RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang persalinan, perhatian keluarga biasanya lebih banyak tertuju kepada kondisi ibu dan bayi. Namun, peran suami sebenarnya tidak berhenti pada sekadar menemani istri menuju ruang bersalin.
Suami memiliki peran penting dalam membantu mempersiapkan kebutuhan persalinan, memberikan dukungan emosional, hingga memastikan berbagai keperluan administratif dan transportasi sudah siap sebelum tanda-tanda persalinan muncul.
Persiapan yang dilakukan lebih awal dapat membuat pasangan lebih tenang dan mengurangi kepanikan ketika persalinan sudah semakin dekat.
1. Pahami rencana persalinan
Suami sebaiknya mengetahui perkiraan hari lahir, pilihan tempat persalinan, dokter atau bidan yang menangani, serta rencana persalinan yang telah didiskusikan dengan tenaga kesehatan.
Informasi tersebut penting agar suami dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat ketika istri mulai mengalami tanda-tanda persalinan.
2. Siapkan tas persalinan
Jangan menunggu kontraksi datang baru menyiapkan perlengkapan. Tas persalinan dapat dipersiapkan beberapa minggu sebelum perkiraan hari lahir.
Isi tas antara lain pakaian ibu dan bayi, perlengkapan mandi, pembalut khusus setelah melahirkan, dokumen administrasi, charger ponsel, serta kebutuhan lain yang disarankan fasilitas kesehatan.
3. Pastikan akses transportasi
Suami perlu mengetahui rute menuju fasilitas kesehatan dan menyiapkan alternatif kendaraan apabila terjadi kondisi tidak terduga.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan bahan bakar dan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Nomor kontak rumah sakit, bidan, dokter, atau layanan darurat juga sebaiknya sudah tersimpan di ponsel.
4. Pelajari tanda-tanda persalinan
Suami tidak harus menjadi ahli medis, tetapi penting memahami tanda-tanda persalinan seperti kontraksi yang semakin teratur dan kuat, pecahnya ketuban, atau munculnya tanda lain yang sebelumnya telah dijelaskan tenaga kesehatan.
Jika muncul tanda yang mengkhawatirkan, jangan hanya mengandalkan informasi dari internet. Hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan arahan.
5. Siapkan dokumen dan kebutuhan administrasi
Dokumen identitas, kartu jaminan kesehatan atau asuransi, buku pemeriksaan kehamilan, serta dokumen lain yang dibutuhkan rumah sakit sebaiknya disatukan dalam satu tempat.
Langkah sederhana ini dapat menghemat waktu ketika keluarga harus segera menuju fasilitas kesehatan.
6. Berikan dukungan emosional
Menjelang persalinan, istri dapat mengalami rasa takut, cemas, lelah, atau perubahan emosi. Dalam kondisi tersebut, kehadiran suami bukan hanya soal berada di sampingnya.
Suami dapat mendengarkan keluhan tanpa menghakimi, memberikan rasa aman, membantu pekerjaan rumah, dan menanyakan kebutuhan istri.
Kalimat sederhana seperti “Aku temani, kita hadapi bersama” dapat memberikan dukungan emosional yang berarti.
7. Diskusikan kebutuhan setelah bayi lahir
Persiapan juga perlu mencakup masa setelah persalinan. Pasangan dapat membicarakan siapa yang membantu pekerjaan rumah, bagaimana pembagian tugas merawat bayi, serta kebutuhan ibu selama masa pemulihan.
Dengan pembagian peran yang dibicarakan sejak awal, suami tidak hanya hadir ketika persalinan berlangsung, tetapi juga terlibat dalam masa awal kehidupan bayi.
8. Kenali kapan harus mencari pertolongan medis
Suami juga perlu memahami kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera sesuai arahan tenaga kesehatan. Perdarahan, ketuban pecah, kontraksi, penurunan gerakan janin, atau keluhan lain harus ditanggapi sesuai kondisi kehamilan masing-masing.
Karena setiap kehamilan berbeda, pasangan sebaiknya mengikuti instruksi dokter atau bidan yang menangani kehamilan.
Pada akhirnya, persiapan menjelang kelahiran bukan hanya tanggung jawab istri. Suami dapat mengambil peran aktif sejak masa kehamilan dengan mempersiapkan kebutuhan praktis sekaligus menjadi sumber dukungan emosional.
Menjadi suami yang siap menghadapi persalinan bukan berarti harus mengetahui semuanya. Yang terpenting adalah mau belajar, berkomunikasi, mengambil bagian dalam persiapan, dan hadir ketika istri membutuhkan dukungan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko