RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyak orang menghindari makan kacang karena percaya bahwa camilan ini bisa memicu jerawat. Tapi, apakah anggapan tersebut benar secara medis? Atau hanya sekadar mitos yang terus diwariskan dari generasi ke generasi?
Yuk, simak lima fakta penting soal hubungan antara konsumsi kacang dan jerawat berdasarkan temuan ilmiah dan sumber terpercaya!
1. Belum Ada Bukti Kuat Kacang Langsung Menyebabkan Jerawat
Anggapan bahwa makan kacang bikin jerawatan ternyata tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Artikel dari Alodokter dan Hello Sehat menyebutkan bahwa tidak ada penelitian medis yang secara langsung menyatakan kacang sebagai penyebab jerawat.
Justru, beberapa jenis kacang mengandung lemak baik yang bermanfaat bagi tubuh dan kulit. Lemak ini berbeda dari lemak jenuh yang sering ditemukan pada makanan cepat saji atau gorengan yang terbukti lebih memicu jerawat.
2. Kacang Kaya Antioksidan dan Nutrisi Pelindung Kulit
Beberapa jenis kacang seperti almond, mede, dan kacang Brazil mengandung vitamin E dan selenium. Kedua zat ini dikenal sebagai antioksidan kuat yang membantu melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan peradangan.
Dr. Uma Naidoo, seorang psikiater nutrisi dari Harvard, menyebut bahwa nutrisi dalam kacang dapat mengurangi inflamasi di seluruh tubuh, termasuk kulit. Artinya, alih-alih memicu jerawat, konsumsi kacang dalam jumlah wajar bisa jadi membantu meredakannya.
3. Hati-Hati dengan Omega-6 Berlebihan
Salah satu alasan kenapa kacang kadang dikaitkan dengan jerawat adalah kandungan omega-6 dalam beberapa jenis kacang, seperti kacang tanah. Omega-6 memang dibutuhkan tubuh, tapi jika dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi dengan asupan omega-3, bisa memicu inflamasi.
Namun, ini bukan alasan untuk menghindari semua kacang. Kuncinya ada di keseimbangan. Pilih jenis kacang yang lebih rendah omega-6, seperti hazelnut, kacang almond, atau kacang kenari (walnut).
4. Diet Mediterania: Bukti Kacang Justru Bantu Atasi Jerawat
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menemukan bahwa pola makan ala Mediterania—yang mencakup sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan—berkontribusi besar dalam memperbaiki kondisi kulit berjerawat.
Studi lain juga menunjukkan bahwa remaja yang menerapkan diet tinggi serat, antioksidan, dan lemak sehat mengalami penurunan jerawat yang signifikan setelah beberapa minggu.
5. Makanan Lain Lebih Berisiko Picu Jerawat
Kalau bukan kacang, lalu apa yang paling sering memicu jerawat?
Berdasarkan data dari berbagai jurnal medis, makanan yang paling sering dikaitkan dengan jerawat antara lain:
- Produk tinggi gula (kue, minuman manis, cokelat susu)
- Susu skim
- Makanan tinggi lemak jenuh dan berminyak (*)
Sumber Referensi: Kumparan | Alodokter | Hellosehat
Editor : Bhagas Dani Purwoko