RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi perhatian pasar setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet dan mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara.
Pergantian Menteri Keuangan tersebut diumumkan dan disertai pelantikan Suahasil Nazara di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9). Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Perubahan posisi Menteri Keuangan tersebut langsung menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan investor dalam perdagangan saham. Pada awal perdagangan Selasa (15/9), IHSG sempat bergerak naik ke level 6.544,77 sebelum kembali melemah ke sekitar 6.532,77 atau turun 0,03 persen.
Reaksi pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan sebenarnya sudah terlihat pada perdagangan Senin (14/9). IHSG sempat mengalami tekanan cukup besar hingga lebih dari 2 persen.
Namun, indeks kemudian berhasil memangkas sebagian besar pelemahannya setelah pasar mencermati sosok Suahasil Nazara yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan kebijakan fiskal.
Pada akhir perdagangan Senin, IHSG ditutup di level 6.534, turun tipis sekitar 0,10 persen. Penguatan sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar ikut membantu menahan tekanan terhadap indeks.
Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Suahasil Nazara dinilai penting karena Menteri Keuangan memiliki peran besar dalam menentukan arah kebijakan fiskal pemerintah.
Baca Juga: IHSG Mengamuk! Kembali Jebol ke Level 8.000 Saat Sektor Tambang dan Energi 'Pesta Pora'
Investor kini mencermati bagaimana Menkeu baru menjalankan kebijakan APBN, menjaga defisit anggaran, serta memberikan kepastian mengenai arah pengelolaan keuangan negara.
Suahasil sendiri memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan. Setelah dilantik, ia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN.
Analis menilai pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi kemampuan pemerintah memberikan kepastian kebijakan fiskal.
Pergantian mendadak di posisi Menteri Keuangan sempat menimbulkan ketidakpastian di pasar. Namun, penunjukan Suahasil yang merupakan figur internal Kementerian Keuangan dinilai dapat menjadi faktor penenang bagi investor.
Sejumlah analis bahkan memperkirakan IHSG masih memiliki peluang bergerak menguat dengan kisaran 6.450 hingga 6.600, meski pasar tetap akan mencermati perkembangan kebijakan pemerintah dan kondisi global.
Selain IHSG, pasar valuta asing turut merespons perubahan tersebut. Pada perdagangan Senin (14/9), rupiah spot melemah sekitar 0,33 persen menjadi Rp17.669 per dolar AS.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia setelah pergantian Menteri Keuangan.
Meski demikian, respons pasar tidak sepenuhnya negatif. Penunjukan Suahasil Nazara justru dinilai sebagian analis dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor karena memiliki pengalaman teknokratis dan dikenal memahami pengelolaan fiskal.
Dengan kondisi IHSG yang masih bergerak fluktuatif, investor diperkirakan akan mencermati langkah awal Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.
Fokus utama pasar antara lain pengelolaan APBN 2027, disiplin fiskal, kebijakan belanja pemerintah, kondisi defisit anggaran, serta strategi menjaga kepercayaan investor.
Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Suahasil Nazara dengan demikian tidak hanya menjadi perubahan dalam susunan kabinet, tetapi juga menjadi salah satu sentimen penting yang mewarnai pergerakan pasar keuangan Indonesia.
Pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator penting untuk melihat bagaimana pasar menerima arah kebijakan Menteri Keuangan baru. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko