RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pernahkah Anda melihat seorang perempuan bisa memikirkan banyak hal sekaligus; pekerjaan, anak, kebutuhan rumah, hingga rencana liburan, tanpa kehilangan fokus? Fenomena ini bukan sekadar mitos.
Faktanya, banyak riset menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih mahir dalam multitasking dan memerhatikan detail secara bersamaan. Namun, apa alasan di baliknya? Perspektif neurosains dan evolusi memberikan jawaban menarik.
Dalam keseharian, banyak perempuan terlihat begitu luwes menangani beragam tugas secara paralel. Dilansir dari Psychology Today, kemampuan ini bukan hanya soal pembiasaan sosial, melainkan juga bentuk adaptasi biologis.
Sebuah studi dari University of Pennsylvania (2013) mengungkap bahwa corpus callosum, jembatan penghubung belahan otak kanan dan kiri, rata-rata lebih padat dan lebih aktif pada perempuan.
Kondisi ini memudahkan mereka berpindah fokus dan memproses banyak informasi sekaligus.
Selain faktor biologis, evolusi juga memainkan peran penting. Menurut teori psikologi evolusi, nenek moyang perempuan sejak masa berburu-meramu harus merawat anak, menyiapkan makanan, sekaligus memantau lingkungan sekitar.
Pola adaptasi ini membuat otak perempuan berkembang lebih kuat dalam kemampuan multitasking dan mengamati banyak elemen lingkungan secara bersamaan.
Louann Brizendine dalam bukunya The Female Brain (2006) menjelaskan bahwa kepekaan sensoris dan kemampuan berpikir holistik menjadi keunggulan perempuan sejak zaman purba.
Neurosains juga menambahkan bahwa secara hormonal, estrogen dan oksitosin memengaruhi cara perempuan memproses stres dan emosi, membuat mereka lebih mampu melakukan banyak tugas sekaligus sekaligus menjaga kepekaan sosial.
Berdasarkan riset di Journal of Neuroscience (2018), estrogen berperan meningkatkan konektivitas sinaptik di area prefrontal dan hipokampus, dua bagian otak yang berhubungan dengan memori dan perencanaan, sehingga mendukung kemampuan multitasking dan pembelajaran cepat.
Meski begitu, kemampuan memikirkan banyak hal sekaligus juga membawa tantangan. American Psychological Association (APA) melaporkan bahwa tuntutan modern membuat banyak perempuan lebih mudah lelah secara mental dan emosional, terutama saat harus memenuhi ekspektasi pekerjaan, rumah tangga, dan relasi sosial sekaligus.
Oleh sebab itu, penting untuk mengenali batas kemampuan dan memberi diri sendiri ruang untuk beristirahat agar keseimbangan mental tetap terjaga.
Pada akhirnya, kemampuan perempuan dalam menangani banyak hal sekaligus merupakan perpaduan faktor evolusi dan neurosains.
Dengan memahaminya, kita bisa lebih menghargai kompleksitas peran perempuan di dunia modern — sekaligus mengingatkan bahwa memberi ruang untuk merawat diri sama pentingnya agar kemampuan ini bisa bertahan lama dan sehat. (kam)
Editor : Hakam Alghivari