5 Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak Perempuan, Mengapa Begitu Penting?

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:55 WIB
Peran seorang ayah untuk tumbuh kembang anak perempuan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Peran seorang ayah untuk tumbuh kembang anak perempuan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Peran ayah dalam keluarga tidak hanya sebatas mencari nafkah. Kehadiran dan keterlibatan ayah juga memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk anak perempuan.

Dalam proses pertumbuhan, anak perempuan membutuhkan figur ayah yang hadir secara emosional, memberikan rasa aman, sekaligus menjadi contoh dalam membangun hubungan yang sehat. Hubungan positif antara ayah dan anak perempuan bahkan dapat membantu membentuk rasa percaya diri serta cara anak melihat dirinya sendiri.

Lantas, apa saja peran penting ayah dalam tumbuh kembang anak perempuan ?

1. Menjadi Sosok yang Memberikan Rasa Aman

Salah satu peran utama ayah adalah menjadi sosok yang membuat anak merasa aman dan terlindungi.

Rasa aman tidak selalu berarti melindungi anak dari bahaya secara fisik. Ayah juga perlu menciptakan lingkungan emosional yang membuat anak merasa nyaman untuk bercerita, menyampaikan pendapat, maupun mengungkapkan perasaannya.

Ketika ayah mau mendengarkan tanpa langsung menghakimi, anak perempuan dapat belajar bahwa dirinya memiliki tempat untuk pulang ketika menghadapi masalah.

2. Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Ayah juga dapat berperan dalam membantu anak perempuan membangun kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

Pujian dan apresiasi sebaiknya tidak hanya diberikan berdasarkan penampilan. Ayah dapat menghargai keberanian, usaha, kreativitas, tanggung jawab, kemampuan menyelesaikan masalah, hingga kebaikan yang dilakukan anak.

Misalnya, daripada hanya mengatakan anak cantik, ayah juga dapat mengatakan bahwa dirinya bangga karena sang anak berani mencoba sesuatu yang baru.

Dengan demikian, anak belajar bahwa nilai dirinya tidak hanya ditentukan oleh penampilan.

Baca Juga: 6 Panduan Parenting agar Anak Perempuan Semakin Tangguh, Menurut Psikologi

3. Menjadi Contoh dalam Memperlakukan Perempuan

Anak belajar banyak hal melalui apa yang mereka lihat dari orang terdekat. Karena itu, sikap ayah terhadap ibu, anggota keluarga, maupun perempuan lain dapat menjadi contoh bagi anak perempuan.

Cara ayah berkomunikasi, menghargai batasan, menyelesaikan konflik, meminta maaf, dan memperlakukan orang lain dengan hormat dapat menjadi pembelajaran yang berharga.

Dari sini, anak dapat memahami bahwa hubungan yang sehat seharusnya dibangun dengan rasa hormat, komunikasi, kepercayaan, dan tanggung jawab.

4. Menjadi Tempat Anak Bercerita

Kesibukan pekerjaan terkadang membuat waktu bersama anak menjadi terbatas. Namun, kualitas interaksi tetap dapat dibangun melalui aktivitas sederhana.

Ayah dapat meluangkan waktu untuk makan bersama, mengantar anak, bermain, membaca buku, atau sekadar berbicara sebelum tidur.

Hal yang tidak kalah penting adalah mendengarkan cerita anak. Ketika anak merasa didengar dan dianggap penting, hubungan emosional dengan ayah dapat menjadi semakin kuat.

Kebiasaan berbicara sejak kecil juga dapat membuat anak lebih terbuka ketika menghadapi persoalan yang lebih kompleks saat beranjak remaja.

5. Mendukung Anak Menjadi Pribadi yang Mandiri

Peran ayah berikutnya adalah membantu anak perempuan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, mengambil keputusan sesuai usianya, dan belajar dari kesalahan merupakan bagian dari proses tersebut.

Ayah tidak harus selalu menyelesaikan semua masalah anak. Sebaliknya, ayah dapat mendampingi dan memberikan arahan agar anak belajar mencari solusi sendiri.

Dukungan seperti ini dapat membantu anak memahami bahwa dirinya mampu menghadapi berbagai tantangan.

Mengapa Kehadiran Ayah Begitu Penting ?

Kehadiran ayah dalam kehidupan anak bukan sekadar soal berapa banyak waktu yang dihabiskan bersama. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kualitas hubungan yang dibangun.

Anak perempuan membutuhkan sosok ayah yang mau hadir, mendengarkan, menghargai, dan memberikan dukungan. Keterlibatan tersebut dapat menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan sosial-emosional anak.

Karena itu, membangun kedekatan dengan anak perempuan tidak harus dilakukan melalui aktivitas besar. Percakapan sederhana, pelukan, mendengarkan cerita, menemani belajar, hingga memberikan apresiasi atas usaha anak dapat menjadi bentuk kasih sayang yang bermakna.

Pada akhirnya, ayah bukan hanya sosok yang melindungi keluarga, tetapi juga salah satu figur penting yang membantu anak perempuan mengenal dirinya, membangun kepercayaan diri, serta belajar memahami hubungan yang sehat dengan orang lain. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
kedekatan ayah belajar Anak Perempuan kepercayaan diri