Karakter Orang Bisa Dilihat dari Hewan Peliharaan? Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Orang yang memilih kucing sering diasosiasikan dengan pribadi yang lebih mandiri dan menghargai ruang pribadi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Orang yang memilih kucing sering diasosiasikan dengan pribadi yang lebih mandiri dan menghargai ruang pribadi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Hewan peliharaan tidak hanya menjadi teman di rumah, tetapi juga kerap mencerminkan ketertarikan, kebiasaan, dan gaya hidup pemiliknya. Tak sedikit orang memilih memelihara kucing, anjing, burung, ikan, hingga reptil karena memiliki karakter dan kebutuhan perawatan yang berbeda.

Dalam psikologi, pilihan terhadap hewan peliharaan memang pernah dikaji kaitannya dengan karakter pemilik. Namun, hubungan tersebut tidak dapat digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang secara pasti. Kepribadian manusia dipengaruhi banyak faktor, seperti lingkungan, pengalaman hidup, budaya, dan kondisi sosial.

Berikut sejumlah kecenderungan karakter yang sering dikaitkan dengan jenis hewan peliharaan.

1. Pemilik kucing

Orang yang memilih kucing sering diasosiasikan dengan pribadi yang lebih mandiri dan menghargai ruang pribadi. Kucing juga relatif tidak membutuhkan perhatian terus-menerus seperti beberapa hewan lainnya.

Sejumlah penelitian mengenai hubungan manusia dengan hewan menunjukkan bahwa pemilik kucing dan anjing dapat memiliki karakteristik psikologi yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut bersifat kecenderungan kelompok, bukan aturan yang berlaku untuk setiap individu.

Baca Juga: 5 Hewan Peliharaan yang Cocok untuk Lansia, Bisa Jadi Teman di Masa Tua

2. Pemilik anjing

Pemilik anjing sering dikaitkan dengan karakter yang lebih aktif dan mudah bersosialisasi. Anjing membutuhkan interaksi, aktivitas fisik, serta perhatian dari pemilik sehingga rutinitas memeliharanya dapat mendorong aktivitas bersama.

Penelitian yang diterbitkan dalam Human-Animal Interaction Bulletin dan berbagai kajian psikologi mengenai pet ownership menunjukkan adanya hubungan antara kepemilikan hewan dengan aspek sosial serta aktivitas pemilik. Meski demikian, faktor lain tetap berpengaruh terhadap kepribadian seseorang.

3. Pemilik ikan

Memelihara ikan biasanya membutuhkan perhatian terhadap lingkungan akuarium, kebersihan air, pemberian pakan, serta kondisi habitat. Karena itu, pemilik ikan dapat memiliki ketertarikan terhadap aktivitas yang membutuhkan ketelitian dan rutinitas.

Akuarium juga sering dikaitkan dengan efek menenangkan. Sejumlah penelitian tentang interaksi manusia dengan lingkungan akuarium menemukan bahwa mengamati ikan dapat berhubungan dengan perubahan suasana hati dan tingkat relaksasi.

4. Pemilik burung

Burung memiliki karakteristik perawatan yang berbeda, mulai dari kebersihan kandang hingga pemberian pakan dan perhatian terhadap kondisi lingkungan. Orang yang tertarik dengan burung umumnya memiliki ketertarikan terhadap suara, perilaku, maupun keindahan visual hewan tersebut.

Namun, pilihan memelihara burung tidak serta-merta menunjukkan seseorang memiliki kepribadian tertentu. Preferensi terhadap hewan juga dapat terbentuk dari pengalaman keluarga, lingkungan sosial, maupun kebiasaan sejak kecil.

Baca Juga: 5 Hewan Satwa Asli Jawa yang Dilindungi, Jangan Asal Tangkap dan Pelihara

5. Pemilik reptil

Reptil seperti gecko, kura-kura, atau jenis kadal tertentu membutuhkan pola perawatan yang lebih spesifik. Pemiliknya perlu memperhatikan suhu, kelembapan, makanan, serta habitat.

Ketertarikan terhadap hewan yang tidak biasa dapat menunjukkan adanya preferensi terhadap pengalaman atau objek yang berbeda dari pilihan umum. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti pemilik reptil otomatis memiliki karakter tertentu.

Pada akhirnya, hubungan antara hewan peliharaan dan kepribadian manusia lebih tepat dipahami sebagai kecenderungan, bukan alat untuk membaca karakter seseorang.

Psikologi kepribadian menggunakan pendekatan yang lebih kompleks untuk memahami seseorang, termasuk pola perilaku, cara berpikir, emosi, hubungan sosial, dan pengalaman hidup. Karena itu, seseorang tidak dapat dinilai hanya berdasarkan hewan yang dipeliharanya.

Memelihara hewan justru dapat memberikan pengalaman psikologis yang lebih luas. Interaksi dengan hewan berpotensi memberikan companionship atau rasa memiliki teman, meningkatkan rutinitas, serta membantu seseorang memperoleh pengalaman merawat makhluk hidup.

Dengan demikian, pilihan hewan peliharaan mungkin memberikan sedikit gambaran mengenai preferensi dan gaya hidup seseorang, tetapi tidak cukup untuk menjadi dasar menyimpulkan kepribadiannya secara keseluruhan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
Peliharaan psikologi karakter kepribadian hewan