7 Cara Membesarkan Anak agar Berani Mengungkapkan Perasaan

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:30 WIB
Peran seorang ayah untuk tumbuh kembang anak perempuan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Peran seorang ayah untuk tumbuh kembang anak perempuan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Kemampuan mengungkapkan perasaan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikenalkan kepada anak sejak dini. Anak yang terbiasa mengenali dan menyampaikan emosinya akan lebih mudah berkomunikasi, meminta bantuan, serta menghadapi berbagai situasi yang membuatnya tidak nyaman.

Namun, tidak semua anak mudah menceritakan apa yang sedang dirasakan. Sebagian anak memilih diam, menangis, marah, atau menjauh ketika menghadapi masalah. Kondisi tersebut membuat peran orang tua penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk berbicara.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua agar anak lebih berani mengungkapkan perasaannya.

1. Dengarkan Anak Tanpa Langsung Menghakimi

Ketika anak bercerita, usahakan untuk tidak langsung menyalahkan atau memberikan ceramah. Berikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan ceritanya.

Respons sederhana seperti “Mama/Papa mengerti kamu sedang sedih” dapat membuat anak merasa didengarkan dan diterima.

Baca Juga: 7 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Tidak Bingung dengan Dirinya

2. Bantu Anak Mengenali Emosinya

Anak terkadang merasa marah atau menangis tanpa mengetahui alasan sebenarnya. Orang tua dapat membantu dengan mengenalkan berbagai jenis emosi, seperti senang, sedih, kecewa, takut, marah, atau khawatir.

Misalnya, ketika anak menangis karena mainannya rusak, orang tua bisa mengatakan, “Kamu kecewa karena mainanmu rusak, ya?”

Cara tersebut membantu anak menghubungkan apa yang terjadi dengan perasaan yang muncul.

3. Jangan Menganggap Perasaan Anak Sepele

Kalimat seperti “Jangan cengeng” atau “Begitu saja kok menangis” sebaiknya dihindari. Bagi orang dewasa masalah tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi bisa terasa sangat besar bagi anak.

Mengakui perasaan bukan berarti selalu menyetujui perilaku anak. Orang tua tetap dapat menetapkan batasan sambil menunjukkan bahwa emosi anak tetap diterima.

4. Jadilah Contoh dalam Mengungkapkan Emosi

Anak belajar melalui contoh dari lingkungan terdekatnya. Orang tua dapat menunjukkan cara menyampaikan perasaan dengan sehat.

Misalnya, daripada membentak ketika merasa lelah, orang tua bisa mengatakan, “Papa sedang lelah, jadi Papa ingin istirahat sebentar.”

Dengan melihat contoh tersebut, anak belajar bahwa perasaan dapat disampaikan melalui kata-kata tanpa harus melampiaskannya dengan perilaku yang menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

5. Luangkan Waktu untuk Berbicara

Kesibukan sehari-hari terkadang membuat komunikasi antara orang tua dan anak menjadi terbatas. Karena itu, cobalah menyediakan waktu khusus untuk berbicara, misalnya ketika makan bersama, sebelum tidur, atau saat perjalanan.

Tidak harus selalu membicarakan masalah. Percakapan ringan mengenai kegiatan anak sehari-hari juga dapat membangun kedekatan.

Baca Juga: 8 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Bertanggung Jawab

6. Berikan Pertanyaan yang Terbuka

Pertanyaan seperti “Hari ini menyenangkan?” sering kali hanya menghasilkan jawaban singkat seperti “iya” atau “tidak”.

Orang tua bisa menggunakan pertanyaan yang lebih terbuka, misalnya “Apa hal paling menyenangkan hari ini?” atau “Ada sesuatu yang membuat kamu kesal hari ini?”

Pertanyaan seperti ini dapat membantu anak lebih mudah memulai percakapan.

7. Hargai Ketika Anak Mau Bercerita

Ketika anak akhirnya berani mengungkapkan perasaan, berikan respons yang menunjukkan bahwa keterbukaannya dihargai. Hindari menggunakan cerita tersebut untuk mempermalukan atau menakut-nakuti anak di kemudian hari.

Kepercayaan dibangun secara perlahan. Ketika anak merasa aman untuk berbicara tanpa takut langsung dimarahi, kemungkinan mereka untuk kembali bercerita akan semakin besar.

Membantu Anak Tumbuh Lebih Terbuka

Membesarkan anak agar mampu mengungkapkan perasaan bukan berarti membuat mereka harus selalu menceritakan segala sesuatu kepada orang tua. Yang lebih penting adalah memastikan anak mengetahui bahwa perasaannya boleh dibicarakan dan ada orang dewasa yang siap mendengarkan.

Baca Juga: 7 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri, Tangguh, dan Bijaksana

Dengan komunikasi yang hangat, contoh yang baik, serta respons yang tidak menghakimi, orang tua dapat membantu anak belajar memahami emosinya sekaligus menyampaikannya dengan cara yang sehat.(*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
mengungkapkan perasaan emosi anak orang tua