7 Hewan Mitologi yang Ternyata Ada di Dunia Nyata, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi hewan narwhal yang memiliki satu tandung di kepalanya seperti Unicorn. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi hewan narwhal yang memiliki satu tandung di kepalanya seperti Unicorn. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hewan mitologi selama ini identik dengan cerita legenda, dongeng, dan kepercayaan masyarakat dari berbagai belahan dunia. Namun, sejumlah makhluk yang digambarkan dalam cerita kuno ternyata memiliki kemiripan dengan hewan yang benar-benar hidup di dunia nyata.

Kemunculan hewan-hewan tersebut bahkan diduga ikut melatarbelakangi lahirnya sejumlah legenda. Bentuk tubuh yang tidak biasa, ukuran yang sangat besar, habitat yang sulit dijangkau hingga kesaksian para pelaut pada masa lalu membuat beberapa hewan nyata terlihat seperti makhluk dari dunia fantasi.

Berikut tujuh hewan nyata yang memiliki kaitan dengan cerita makhluk mitologi.

1. Unicorn – Narwhal

Unicorn digambarkan sebagai hewan mirip kuda yang memiliki satu tanduk panjang di bagian kepalanya. Walaupun unicorn seperti dalam cerita tidak terbukti pernah hidup, salah satu hewan nyata yang paling sering dikaitkan dengannya adalah narwhal.

Narwhal merupakan mamalia laut yang memiliki gading panjang berbentuk spiral. Gading tersebut terutama ditemukan pada narwhal jantan dan dapat berukuran lebih dari dua meter.

Penelitian yang diterbitkan di Nature Communications pada 2026 menjelaskan struktur unik gading narwhal. Para peneliti menemukan bahwa bentuk spiral makroskopisnya berasal dari susunan kolagen termineralisasi yang membentuk struktur heliks berlawanan pada tingkat mikroskopis.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Terlalu Banyak Makan Telur Rebus Bisa Menyebabkan Bisul?

Hubungannya dengan legenda unicorn juga telah lama dibahas dalam literatur ilmiah. Pada masa lalu, gading narwhal bahkan pernah diperdagangkan sebagai “tanduk unicorn” dan dipercaya memiliki khasiat tertentu.

2. Kraken – Cumi-cumi Raksasa

Kraken merupakan monster laut dalam legenda Skandinavia yang digambarkan sebagai makhluk raksasa dengan tentakel yang mampu menyerang kapal.

Di dunia nyata terdapat cumi-cumi raksasa atau giant squid (Architeuthis). Hewan laut dalam ini dapat mencapai ukuran yang sangat besar dan memiliki tentakel panjang.

Sebuah artikel ilmiah yang terbit di História, Ciências, Saúde – Manguinhos menyebut bahwa legenda Kraken diyakini memiliki hubungan dengan penampakan cumi-cumi raksasa. Peneliti menjelaskan bahwa hewan ini memang berukuran sangat besar, tetapi sangat sulit diamati karena hidup di laut dalam.

Penelitian lain mengenai cumi-cumi laut dalam juga mencatat bahwa legenda Kraken telah lama dikaitkan dengan cephalopoda berukuran besar. Bahkan para peneliti berhasil mendokumentasikan perjumpaan dengan cumi-cumi raksasa hidup menggunakan teknologi kamera khusus.

3. Naga – Komodo

Naga merupakan salah satu makhluk mitologi paling terkenal. Dalam banyak cerita, naga digambarkan sebagai reptil berukuran besar, memiliki tubuh kuat dan kemampuan yang luar biasa.

Indonesia ternyata memiliki hewan yang secara nama bahkan disebut Komodo dragon atau komodo, Varanus komodoensis. Hewan ini merupakan kadal terbesar yang masih hidup di dunia.

Kajian di jurnal Global Ecology and Conservation menjelaskan bahwa komodo memiliki bobot sekitar sepuluh kali lebih berat dibandingkan sebagian besar spesies kadal yang masih bertahan hidup. Komodo juga merupakan predator besar yang hingga kini bertahan di sejumlah pulau di Indonesia.

Penelitian sejarah mengenai komodo juga menunjukkan bahwa keberadaan kadal raksasa tersebut mulai menarik perhatian otoritas kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Setelah itu, penelitian mengenai perilaku dan morfologinya semakin berkembang.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Bulu Kucing Bisa Menyebabkan Penyakit Paru-Paru, Ini Penjelasannya

Meski demikian, keberadaan komodo tidak membuktikan naga dalam mitologi benar-benar ada. Kemiripannya lebih pada gambaran umum berupa reptil raksasa yang hidup di daratan.

4. Ular Laut Raksasa – Oarfish

Cerita mengenai ular laut atau sea serpent telah muncul dalam berbagai kisah pelaut selama berabad-abad. Makhluk tersebut biasanya digambarkan sebagai hewan panjang yang muncul dari permukaan laut.

Salah satu hewan nyata yang sering dikaitkan dengan legenda tersebut adalah oarfish dari genus Regalecus.

Oarfish merupakan ikan laut dalam dengan tubuh sangat panjang dan bentuk yang tidak biasa. Penelitian ilmiah menyebut oarfish sebagai salah satu kemungkinan sumber munculnya legenda tentang ular laut.

Hewan ini jarang terlihat manusia karena habitatnya berada di laut dalam. Ketika muncul ke permukaan, bentuk tubuhnya yang memanjang dapat dengan mudah terlihat sebagai makhluk misterius oleh orang yang belum mengenalnya.

Sebuah kajian sejarah di jurnal Isis juga menjelaskan bahwa cerita mengenai “great serpent” atau ular besar pada masa lalu dapat memiliki hubungan dengan hewan nyata, termasuk ular berukuran besar dan paus, yang kemudian bercampur dengan unsur cerita dan pembesaran dalam tradisi masyarakat.

5. Putri Duyung – Dugong dan Manatee

Putri duyung atau mermaid merupakan makhluk mitologi yang digambarkan sebagai manusia dengan tubuh bagian bawah menyerupai ikan.

Namun, hewan nyata yang diduga ikut menginspirasi cerita tersebut adalah dugong dan manatee. Keduanya termasuk kelompok mamalia laut Sirenia.

Dalam sejumlah catatan sejarah pelayaran, pelaut pernah mengira melihat sosok seperti manusia di laut. Bentuk tubuh, posisi kepala ketika muncul ke permukaan dan cara menyusui anak diduga menjadi beberapa faktor yang membuat sirenia diasosiasikan dengan cerita putri duyung.

Kajian mengenai kosmologi laut di Asia Tenggara yang diterbitkan Journal of Southeast Asian Studies mencatat bahwa perjumpaan pelaut dengan manatee dan dugong di perairan tropis turut mendorong munculnya cerita mengenai manusia laut atau mermaid.

U.S. Geological Survey juga mencatat hubungan historis antara manatee dan legenda putri duyung yang dipercaya oleh pelaut yang menghabiskan waktu lama di laut.

6. Thunderbird – Burung Elang

Dalam mitologi masyarakat pribumi Amerika Utara terdapat makhluk bernama Thunderbird, sosok burung raksasa yang dikaitkan dengan petir, guntur dan kekuatan alam.

Thunderbird tentu bukan spesies burung yang terbukti secara zoologi. Namun, penelitian arkeologi menemukan adanya hubungan antara simbol Thunderbird dengan burung nyata, khususnya bald eagle atau elang botak.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Sering Menahan Kencing Bisa Menyebabkan Kencing Batu?

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Quaternary International membahas temuan tulang sayap bald eagle di sebuah situs arkeologi di Martha's Vineyard, Amerika Serikat. Temuan tersebut dinilai dapat memberikan bukti mengenai penggunaan bagian tubuh elang dalam praktik ritual yang berkaitan dengan tradisi Thunderbird.

Dalam tradisi Algonquin, Thunderbird digambarkan sebagai makhluk seperti elang raksasa yang berhubungan dengan petir dan guntur. Jadi, dalam kasus ini, hewan nyata bukan berarti Thunderbird secara biologis benar-benar ada, tetapi burung nyata dapat menjadi bagian dari dasar simbolisme dan cerita tersebut.

7. Platipus – Hewan yang Terlihat Seperti Makhluk Fantasi

Platipus (Ornithorhynchus anatinus) bukan makhluk mitologi tertentu. Namun, hewan ini layak masuk daftar karena ketika pertama kali dikenal luas oleh ilmuwan Eropa, penampilannya dianggap begitu aneh sehingga tampak seperti gabungan beberapa hewan.

Platipus memiliki paruh menyerupai bebek, kaki berselaput, bulu seperti mamalia dan kemampuan bertelur. Jantan juga memiliki taji berbisa pada kaki belakangnya.

Penelitian sejarah ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa campuran karakter anatomi mamalia, burung dan reptil membuat platipus menjadi teka-teki taksonomi bagi naturalis pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19.

Kajian di Journal of Mammalogy bahkan mencatat adanya cerita masyarakat Aborigin mengenai platipus sebagai makhluk yang memiliki karakter dari berbagai kelompok hewan.

Karena bentuknya yang tidak lazim, platipus menjadi contoh nyata bahwa alam sendiri mampu menghasilkan hewan yang terlihat seperti berasal dari dunia fantasi.

Pada akhirnya, hewan-hewan tersebut tidak membuktikan bahwa makhluk mitologi benar-benar ada seperti dalam cerita. Namun, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa sejumlah legenda kemungkinan dipengaruhi oleh perjumpaan manusia dengan hewan nyata yang memiliki bentuk, ukuran atau perilaku tidak biasa.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Sering Masturbasi Bikin Otak Tidak Fokus dan Mudah Lupa

Narwhal dapat membantu menjelaskan gambaran “tanduk unicorn”, cumi-cumi raksasa berkaitan dengan kisah Kraken, oarfish memiliki kemiripan dengan gambaran ular laut, sementara dugong dan manatee sering dikaitkan dengan legenda putri duyung.

Hal tersebut menunjukkan bahwa mitologi dan dunia alam terkadang memiliki hubungan yang menarik. Ketika manusia pada masa lalu menemukan hewan yang belum mereka kenal, keterbatasan informasi dapat membuat penampakan tersebut berkembang menjadi cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
unicorn kraken mitologi Naga hewan