RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tidak semua makanan yang aman dikonsumsi manusia juga aman diberikan kepada kucing. Beberapa bahan makanan bahkan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kerusakan sel darah merah, gangguan saraf hingga kondisi yang mengancam nyawa.
Kucing memiliki sistem metabolisme yang berbeda dengan manusia. Karena itu, pemilik sebaiknya tidak sembarangan memberikan makanan dari meja makan sebagai camilan.
Sejumlah penelitian dan sumber kedokteran hewan telah mendokumentasikan risiko berbagai makanan rumah tangga terhadap hewan peliharaan. Sebuah tinjauan ilmiah dalam Frontiers in Veterinary Science mencatat cokelat, bawang, bawang putih, anggur, kismis, xylitol, alkohol, serta adonan roti mentah sebagai sejumlah makanan rumah tangga yang dapat menimbulkan keracunan pada hewan peliharaan.
Berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan kepada kucing.
1. Cokelat
Cokelat mengandung theobromine dan kafein yang termasuk kelompok methylxanthine. Senyawa tersebut dapat mengganggu sistem saraf dan jantung hewan.
Menurut Merck Veterinary Manual, keracunan cokelat dapat menyebabkan muntah, kegelisahan, peningkatan denyut jantung, tremor, kejang hingga gangguan jantung yang serius. Risiko juga semakin tinggi pada cokelat dengan kandungan kakao lebih tinggi, seperti dark chocolate dan bubuk kakao.
Meskipun kucing cenderung tidak tertarik pada rasa manis seperti manusia, cokelat tetap harus dijauhkan dari jangkauan mereka.
2. Bawang merah dan bawang putih
Bawang merah, bawang putih, daun bawang, serta kelompok Allium lainnya perlu diwaspadai.
Menurut dokter hewan Cristine Hayes dari ASPCA Animal Poison Control Center dalam ulasan Merck Veterinary Manual, kucing termasuk spesies yang sangat rentan terhadap toksisitas Allium. Konsumsi bawang dapat merusak sel darah merah dan menyebabkan anemia hemolitik.
Menariknya, bahan tersebut tetap berisiko meskipun telah dimasak, dikeringkan atau diolah menjadi bubuk. Bawang putih bahkan disebut memiliki toksisitas lebih tinggi dibandingkan bawang merah.
3. Anggur dan kismis
Anggur dan kismis juga sebaiknya tidak diberikan kepada kucing. Cornell University College of Veterinary Medicine memasukkan anggur dan kismis dalam daftar makanan yang harus dihindari kucing.
Namun, perlu diketahui bahwa bukti mengenai toksisitas anggur pada kucing masih lebih terbatas dibandingkan pada anjing. Merck Veterinary Manual menyebut kasus gagal ginjal setelah konsumsi anggur atau kismis telah dilaporkan pada setidaknya satu kucing.
Karena potensi bahayanya dan belum adanya kepastian mengenai jumlah yang aman, pemilik sebaiknya tidak sengaja memberikan makanan tersebut kepada kucing.
4. Makanan atau minuman yang mengandung kafein
Kopi, teh, minuman energi, serta produk berkafein lainnya sebaiknya dijauhkan dari kucing.
ASPCA menjelaskan bahwa kafein termasuk methylxanthine yang dapat menyebabkan muntah, diare, kegelisahan, peningkatan denyut jantung, tremor, kejang hingga kondisi serius pada hewan.
Karena itu, jangan membiarkan kucing menjilat sisa kopi atau minuman berkafein yang berada di meja.
5. Makanan yang mengandung alkohol
Alkohol bukan makanan yang aman untuk kucing. Tinjauan ilmiah mengenai makanan rumah tangga beracun pada anjing dan kucing memasukkan minuman beralkohol sebagai salah satu bahan yang dapat menyebabkan keracunan.
Kucing memiliki tubuh yang jauh lebih kecil dibandingkan manusia sehingga jumlah yang tampak sedikit bagi manusia dapat memiliki dampak berbeda pada hewan.
6. Susu sapi dan produk susu tertentu
Banyak orang menganggap susu merupakan minuman yang cocok untuk kucing. Padahal, tidak semua kucing dapat mencerna laktosa dengan baik.
ASPCA menjelaskan bahwa hewan peliharaan tidak memiliki jumlah enzim laktase yang signifikan untuk memecah laktosa dalam susu. Akibatnya, konsumsi susu atau produk olahan susu dapat menyebabkan diare dan gangguan pencernaan.
Bukan berarti setiap kucing pasti sakit setelah minum susu, tetapi susu sapi bukan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing.
7. Makanan mentah, tulang, dan makanan berbumbu
Daging atau telur mentah dapat membawa bakteri seperti Salmonella dan E. coli. Sementara itu, tulang dapat menyebabkan luka atau penyumbatan pada saluran pencernaan.
Makanan manusia yang mengandung banyak garam, bumbu, bawang atau bawang putih juga sebaiknya tidak diberikan.
Khusus makanan berbumbu, masalahnya bukan hanya rasa pedas, tetapi kandungan bahan di dalamnya. Misalnya, makanan yang terlihat aman berupa daging atau lauk bisa mengandung bawang putih, bawang merah atau bumbu lain yang berisiko bagi kucing.
Jangan menunggu muncul gejala
Pemilik kucing perlu berhati-hati apabila hewan peliharaannya tidak sengaja memakan makanan yang berpotensi beracun. Beberapa jenis keracunan tidak selalu menunjukkan gejala segera.
Pada keracunan bawang dan bawang putih, misalnya, kerusakan sel darah merah dapat terjadi sebelum tanda klinis anemia terlihat beberapa hari kemudian. Gejalanya dapat berupa lemas, tidak nafsu makan, napas cepat, detak jantung meningkat, hingga kondisi yang lebih berat.
Jika kucing diketahui memakan makanan yang berpotensi beracun, pemilik sebaiknya segera menghubungi dokter hewan untuk mendapatkan arahan. Jangan mencoba memberikan obat atau memicu muntah sendiri tanpa petunjuk profesional.
Pada akhirnya, makanan kucing yang diformulasikan secara khusus tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sedangkan makanan manusia sebaiknya diberikan dengan sangat selektif dan setelah dipastikan aman bagi kucing.
Editor : Bhagas Dani Purwoko