6 Rahasia Membesarkan Anak Laki-Laki yang Percaya Diri Sekaligus Berempati

Bhagas Dani Purwoko • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 16:29 WIB
Tips memberikan nutrisi anak untuk pertumbuhan tinggi badan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Tips memberikan nutrisi anak untuk pertumbuhan tinggi badan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

 3 Poin Inti Pola Asuh Anak Laki-Laki Modern:

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Membesarkan anak laki-laki di era sekarang menuntut perubahan paradigma; bukan lagi sekadar mencetak sosok yang "kuat" secara fisik, melainkan membentuk individu bermental baja yang tidak malu menunjukkan kelembutan hatinya.

Tinggalkan cara lama yang sering kali membingungkan identitas anak, dan terapkan enam pendekatan insightful berikut ini:

1. Hancurkan Mitos "Laki-Laki Tidak Boleh Menangis"

Langkah pertama mencetak pria percaya diri adalah memberinya rasa aman dengan emosinya sendiri. Menangis bukanlah tanda kelemahan, melainkan respons biologis yang sehat. Saat kamu melarang anak laki-laki mengekspresikan kesedihan, mereka akan mengonversinya menjadi kemarahan atau sikap destruktif. Validasi emosinya dengan berkata, "Kamu boleh menangis kalau sedih, Ayah/Ibu ada di sini untukmu."

2. Normalisasi Pekerjaan Domestik Tanpa Bias Gender

Tanggung jawab sejati dimulai dari rumah. Ajarkan anak laki-laki mencuci piringnya sendiri, menyapu kamar, atau melipat baju. Keterampilan bertahan hidup dasar ini akan mencegahnya tumbuh menjadi pria dewasa yang selalu bergantung pada orang lain. Saat ia terbiasa melayani dirinya sendiri, rasa percaya diri dan tanggung jawabnya akan terbentuk secara otomatis.

3. Beri Ruang Otonomi untuk Mengambil Keputusan (dan Gagal)

Kepercayaan diri tidak dibangun dari pujian kosong, melainkan dari pengalaman berhasil mengatasi masalah. Jangan selalu menjadi "helikopter" yang menyelamatkannya dari setiap kesulitan kecil. Biarkan ia memilih pakaiannya sendiri, menentukan jadwal belajarnya, atau merasakan konsekuensi saat lupa membawa buku PR. Kegagalan kecil di usia dini adalah vaksin yang membentuk ketahanan mentalnya di masa depan.

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Nilai Akademik, Ini 10 Bekal Penting yang Perlu Diberikan kepada Anak Laki-Laki

4. Ajarkan Konsep Batasan dan Consent (Persetujuan)

Anak laki-laki yang bertanggung jawab adalah mereka yang menghargai batasan orang lain. Ajarkan konsep consent sejak dini dari hal paling sederhana, seperti meminta izin sebelum meminjam mainan atau tidak memaksa memeluk jika temannya tidak mau. Pemahaman ini membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak memaksakan kehendak dan sangat menghargai orang-orang di sekitarnya.

5. Arahkan Energi Fisik ke Tujuan yang Membangun

Secara biologis, anak laki-laki sering kali memiliki dorongan energi fisik yang lebih besar. Jangan sekadar menyuruhnya "diam" atau "duduk manis". Fasilitasi energi tersebut dengan kegiatan yang terstruktur, seperti olahraga tim, seni bela diri, atau lari. Rutinitas fisik ini mengajarkan disiplin, sportivitas, dan cara menghadapi kekalahan dengan kepala tegak.

6. Jadilah Teladan Resolusi Konflik yang Sehat 

Anak laki-laki adalah peniru ulung. Mereka memperhatikan bagaimana orang tuanya berdebat dan menyelesaikan masalah. Jika kamu menunjukkan bahwa berdebat bisa dilakukan tanpa harus berteriak kasar, dan meminta maaf saat berbuat salah bukanlah hal yang memalukan, anak akan meniru sikap ksatria tersebut. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
anak laki laki TOXIC MASCULINITY berempati percaya diri bertanggung jawab