TONGKAT mayoret berputar di udara, langkahnya tegas mengikuti irama. Di balik atraksi itu, Aszahra Diva Nanda tak hanya memimpin barisan.
Ia sedang menata disiplin dan diam-diam merawat mimpi besar untuk kota kelahiran tercinta, Blora.
Perempuan yang akrab disapa Diva ini lahir di Blora, 18 Mei 2008, dan kini bermukim di Cepu. Saat ini, ia berada di fase paling padat sebagai pelajar kelas XII.
“Jujur, kelas dua belas itu capek. Tapi di situ saya belajar mengatur waktu dan prioritas,” ujar Diva.
Sejak kelas X, Diva aktif sebagai mayoret Drum Corps Gita Patra Bhakti SMAN 1 Cepu.
Selain itu, ia juga terlibat dalam sejumlah organisasi sekolah dan sempat mewakili sekolah dalam OSN-K bidang Ekonomi. Di tengah semua itu, fokus utamanya kini tertuju pada SNBP dan UTBK/SNBT.
“Target utama saya sekarang tembus perguruan tinggi. Itu mimpi pribadi yang sedang saya kejar,” katanya.
Kesibukan akademik itu tak menghalanginya menerima amanah sebagai Mbakyu Wakil I Duta Wisata Blora.
Pengalaman tersebut ia sebut sebagai titik balik cara pandangnya terhadap daerah sendiri.
“Sebagai duta wisata, saya benar-benar dibukakan mata soal potensi Blora, terutama pariwisatanya. Relasi yang saya dapat juga luar biasa,” ungkapnya.
Ketertarikan Diva pada dunia pariwisata berangkat dari kesadarannya melihat potensi daerah.
“Blora itu sebenarnya sangat kaya. Budayanya masih hidup, lingkungannya harmonis, dan sumber daya alamnya kuat, terutama hutan jati,” tuturnya. (hul/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko