Benarkah Penjaga Mercusuar di Prancis Digaji Rp18 Miliar Setahun? Ini Faktanya

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:48 WIB
Ilustrasi mercusuar di tengah laut. (ISTIMEWA)
Ilustrasi mercusuar di tengah laut. (ISTIMEWA)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Klaim tentang pekerjaan sebagai penjaga mercusuar terpencil di Prancis dengan gaji mencapai US$1,2 juta atau sekitar Rp18 miliar per tahun kembali menarik perhatian. Pekerjaan tersebut disebut menawarkan bayaran fantastis sebagai imbalan atas kehidupan penuh risiko di tengah laut.

Namun, masyarakat sebaiknya tidak langsung percaya. Klaim tersebut ternyata tidak benar.

Salah satu lokasi yang kerap dikaitkan dengan cerita itu adalah Mercusuar La Jument, yang berada di lepas pantai Pulau Ouessant, Brittany, Prancis. Mercusuar tersebut memang terkenal karena lokasinya yang terpencil dan kondisi laut di sekitarnya yang keras.

Baca Juga: Akankah Kena PHP Lagi? John Herdman Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

Akan tetapi, tidak ada lowongan penjaga mercusuar dengan gaji US$1,2 juta seperti yang beredar di media sosial.

Berdasarkan pemeriksaan fakta AFP, otoritas maritim Prancis, DIRM NAMO, menyatakan bahwa La Jument maupun mercusuar lainnya di Prancis tidak lagi memiliki penjaga tetap.

La Jument telah menggunakan sistem otomatis sejak 1991. Petugas masih dapat datang ke lokasi untuk melakukan pemeliharaan atau pekerjaan teknis, tetapi mereka bukan penjaga yang menetap di mercusuar tersebut.

Dengan demikian, cerita mengenai seseorang yang dibayar Rp18 miliar setiap tahun untuk tinggal sendirian di La Jument tidak menggambarkan kondisi pekerjaan yang sebenarnya.

Baca Juga: Ombudsman Tak Bisa Pastikan Ferdy Sambo Gunakan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, Begini Kata Ditjenpas

Berawal dari kisah nyata

Hoaks tersebut menjadi mudah dipercaya karena La Jument memang memiliki sejarah yang dramatis.

Mercusuar yang dibangun pada awal abad ke-20 itu berdiri di kawasan laut yang terkenal dengan gelombang besar. Salah satu foto paling terkenal yang membuat La Jument mendunia diambil fotografer Jean Guichard pada 1989.

Dalam foto tersebut, gelombang besar menghantam mercusuar sementara penjaganya, Théodore Malgorn, terlihat berada di ambang pintu. Foto itu kemudian meraih penghargaan dalam ajang World Press Photo.

Kondisi ekstrem inilah yang kemudian seolah-olah menjadi latar belakang cerita tentang pekerjaan bergaji sangat tinggi.

Padahal, keberadaan mercusuar yang berbahaya dan terpencil tidak otomatis berarti masih ada pekerjaan penjaga dengan bayaran fantastis.

Baca Juga: Setelah Menikah Jangan Saling Diam, Ini 7 Cara Menjaga Komunikasi dengan Pasangan

Mengapa hoaks ini mudah dipercaya?

Cerita tentang pekerjaan bergaji Rp18 miliar memiliki pola yang sering digunakan dalam konten viral: angka penghasilan dibuat sangat besar, kemudian disandingkan dengan pekerjaan yang terlihat sederhana tetapi memiliki konsekuensi ekstrem.

Dalam kasus ini, bagian tentang ombak besar, lokasi terpencil, dan sejarah penjaga mercusuar memang memiliki dasar fakta. Namun, klaim mengenai gaji US$1,2 juta dan adanya pekerjaan penjaga tetap merupakan bagian yang menyesatkan.

Karena itu, pembaca perlu memisahkan antara fakta yang benar dengan klaim yang ditempelkan di atasnya.

Baca Juga: Resep Ayam Goreng Mentega, Gurih dan Lezat untuk Menu Makan Keluarga

Terlebih ketika informasi hanya beredar melalui unggahan media sosial tanpa menyebut siapa pemberi kerja, bagaimana mekanisme perekrutan, atau sumber resmi mengenai besaran gaji.

Kasus La Jument menjadi pengingat bahwa angka fantastis bukan bukti sebuah informasi benar. Sebelum percaya atau membagikannya, periksa sumber resmi dan lihat apakah pekerjaan yang disebutkan memang masih ada.

Dalam kasus ini, jawabannya jelas: bukan pekerjaan penjaga mercusuar bergaji Rp18 miliar per tahun seperti yang ramai diklaim. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
penjaga mercusuar digaji rp18 miliar hoaks prancis