RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan parsel di Bojonegoro mengalami lonjakan. Sejumlah pelaku usaha mengaku kebanjiran pesanan, bahkan harus menutup order lebih awal karena kapasitas produksi terbatas.
Salah satu pelaku usaha parsel di Desa Pacul, Meirina Suminartyaningsih mengatakan, peningkatan pesanan mulai terasa seiring mendekatnya hari raya. Permintaan tidak hanya datang dari dalam daerah, tetapi juga dari luar Bojonegoro.
“Semakin mendekati hari H semakin banyak orderan masuk. Baik customer dari Bojonegoro maupun luar Bojonegoro yang ingin mengirimkan parcel untuk saudara dan relasi di Bojonegoro,” ujarnya.
Ia menilai, tren tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain menyediakan katalog, juga melayani permintaan parsel sesuai kebutuhan pelanggan.
“Sepertinya lebih ada peningkatan dari tahun lalu. Selain kami ada katalog juga menerima parcel by request untuk budget maupun item isiannya,” jelasnya.
Menariknya, permintaan parsel dengan nilai cukup tinggi juga mendominasi tahun ini.
“Tahun ini yang banyak diorder di atas harga Rp500 ribu per parcel,” tambah Mei Rina.
Lonjakan pesanan juga dirasakan pelaku usaha lainnya, Anida Amirilia Nisa. Ia bahkan mengaku kewalahan karena tingginya permintaan yang masuk sejak awal Ramadan.
“Alhamdulillah sampai sudah angkat tangan, saking banyaknya order parsel,” katanya.
Anida sapaannya, menyebut, total pesanan yang diterima mencapai ratusan paket. Bahkan, pemesanan sudah ditutup sejak awal Maret.
“Perkiraan order parsel sekitar 450-an. Tanggal 5 Maret sudah close,” ungkapnya.
Meski demikian, proses pengerjaan parsel masih terus berjalan hingga saat ini. Dengan tenaga terbatas, ia tetap berupaya menyelesaikan seluruh pesanan tepat waktu.
“Per hari ini juga masih buat, dibantu dua orang saja,” ujarnya, Selasa (17/3).
Tradisi berbagi parsel saat Lebaran masih menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan sosial, baik dengan keluarga maupun relasi kerja. Di sisi lain, meningkatnya permintaan juga menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan bisnis musiman yang kian menjanjikan. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana