Bukan Hanya Soal Nilai Akademik, Ini 10 Bekal Penting yang Perlu Diberikan kepada Anak Laki-Laki

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:45 WIB
Anak laki laki harus dibekali literasi keuangan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Anak laki laki harus dibekali literasi keuangan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADAR BOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pendidikan anak tidak seharusnya hanya berfokus pada nilai akademik di sekolah. Di balik kemampuan membaca, berhitung, dan memahami berbagai mata pelajaran, anak laki-laki juga membutuhkan bekal kehidupan yang dapat membantunya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Tidak hanya mendorong anak mendapatkan prestasi di sekolah, tetapi juga mengajarkan bagaimana berkomunikasi, mengelola emosi, mengambil keputusan, serta menghargai orang lain.

Terlebih, anggapan bahwa anak laki-laki harus selalu kuat dan tidak boleh menunjukkan kesedihan dapat membuat anak kesulitan mengenali maupun mengungkapkan perasaannya.

Lantas, apa saja bekal penting yang perlu diberikan kepada anak laki-laki selain kemampuan akademik?

1. Kemampuan Mengelola Emosi

Salah satu bekal penting adalah kemampuan mengenali dan mengelola emosi. Anak perlu memahami bahwa merasa sedih, kecewa, takut, marah, atau khawatir merupakan bagian dari kehidupan.

Orang tua dapat membantu anak mengenali emosinya dengan mengajaknya berbicara mengenai apa yang dirasakan. Alih-alih mengatakan "anak laki-laki tidak boleh menangis", orang tua dapat mengajarkan cara mengekspresikan emosi secara sehat.

Kemampuan tersebut akan membantu anak menghadapi masalah tanpa harus melampiaskan emosi dengan perilaku agresif atau memendam perasaan.

Baca Juga: 8 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Bertanggung Jawab

2. Kemandirian Sejak Dini

Anak laki-laki juga perlu dibiasakan melakukan berbagai aktivitas sederhana secara mandiri sesuai dengan usianya.

Misalnya, merapikan tempat tidur, menyiapkan perlengkapan sekolah, menyimpan mainan, menjaga barang pribadi, hingga membantu pekerjaan rumah.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membangun rasa tanggung jawab. Anak juga belajar bahwa dirinya memiliki peran dalam menjaga lingkungan dan menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

3. Menghargai Orang Lain

Pendidikan karakter juga perlu diberikan sejak anak masih kecil. Anak laki-laki perlu memahami bahwa kekuatan bukan berarti boleh mendominasi atau merendahkan orang lain.

Ajarkan anak untuk menghormati orang tua, guru, teman, saudara, serta orang lain yang ditemuinya.

Sikap seperti mengucapkan terima kasih, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, menghargai perbedaan pendapat, dan membantu orang lain merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.

4. Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi sering kali sama pentingnya dengan prestasi akademik. Anak perlu belajar menyampaikan pendapat, bertanya ketika tidak memahami sesuatu, mendengarkan orang lain, dan mengungkapkan kebutuhan dengan cara yang baik.

Orang tua dapat membangun kebiasaan komunikasi melalui percakapan sehari-hari. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita tanpa langsung menghakimi atau memotong pembicaraannya.

Dengan begitu, anak akan merasa aman untuk menyampaikan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakannya.

5. Menghadapi Kegagalan

Tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginan anak. Ada kalanya ia mendapatkan nilai kurang baik, kalah dalam pertandingan, gagal mencapai target, atau mengalami penolakan dari lingkungan.

Momen tersebut sebenarnya dapat menjadi kesempatan untuk mengajarkan bahwa kegagalan bukan berarti dirinya tidak mampu.

Orang tua dapat membantu anak mengevaluasi apa yang terjadi dan mencari cara untuk memperbaikinya. Dengan demikian, anak belajar bangkit setelah mengalami kegagalan dan tidak mudah menyerah.

6. Kemampuan Mengambil Keputusan

Seiring bertambahnya usia, anak akan menghadapi berbagai pilihan. Karena itu, kemampuan mengambil keputusan perlu dilatih sejak dini.

Orang tua tidak harus selalu menentukan semua pilihan untuk anak. Dalam situasi yang sesuai dengan usianya, berikan beberapa pilihan dan bantu anak memahami konsekuensi dari masing-masing pilihan.

Cara ini dapat melatih anak berpikir sebelum bertindak serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuatnya.

7. Literasi Keuangan

Bekal lain yang tidak kalah penting adalah pemahaman mengenai uang. Anak dapat dikenalkan dengan konsep sederhana seperti kebutuhan dan keinginan, menabung, berbagi, serta menggunakan uang secara bijak.

Pengenalan literasi keuangan sejak dini dapat membantu anak memahami bahwa uang perlu dikelola dengan penuh tanggung jawab.

Pembelajaran dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana, misalnya membuat tabungan atau mengajarkan anak menentukan prioritas ketika ingin membeli sesuatu.

8. Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Diri

Anak laki-laki juga perlu dibiasakan bertanggung jawab terhadap kesehatan tubuhnya sendiri.

Mulai dari mandi secara teratur, menyikat gigi, mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, cukup tidur, hingga melakukan aktivitas fisik.

Ketika anak terbiasa merawat dirinya sendiri sejak kecil, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari gaya hidupnya ketika tumbuh dewasa.

Baca Juga: 7 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Tidak Bingung dengan Dirinya

9. Memiliki Nilai dan Prinsip Hidup

Selain keterampilan praktis, anak membutuhkan nilai yang dapat menjadi pedoman ketika menghadapi berbagai situasi.

Kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, keberanian mengakui kesalahan, serta menghargai orang lain merupakan beberapa nilai yang dapat diperkenalkan melalui contoh sehari-hari.

Anak cenderung belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari perilaku orang-orang di sekitarnya. Karena itu, keteladanan orang tua menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter.

10. Berani Meminta Bantuan

Menjadi mandiri bukan berarti anak harus menyelesaikan semua masalah seorang diri.

Anak perlu mengetahui bahwa meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan bukanlah tanda kelemahan. Justru, kemampuan mengetahui kapan membutuhkan pertolongan merupakan bagian dari keterampilan hidup.

Orang tua dapat menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk mengatakan ketika dirinya mengalami kesulitan.

Pendidikan Anak Laki-Laki Bukan Sekadar Mengejar Prestasi

Prestasi akademik memang penting untuk mendukung pendidikan anak. Namun, nilai rapor bukan satu-satunya ukuran kesiapan seorang anak menghadapi masa depan.

Kemampuan mengelola emosi, berkomunikasi, bertanggung jawab, menghargai orang lain, mengambil keputusan, serta bangkit dari kegagalan merupakan bekal yang akan terus digunakan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, orang tua sebaiknya memberikan ruang yang seimbang antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. Anak laki-laki tidak harus selalu terlihat kuat atau sempurna. Yang lebih penting adalah membantunya tumbuh menjadi pribadi yang mampu memahami dirinya, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab atas kehidupannya.

Editor : Bhagas Dani Purwoko
anak laki laki akademik bekal tanggung jawab prestasi