8 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Bertanggung Jawab

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:33 WIB
Ilustrasi anak laki laki
Ilustrasi anak laki laki

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Membesarkan anak laki-laki bukan hanya soal mengajarkan mereka menjadi kuat dan mandiri. Sejak kecil, anak juga perlu mendapatkan ruang untuk mengenali emosi, menyampaikan pendapat, serta belajar bertanggung jawab atas tindakannya.

Orangtua memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Cara orangtua berkomunikasi, memberikan contoh, hingga menghadapi kesalahan anak dapat memengaruhi bagaimana ia melihat dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya.

Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan orangtua dalam mendampingi tumbuh kembang anak laki-laki.

1. Ajarkan Anak Mengenali Emosinya

Anak laki-laki tetap memiliki berbagai macam emosi, mulai dari senang, sedih, kecewa, takut hingga marah. Karena itu, jangan membiasakan anak menekan emosinya hanya karena anggapan bahwa laki-laki harus selalu kuat.

Baca Juga: 7 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Tidak Bingung dengan Dirinya

Orangtua dapat membantu anak memberi nama pada perasaannya. Misalnya, ketika anak menangis karena mainannya rusak, orangtua bisa mengatakan bahwa ia sedang merasa sedih atau kecewa.

Dengan begitu, anak belajar bahwa menunjukkan emosi bukan sesuatu yang memalukan.

2. Ajarkan Tanggung Jawab Sejak Dini

Rasa tanggung jawab dapat dilatih melalui kegiatan sederhana sesuai usia anak. Misalnya, membereskan mainan setelah bermain, menyimpan pakaian kotor pada tempatnya atau membantu pekerjaan ringan di rumah.

Tidak perlu menunggu anak beranjak besar untuk mengajarkan tanggung jawab. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu anak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

3. Jangan Takut Memberikan Kasih Sayang

Anak laki-laki membutuhkan kasih sayang sama seperti anak perempuan. Pelukan, pujian, perhatian dan waktu berkualitas bersama orangtua dapat membantu anak merasa aman dan dihargai.

Orangtua juga tidak perlu ragu mengatakan "Ayah sayang kamu" atau "Ibu bangga padamu". Ungkapan sederhana tersebut dapat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang dekat dengan anak.

4. Berikan Kesempatan untuk Mengambil Keputusan

Seiring bertambahnya usia, anak perlu belajar mengambil keputusan. Orang tua dapat memberikan pilihan sederhana, misalnya memilih pakaian yang akan dikenakan atau menentukan buku yang ingin dibaca sebelum tidur.

Cara ini membantu anak belajar mempertimbangkan pilihan dan memahami konsekuensi dari keputusan yang dibuat.

5. Ajarkan Menghormati Orang Lain

Menjadi anak laki-laki yang kuat bukan berarti harus mendominasi atau selalu menang. Anak perlu memahami pentingnya menghormati orang lain, baik teman, saudara, guru maupun anggota keluarga.

Ajarkan anak untuk mendengarkan ketika orang lain berbicara, meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan menghargai batasan orang lain.

Baca Juga: Menghadapi Anak yang Sulit Diatur: Memahami Akar Masalah dan Cara Mendidik yang Lebih Efektif

6. Jadilah Contoh yang Baik

Anak banyak belajar melalui apa yang mereka lihat. Karena itu, perilaku orangtua sehari-hari dapat menjadi contoh yang lebih kuat dibandingkan sekadar nasihat.

Jika ingin anak berbicara dengan sopan, orangtua juga perlu menunjukkan komunikasi yang baik. Jika ingin anak mampu mengakui kesalahan, orangtua pun dapat menunjukkan keberanian untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

7. Biarkan Anak Mencoba dan Sesekali Gagal

Orang tua tentu ingin melindungi anak dari kegagalan. Namun, terlalu sering menyelesaikan masalah anak justru dapat membuatnya kurang terbiasa menghadapi tantangan.

Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri. Ketika gagal, dampingi dan bantu ia mencari solusi, bukan langsung mengambil alih.

Dari pengalaman tersebut, anak dapat belajar bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar.

8. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Ketika anak berhasil mendapatkan nilai bagus atau memenangkan sebuah pertandingan, tentu orang tua boleh memberikan apresiasi. Namun, jangan hanya memuji hasil akhirnya.

Orang tua juga dapat memberikan penghargaan terhadap usaha anak. Kalimat seperti "Kamu sudah berusaha keras" dapat membantu anak memahami bahwa kerja keras dan proses juga memiliki nilai penting.

Pada akhirnya, membesarkan anak laki-laki bukan tentang membuatnya selalu terlihat kuat atau tidak pernah menangis. Yang lebih penting adalah membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu mengelola emosi, menghargai orang lain dan bertanggung jawab.

Dengan kasih sayang, batasan yang sehat dan teladan yang baik, orangtua dapat membantu anak laki-laki berkembang menjadi pribadi yang tangguh sekaligus memiliki empati. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
anak laki laki membesarkan bertanggung jawab orang tua mendidik