RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pernikahan tidak hanya membutuhkan rasa cinta, tetapi juga cara yang tepat untuk menunjukkan perhatian kepada pasangan. Setelah menikah, kesibukan, pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga kehadiran anak dapat membuat pasangan tanpa sadar semakin jarang menunjukkan kasih sayang.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memahami love language atau bahasa cinta pasangan. Konsep yang populer diperkenalkan melalui buku The 5 Love Languages karya Gary Chapman ini membagi cara seseorang menerima dan mengekspresikan kasih sayang ke dalam lima bentuk utama.
Memahami bahasa cinta pasangan bukan berarti harus selalu mengikuti keinginannya. Namun, hal tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi dan kedekatan emosional dalam rumah tangga.
Berikut lima love language yang dapat diterapkan setelah menikah.
1. Words of Affirmation
Sebagian orang merasa dicintai ketika mendapatkan apresiasi atau kata-kata yang menenangkan. Setelah menikah, kalimat sederhana seperti “terima kasih sudah membantu”, “aku bangga padamu” atau “aku menghargai usahamu” dapat memiliki arti besar.
Pujian dan apresiasi juga dapat membantu pasangan merasa bahwa usaha yang dilakukan dalam rumah tangga tidak dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja.
Baca Juga: Jangan Langsung Marah, Ini 7 Alasan Sikap Pasangan Bisa Berubah Setelah Menikah
2. Quality Time
Kesibukan membuat pasangan sering berada dalam satu rumah, tetapi jarang benar-benar menghabiskan waktu bersama. Quality time dapat dilakukan dengan makan bersama tanpa memainkan ponsel, berbicara sebelum tidur, berjalan-jalan, atau sekadar menikmati waktu berdua.
Yang terpenting bukan lamanya waktu, melainkan perhatian yang diberikan ketika sedang bersama.
3. Acts of Service
Bahasa cinta ini ditunjukkan melalui tindakan. Membantu pekerjaan rumah, menyiapkan kebutuhan pasangan, mengambil alih tugas ketika pasangan sedang lelah, atau melakukan sesuatu tanpa harus diminta dapat menjadi bentuk perhatian.
Tindakan kecil tersebut bisa membuat pasangan merasa diperhatikan dan tidak menjalani tanggung jawab rumah tangga sendirian.
4. Receiving Gifts
Hadiah tidak selalu harus mahal. Membawakan makanan kesukaan pasangan, memberikan bunga, membeli sesuatu yang sedang dibutuhkan, atau memberikan kejutan kecil juga dapat menjadi bentuk kasih sayang.
Intinya bukan nilai barang, melainkan pesan bahwa pasangan mengingat dan memikirkan dirinya.
Baca Juga: 7 Tanda Pasangan Merasa Nyaman dan Bahagia dalam Pernikahan, Terlihat dari Kebiasaan Sehari-hari
5. Physical Touch
Sentuhan fisik juga dapat menjadi bagian penting dalam hubungan pernikahan. Berpegangan tangan, memeluk, mencium kening, atau memberikan sentuhan lembut ketika pasangan sedang menghadapi hari yang berat dapat menjadi bentuk kedekatan emosional.
Namun, bentuk sentuhan tetap perlu memperhatikan kenyamanan dan persetujuan kedua pasangan.
Pada akhirnya, love language bukan aturan baku yang harus diterapkan secara kaku. Kebutuhan setiap pasangan dapat berbeda dan bahkan berubah seiring perjalanan pernikahan.
Karena itu, pasangan perlu saling berbicara mengenai bentuk perhatian yang membuat mereka merasa dihargai dan dicintai. Dengan komunikasi yang terbuka, kasih sayang tidak hanya menjadi perasaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan sehari-hari. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko