Apakah Sarapan Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik? Ini Penjelasan Ahli

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:29 WIB
Sarapan dipercaya sebagian orang bisa menyebabkan berat badan naik. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Sarapan dipercaya sebagian orang bisa menyebabkan berat badan naik. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sarapan sering disebut sebagai salah satu waktu makan penting untuk memulai aktivitas. Namun, bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, muncul pertanyaan: apakah sarapan justru bisa menyebabkan berat badan naik ?

Anggapan bahwa sarapan otomatis membuat tubuh lebih gemuk sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Kenaikan berat badan lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah energi yang masuk dibandingkan dengan energi yang digunakan tubuh sepanjang hari.

Artinya, sarapan tidak secara langsung menyebabkan berat badan naik. Yang perlu diperhatikan adalah jenis makanan, porsi, kandungan kalori, serta pola makan secara keseluruhan.

Sarapan Tidak Otomatis Membuat Gemuk

Sejumlah penelitian mengenai hubungan sarapan dan berat badan menunjukkan hasil yang tidak sesederhana anggapan bahwa orang yang sarapan pasti memiliki berat badan lebih ideal.

Sarapan memang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, terutama jika menu yang dikonsumsi mengandung protein, serat, vitamin, mineral, dan sumber karbohidrat yang cukup.

Sebaliknya, sarapan dengan makanan tinggi gula, lemak, dan kalori dalam jumlah berlebihan justru dapat membuat asupan energi harian meningkat.

Misalnya, sarapan dengan nasi dalam porsi besar, makanan yang digoreng, minuman manis, serta makanan penutup tinggi gula dapat memberikan kalori cukup besar. Jika total asupan tersebut melebihi kebutuhan energi tubuh, berat badan berpotensi meningkat.

Baca Juga: Ini Dia 5 Fakta Menarik Manfaat Kimpul, Alternatif Menu Diet Pengganti Nasi

Menu Sarapan Lebih Penting daripada Sekadar Sarapan atau Tidak

Menurut prinsip ilmu gizi, kualitas makanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga berat badan.

Sarapan yang mengandung protein dan serat cenderung lebih mengenyangkan. Protein dapat ditemukan pada telur, ikan, ayam, tahu, tempe, susu atau yoghurt, sedangkan serat dapat diperoleh dari sayuran, buah, dan biji-bijian utuh.

Kombinasi tersebut dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga lebih mudah mengontrol makanan pada waktu berikutnya.

Sebaliknya, sarapan yang didominasi makanan ultra-proses, minuman berpemanis, roti dengan isian tinggi gula, atau makanan tinggi kalori tetapi rendah serat dapat membuat total asupan kalori meningkat tanpa memberikan rasa kenyang yang optimal.

Apakah Tidak Sarapan Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan ?

Sebagian orang mungkin merasa lebih mudah mengatur asupan kalori dengan melewatkan sarapan. Namun, strategi tersebut belum tentu cocok untuk semua orang.

Ada orang yang setelah melewatkan sarapan justru merasa sangat lapar pada siang atau sore hari. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang makan dalam jumlah lebih banyak atau memilih makanan tinggi kalori.

Karena itu, keberhasilan menurunkan berat badan tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya sarapan. Pola makan sepanjang hari, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta jumlah energi yang dikonsumsi juga memiliki peran.

Baca Juga: Rekomendasi Menu Diet yang Enak dan Praktis, Tetap Nikmat Tanpa Takut Kalori Berlebih

Sarapan yang Cocok untuk Menjaga Berat Badan

Bagi orang yang ingin menjaga atau menurunkan berat badan, sarapan tetap dapat dilakukan dengan memilih makanan yang lebih seimbang.

Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain telur dengan sayuran, oatmeal dengan buah, yoghurt tanpa tambahan gula dengan buah dan kacang-kacangan, atau nasi dengan lauk berprotein dan sayuran dalam porsi yang sesuai.

Yang terpenting bukan menghindari sarapan secara otomatis, melainkan memperhatikan porsi dan kualitas makanan.

Dengan demikian, anggapan bahwa sarapan pasti menyebabkan berat badan naik merupakan penyederhanaan yang kurang tepat. Sarapan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama jumlah dan jenis makanan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Bagi seseorang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, fokus utama sebaiknya bukan sekadar memilih sarapan atau tidak, tetapi membangun pola makan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Editor : Bhagas Dani Purwoko
makan berat badan sarapan diet