewat media sosial, mengajak teman-temannya lebih peduli, sekaligus menumbuhkan rasa bangga pada budaya sendiri.

“Saya ingin budaya Blora dikenal lebih luas, bahkan sampai tingkat nasional. Kalau bukan kita yang memperkenalkan, siapa lagi?” ucapnya.

Di usia yang masih belia, Marizca sedang menata dua jalan sekaligus: jalan akademik dan jalan pengabdian.

Di antara hafalan ayat dan target seleksi kedinasan, ia menyimpan satu keyakinan sederhana kesuksesan bukan sekadar tentang diri sendiri. “Kesuksesan itu ketika kita bisa memberi manfaat,” tandasnya. (hul/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#pembinaan fisik #Boarding School #sekolah kedinasan #MAN #duta wisata #blora #hafalan 30 juz