Jangan Terpaku Nilai Rapor, Begini Cara Orang Tua Mengenali Potensi Anak

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 13:31 WIB
ilustrasi anak anak sedang bermain di sekolah
ilustrasi anak anak sedang bermain di sekolah

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Orang tua perlu melihat kemampuan anak secara lebih luas dan tidak hanya berpatokan pada nilai akademis di sekolah. Setiap anak dapat memiliki kekuatan dan potensi yang berbeda.

Psikolog Pendidikan, Madeline Jessica, M.Psi, mengatakan orang tua juga perlu berhati-hati ketika mengenali kecerdasan anak agar tidak terburu-buru memberikan label tertentu.

"Namun, kita juga perlu berhati-hati untuk tidak langsung memberikan label kepada anak, misalnya, Anak saya hanya memiliki kemampuan kinestetik," jelas Madeline.

Menurutnya, kecerdasan akademis tetap menjadi salah satu kemampuan yang penting. Namun, potensi anak tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan angka yang tercantum di rapor.

Bagaimana Cara Mengenali Potensi Anak?

Baca Juga: Anak Usia Sekolah Punya Perilaku Ini? Bisa Jadi Ada Pola Asuh Lama yang Tanpa Sadar Masih Diteruskan

Orang tua dapat mulai dengan mengamati aktivitas yang membuat anak terlihat antusias dan mau belajar tanpa banyak diminta. Misalnya, anak yang senang menggambar atau membuat kerajinan dapat menunjukkan ketertarikan pada aktivitas kreatif.

Contoh lainnya, anak yang senang membongkar dan menyusun mainan mungkin memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap cara kerja suatu benda. Sementara anak yang gemar bercerita, berdiskusi, atau menjelaskan sesuatu kepada orang lain dapat menunjukkan kemampuan komunikasi yang menonjol.

Orang tua juga bisa memperhatikan bagaimana anak menyelesaikan masalah, bekerja sama dengan teman, mengikuti kegiatan olahraga, atau menunjukkan ketekunan saat mempelajari sesuatu.

Namun, pengamatan tersebut sebaiknya tidak langsung dijadikan label tetap. Minat dan kemampuan anak masih dapat berkembang seiring bertambahnya usia dan pengalaman.

"Tantangan bagi orang tua adalah membantu mengenali kekuatan anak tanpa hanya berfokus pada angka di rapor," tutup Madeline.

Dengan mengenali potensi anak secara lebih luas, orang tua dapat memberikan dukungan yang sesuai tanpa membuat anak merasa harus memenuhi satu standar kecerdasan tertentu. (*)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
potensi anak Aktivitas anak orang tua