RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mengajarkan anak perempuan untuk mampu menjaga diri menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengasuhan di tengah perkembangan zaman. Lingkungan pergaulan yang semakin luas, penggunaan media sosial, hingga kemudahan berkomunikasi dengan orang lain membuat anak perlu dibekali pemahaman tentang batasan diri sejak dini.
Namun, mengajarkan anak perempuan menjaga diri bukan berarti membuatnya takut terhadap lingkungan. Orang tua justru perlu membangun rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan, serta keberanian untuk mengatakan tidak ketika menghadapi situasi yang membuatnya tidak nyaman.
Berikut tujuh cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak perempuan memiliki kemampuan menjaga diri.
1. Ajarkan Anak Mengenali Batasan Diri
Anak perempuan perlu memahami bahwa dirinya memiliki batasan yang harus dihormati orang lain. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk berani mengatakan "tidak" ketika merasa tidak nyaman terhadap perlakuan seseorang.
Penting pula menjelaskan bahwa anak perempuan tidak harus selalu mengikuti keinginan orang lain, terutama jika hal tersebut membuatnya takut, tertekan atau tidak nyaman.
2. Bangun Komunikasi yang Terbuka
Anak perempuan perlu memiliki ruang yang aman untuk bercerita kepada orang tua tanpa takut langsung dimarahi atau dihakimi.
Baca Juga: 5 Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak Perempuan, Mengapa Begitu Penting?
Biasakan menanyakan aktivitas anak, teman-temannya, hingga pengalaman yang dialaminya di sekolah maupun lingkungan pergaulan. Komunikasi yang terbuka dapat membuat anak lebih mudah meminta bantuan ketika menghadapi masalah.
3. Kenalkan Konsep Privasi
Seiring bertambahnya usia, anak perempuan perlu memahami informasi apa saja yang bersifat pribadi. Nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, kata sandi dan foto pribadi tidak boleh dibagikan sembarangan.
Pemahaman ini juga penting ketika anak mulai aktif menggunakan internet dan media sosial.
4. Ajarkan Anak Memilih Lingkungan Pertemanan
Teman memiliki pengaruh terhadap kebiasaan dan perilaku anak. Orang tua dapat membantu anak memahami ciri-ciri pertemanan yang sehat, seperti saling menghargai, tidak memaksa dan tidak merendahkan.
Anak juga perlu mengetahui bahwa menjauh dari pergaulan yang membuatnya tidak nyaman merupakan pilihan yang boleh dilakukan.
5. Berikan Edukasi tentang Keamanan Digital
Dunia maya merupakan bagian dari kehidupan anak modern. Karena itu, edukasi mengenai keamanan digital sebaiknya diberikan sejak anak perempuan mulai menggunakan perangkat yang terhubung internet.
Ajarkan anak perempuan untuk tidak mudah mempercayai orang yang dikenal melalui internet, tidak sembarangan mengirim foto pribadi serta segera memberi tahu orang tua ketika menemukan pesan atau konten yang membuat mereka merasa terancam.
6. Ajarkan Cara Menghadapi Tekanan dari Teman
Anak perempuan terkadang menghadapi ajakan teman untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Orang tua dapat melatih anak mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan sendiri.
Baca Juga: 6 Panduan Parenting agar Anak Perempuan Semakin Tangguh, Menurut Psikologi
Anak perempuan bisa diajarkan menggunakan kalimat sederhana seperti, "Saya tidak mau," "Saya tidak nyaman," atau memilih meninggalkan situasi tersebut.
7. Jadilah Tempat Aman bagi Anak
Hal terpenting adalah memastikan anak perempuan memiliki orang dewasa yang dapat dipercaya. Orang tua perlu menunjukkan bahwa rumah merupakan tempat aman untuk bercerita.
Ketika anak perempuan menyampaikan masalah, dengarkan terlebih dahulu sebelum memberikan nasihat. Respons yang tenang dapat membuat anak lebih berani mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.
Pada akhirnya, mengajarkan anak perempuan menjaga diri bukan berarti membatasi seluruh pergaulannya. Justru, anak perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan, mengenali batasan, berkomunikasi dan meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Dengan pendampingan yang konsisten, anak permpuan diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri sekaligus mampu menjaga dirinya ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan modern. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko