Jerawat Masalah Kulit Remaja

Dewi Safitri • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 07:20 WIB
PERIKSA JERAWAT: Pasien sedang memeriksakan jerawat di wajahnya. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
PERIKSA JERAWAT: Pasien sedang memeriksakan jerawat di wajahnya. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jerawat masih menjadi salah satu persoalan kulit yang paling banyak membawa masyarakat ke klinik kecantikan.

Keluhan tersebut terutama dialami kelompok usia remaja hingga dewasa. Sementara, memasuki usia 35 tahun ke atas, keluhan kulit mulai bergeser pada masalah flek dan pigmentasi.

Dokter kecantikan di Bojonegoro, dr. Mudrikah mengatakan, persoalan jerawat menjadi keluhan yang umum ditemui pada pasien usia remaja hingga dewasa. Penanganannya, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan terapi di klinik. Konsistensi pasien dalam melakukan perawatan di rumah turut menentukan hasil.

’’Saya lebih ke terapi dan edukasi. Jadi harus konsisten,’’ ujarnya.

Baca Juga: Tips Mengurangi dan Mengobati Jerawat Secara Alami, Mudah Dilakukan di Rumah

Dokter Ika sapaannya menjelaskan, jerawat maupun flek dapat berkaitan dengan faktor hormonal. Terapi yang diberikan di klinik lebih banyak menangani kondisi dari luar.

Menurutnya, hasil perawatan tidak bisa maksimal apabila pasien tidak menjalankan perawatan di rumah atau homecare dengan baik. Kebiasaan pasien juga perlu diperbaiki. Karena itu, edukasi kepada pasien menjadi bagian penting dalam proses perawatan kulit.

’’Saya memberikan terapi yang baik. Tapi kalau pasien tidak melakukan homecare dengan baik, ya tidak bisa maksimal,’’ jelasnya.

Faktor hormonal juga dapat dipengaruhi berbagai kondisi. Termasuk penggunaan kontrasepsi. Pada ibu muda, misalnya, munculnya jerawat dapat berlanjut dan memengaruhi pigmentasi kulit hingga memunculkan flek.

Selain faktor hormonal, kondisi cuaca juga perlu diperhatikan. Terlebih, karakter cuaca Bojonegoro yang cenderung terik dan panas membuat kulit lebih banyak terpapar sinar matahari.

Pemilik Ikalva Clinic tersebut mengingatkan, penggunaan suncreen menjadi bagian penting dalam perawatan kulit. Minimal menggunakan produk dengan SPF 30 setiap hari. Penggunaan tersebut tetap dianjurkan meski seseorang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

Sebab, paparan sinar ultraviolet (UV) tidak hanya terjadi ketika seseorang berada langsung di bawah matahari. Sinar UV juga dapat menembus kaca. Bahkan saat cuaca mendung, paparan sinar UV tetap dapat mengenai kulit.

’’Wajib pakai suncreen, minimal SPF 30. Walaupun di dalam rumah tetap pakai. Bahkan cuaca mendung tetap pakai karena sinarnya tetap mentransfer ke kulit kita,’’ terangnya.

Baca Juga: Rahasia Kopi untuk Atasi Jerawat, Cara yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Perlindungan terhadap paparan matahari, lanjutnya, sebaiknya dilakukan sejak usia muda. Sebab, dampaknya terhadap kondisi kulit dapat terlihat dalam jangka panjang. Paparan berulang dapat membuat kulit lebih cepat mengalami tanda-tanda penuaan, seperti kering, keriput, dan munculnya garis-garis halus. Produksi melanin dan pigmentasi juga dapat meningkat sehingga memicu munculnya flek.

Sebelumnya, hal sama disampaikan oleh pemilik Svarga Klinik, dr. Nia Herdiana Putri. Bahwa, jerawat tetap menjadi kasus terbanyak yang ditangani di kliniknya.

"Kasus terbanyakku tetap jerawat, di Klinik," ujarnya.

Terpisah, salah satu remaja asal Kecamatan Dander, Alvina mengatakan, munculnya jerawat sudah tak asing lagi. Meski bukan permasalahan permanen. Namun, rutin muncul ketika masa menstruasi di setiap bulan.

"Kalau menstruasi saja jerawatan. Biasanya saya obati pakai skincare," terangnya. (ewi/msu)

Editor : Andhika Feriawan
klinik remaja kecantikan pasien jerawat