Pasangan Tidak Pernah Cemburu, Apakah Berarti Sudah Tidak Peduli? Ini Penjelasannya

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB
Ilustrasi perempuan sedang mengalami mimpi buruk
Ilustrasi perempuan sedang mengalami mimpi buruk

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ketika pasangan tidak pernah menunjukkan rasa cemburu, sebagian orang justru mulai bertanya-tanya. Apakah dia memang percaya sepenuhnya, atau sebenarnya sudah tidak terlalu peduli dengan hubungan?

Pertanyaan seperti ini cukup wajar. Cemburu sering dianggap sebagai tanda seseorang takut kehilangan pasangannya. Namun, dalam psikologi hubungan, kecemburuan ternyata jauh lebih kompleks dan tidak bisa begitu saja dijadikan ukuran seberapa besar seseorang mencintai pasangannya.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa pengalaman cemburu berkaitan dengan cara seseorang membangun keterikatan dan rasa percaya dalam hubungan.

Baca Juga: Timnas Indonesia vs Singapura di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal dan Skuad Garuda

1. Tidak Cemburu Bisa Berarti Merasa Aman

Salah satu kemungkinan ketika seseorang tidak mudah cemburu adalah karena dia merasa cukup aman dalam hubungannya.

Orang yang memiliki rasa percaya terhadap pasangan tidak selalu merasa perlu mengawasi setiap interaksi pasangannya dengan orang lain. Kepercayaan sendiri merupakan bagian penting dalam hubungan romantis dan berkaitan dengan keyakinan bahwa pasangan dapat diandalkan.

Jadi, pasangan yang tidak bertanya berlebihan ketika kita berinteraksi dengan orang lain belum tentu sedang tidak peduli. Bisa saja dia justru merasa hubungan tersebut cukup kuat untuk tidak terus-menerus dicurigai.

Baca Juga: Sering Memendam Perasaan? Ini Dampaknya bagi Kondisi Psikologis Perempuan

2. Cemburu Juga Tidak Selalu Berarti Cinta Lebih Besar

Anggapan bahwa semakin cemburu berarti semakin sayang juga tidak sepenuhnya tepat.

Penelitian pada 847 orang menemukan bahwa kecemburuan romantis berkaitan dengan sejumlah karakteristik kepribadian dan dimensi attachment, termasuk kecemasan dalam keterikatan.

Penelitian lain juga menemukan bahwa orang dengan attachment anxiety lebih rentan mengalami kecemburuan ketika tingkat kepercayaan terhadap pasangan rendah. Dalam kondisi tersebut, kecemburuan bahkan dapat muncul dalam bentuk perilaku seperti mengawasi atau mencari-cari informasi tentang pasangan.

Artinya, kecemburuan bisa muncul karena rasa takut kehilangan, ketidakamanan, atau rendahnya kepercayaan. Bukan semata-mata karena seseorang memiliki rasa cinta yang lebih besar.

3. Setiap Orang Punya Cara Berbeda Menunjukkan Kepedulian

Ada pasangan yang menunjukkan rasa sayang dengan bertanya ketika kita pulang terlambat. Ada pula yang tidak banyak bertanya tetapi selalu hadir ketika dibutuhkan.

Perbedaan tersebut bisa berkaitan dengan pola keterikatan masing-masing individu. Penelitian menunjukkan bahwa gaya attachment berhubungan dengan bagaimana seseorang mengalami dan mengekspresikan kecemburuan.

Karena itu, tidak adil jika kepedulian hanya diukur dari seberapa sering pasangan menunjukkan rasa cemburu.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

4. Yang Perlu Dilihat Justru Perilaku Secara Keseluruhan

Meski begitu, tidak adanya kecemburuan juga tidak otomatis berarti hubungan dalam kondisi baik.

Jika sikap tidak cemburu muncul bersamaan dengan perubahan lain, misalnya pasangan semakin tidak tertarik berkomunikasi, tidak lagi menunjukkan perhatian, enggan meluangkan waktu, atau tidak peduli ketika terjadi masalah, situasinya tentu berbeda.

Dalam kondisi seperti itu, yang perlu diperhatikan bukan rasa cemburunya, melainkan perubahan keterlibatan pasangan dalam hubungan.

Sebuah penelitian pada orang dewasa yang sedang berpacaran di Indonesia bahkan menemukan bahwa tingkat kecemburuan secara keseluruhan tidak berkorelasi signifikan dengan kepuasan hubungan. Namun, beberapa aspek kecemburuan memiliki hubungan dengan kepuasan hubungan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antara cemburu dan kualitas hubungan tidak sesederhana “cemburu berarti sayang” atau “tidak cemburu berarti tidak peduli”.

5. Perhatikan Apakah Kamu Merasa Dicintai dan Dihargai

Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih penting bukanlah “mengapa dia tidak cemburu?”, tetapi “bagaimana dia memperlakukan saya dalam hubungan ini?”

Apakah pasangan masih mau mendengarkan? Apakah dia menghargai keberadaanmu? Apakah kalian masih bisa membicarakan masalah? Apakah dia menunjukkan perhatian dan berusaha menjaga hubungan?

Penelitian terbaru mengenai kepuasan hubungan juga menunjukkan pentingnya bagaimana seseorang merasakan perilaku pasangannya, termasuk rasa dihargai dan keterikatan yang aman.

Jadi, pasangan yang tidak cemburu belum tentu tidak peduli. Bisa jadi dia merasa percaya dan aman dalam hubungan.

Sebaliknya, pasangan yang sangat cemburu juga belum tentu memiliki hubungan yang lebih sehat. Yang lebih penting adalah bagaimana rasa percaya, perhatian, komunikasi, dan komitmen hadir dalam hubungan sehari-hari. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
cemburu Pasangan