Anak Selalu Menunggu Disuruh? Bisa Jadi Terbiasa Tak Diberi Kesempatan Memilih

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 14:11 WIB
Ilustrasi anak dan orang tua
Ilustrasi anak dan orang tua

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Anak yang selalu menunggu disuruh sebelum melakukan sesuatu belum tentu berarti malas atau tidak mandiri. Bisa jadi, ia memang terbiasa mendapatkan arahan dari orang dewasa untuk hampir setiap hal.

Dalam psikologi perkembangan, anak membutuhkan kesempatan untuk belajar mengambil keputusan sesuai usia dan kemampuannya. Konsep ini dikenal sebagai autonomy support, yaitu ketika orang tua tetap memberikan aturan dan batasan, tetapi memberi ruang kepada anak untuk menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan sederhana.

Baca Juga: 7 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Tidak Bingung dengan Dirinya

Terlalu Sering Ditentukan

Dalam keseharian, orang tua mungkin tanpa sadar mengambil hampir semua keputusan untuk anak. Mulai dari memilih pakaian, menentukan aktivitas setelah sekolah, hingga mengatur urutan pekerjaan yang harus dilakukan.

Alasannya sering kali karena lebih cepat dan praktis.

Namun, jika berlangsung terus-menerus, anak bisa memiliki lebih sedikit pengalaman untuk berlatih menentukan pilihan sendiri. Ketika menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan, ia akhirnya lebih terbiasa menunggu instruksi.

Meski begitu, perilaku tersebut tidak bisa langsung disebabkan oleh pola asuh. Usia, karakter, pengalaman, dan lingkungan anak juga turut berpengaruh.

Mulai dari Pilihan Kecil

Baca Juga: 8 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Bertanggung Jawab

Memberikan kesempatan memilih bukan berarti membiarkan anak melakukan apa saja. Orang tua tetap perlu memberikan batasan, terutama untuk hal yang berkaitan dengan keselamatan dan aturan keluarga.

Ruang memilih bisa dimulai dari hal sederhana. Anak dapat diberi kesempatan menentukan buku yang ingin dibaca, memilih pakaian yang sesuai, atau menentukan kegiatan mana yang ingin dilakukan lebih dulu.

Orang tua juga tidak harus selalu langsung memberikan jawaban ketika anak bertanya. Sesekali, anak bisa diajak mempertimbangkan beberapa pilihan beserta konsekuensinya. Dengan begitu, anak belajar bahwa keputusan bukan selalu sesuatu yang harus ditunggu dari orang dewasa.

Anak yang terbiasa menunggu disuruh belum tentu tidak mampu mengambil keputusan. Bisa jadi, ia hanya membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk berlatih memilih. (*)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
pengalaman kesempatan anak karakter orang tua