Sering Hapus Foto Sebelum Diposting? Ini Kaitannya dengan Cara Anda Menilai Diri Sendiri

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB
(MAGNIFIC)
(MAGNIFIC)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernah sudah memilih foto untuk diunggah ke media sosial, tetapi beberapa menit kemudian justru menghapusnya? Foto diganti, dipilih lagi, lalu dihapus kembali karena merasa wajah terlihat kurang bagus, pose tidak sesuai, atau khawatir dengan penilaian orang lain.

Kebiasaan tersebut terlihat sederhana. Namun, cara seseorang memilih dan menilai foto dirinya dapat berkaitan dengan bagaimana ia memandang dirinya sendiri.

Bukan berarti setiap orang yang sering menghapus foto memiliki masalah kepercayaan diri. Ada kalanya seseorang memang hanya ingin memilih foto yang paling sesuai. Persoalannya adalah ketika penilaian terhadap foto menjadi sangat bergantung pada bagaimana diri sendiri diperkirakan akan dilihat oleh orang lain.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Kurang Minum Air Bisa Bikin Sulit Fokus, Ini Penjelasannya

Foto Bisa Menjadi Cara Menilai Diri

Media sosial membuat seseorang dapat melihat dirinya dari sudut pandang yang lebih “publik”. Foto yang diunggah bukan hanya dilihat oleh diri sendiri, tetapi juga berpotensi mendapat komentar, tanda suka, atau penilaian dari orang lain.

Kondisi ini dapat membuat sebagian orang menjadi lebih memperhatikan penampilan. Perhatian tersebut bisa semakin besar ketika seseorang terbiasa membandingkan foto dirinya dengan unggahan orang lain.

Akibatnya, sebuah foto yang sebenarnya biasa saja dapat dinilai terlalu keras hanya karena tidak sesuai dengan gambaran diri yang dianggap ideal.

Bukan Sekadar Soal Foto Bagus atau Tidak

Penilaian terhadap penampilan juga berkaitan dengan body image, yakni bagaimana seseorang memandang dan merasakan tubuh serta penampilannya sendiri.

Ketika body image positif, seseorang cenderung memiliki pandangan yang lebih realistis terhadap penampilannya. Sebaliknya, perhatian yang terlalu berlebihan terhadap kekurangan tertentu dapat membuat seseorang semakin kritis terhadap dirinya sendiri.

Baca Juga: 7 Tips Meningkatkan Running Pace agar Lari Makin Cepat dan Tetap Aman

Karena itu, menghapus foto sesekali bukan persoalan. Yang lebih penting adalah pola di balik kebiasaan tersebut.

Apabila seseorang berkali-kali mengambil foto, membandingkan berbagai versi, kemudian merasa tidak ada satu pun yang cukup baik untuk diunggah, bisa jadi yang sedang dinilai bukan hanya kualitas foto, tetapi juga dirinya sendiri.

Takut dengan Penilaian Orang Lain

Keinginan mendapatkan respons positif dari lingkungan merupakan hal yang manusiawi. Namun, ketika penerimaan orang lain menjadi ukuran utama untuk menentukan apakah seseorang terlihat menarik atau berharga, penilaian diri dapat semakin bergantung pada faktor eksternal.

Media sosial juga membuat proses perbandingan menjadi lebih mudah. Seseorang dapat melihat foto orang lain yang sudah dipilih, diedit, dan dipublikasikan, lalu membandingkannya dengan penampilan dirinya dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal, apa yang muncul di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang.

Baca Juga: Mengapa Anak Lebih Sering Melawan Orang Tua daripada Orang Lain? Ini Penjelasan Psikologinya

Beri Jarak dari Standar di Media Sosial

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyadari bahwa foto tidak selalu menjadi gambaran utuh mengenai diri seseorang.

Tidak semua foto harus sempurna untuk layak dibagikan. Begitu pula, tidak mendapatkan banyak respons di media sosial tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang terlihat buruk.

Jika kebiasaan menghapus foto muncul karena terlalu takut terhadap penilaian orang lain, mengambil jeda dari proses memilih dan mengedit foto dapat membantu. Perhatian juga dapat dialihkan dari mencari “foto paling sempurna” menjadi memilih foto yang memang terasa mewakili momen atau pengalaman yang ingin dibagikan.

Pada akhirnya, cara seseorang menilai dirinya tidak seharusnya ditentukan hanya oleh satu foto. Penampilan merupakan salah satu bagian dari diri, bukan keseluruhan nilai seseorang.

Editor : Hakam Alghivari
sering hapus foto sebelum diposting media sosial