Rasa Ingin Tahu Anak Perlu Didukung, Ini Cara Orang Tua Membantu Mengembangkannya

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:00 WIB
Rasa ingin tau untuk pertumbuhan yang lancar bagi anak. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Rasa ingin tau untuk pertumbuhan yang lancar bagi anak. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rasa ingin tahu anak merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang. Kebiasaan bertanya, mencoba sesuatu yang baru, hingga mengamati lingkungan sekitar menjadi cara anak mengenal dunia.

Masa kanak-kanak merupakan periode ketika anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Tidak sedikit orang tua yang menghadapi berbagai pertanyaan dari anak, mulai dari hal sederhana hingga pertanyaan yang terkadang sulit dijawab.

Namun, rasa ingin tahu anak sebaiknya tidak dianggap sebagai sesuatu yang merepotkan. Justru, kebiasaan bertanya dan mengeksplorasi lingkungan dapat menjadi bagian penting dalam proses belajar.

Mengapa Rasa Ingin Tahu Anak Penting ?

Rasa ingin tahu mendorong anak untuk mencari informasi dan memahami sesuatu yang belum mereka ketahui. Ketika anak bertanya, sebenarnya mereka sedang berusaha membangun pemahaman mengenai dunia di sekitarnya.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Rasa ingin tahu juga dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Mereka belajar menghubungkan informasi, mencari alasan, membuat dugaan, kemudian menemukan jawaban melalui pengalaman.

Karena itu, orang tua perlu memberikan ruang yang cukup agar rasa ingin tahu tersebut dapat berkembang secara positif.

1. Jangan Mematikan Kebiasaan Bertanya

Salah satu cara sederhana untuk menjaga rasa ingin tahu anak adalah tidak langsung memarahi atau menyuruhnya diam ketika banyak bertanya.

Pertanyaan seperti "kenapa ?", "bagaimana ?", atau "apa itu ?" merupakan bagian dari proses belajar. Orang tua dapat menjawab sesuai dengan usia dan kemampuan pemahaman anak.

Jika tidak mengetahui jawabannya, orang tua juga tidak perlu merasa harus selalu memberikan jawaban. Mencari informasi bersama anak dapat menjadi pengalaman belajar yang menarik.

2. Ajak Anak Bereksplorasi

Anak tidak hanya belajar melalui buku atau penjelasan orang dewasa. Lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber pembelajaran.

Orang tua bisa mengajak anak mengamati tanaman, hewan, kendaraan, benda-benda di rumah, atau lingkungan sekitar. Dari kegiatan sederhana tersebut, anak dapat menemukan berbagai hal baru yang kemudian memunculkan pertanyaan.

Eksplorasi juga dapat membantu anak belajar melalui pengalaman secara langsung.

3. Berikan Kesempatan untuk Mencoba

Rasa ingin tahu sering kali muncul ketika anak mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu sendiri.

Misalnya, anak dapat dilibatkan dalam kegiatan sederhana seperti merapikan mainan, menanam tanaman, membuat kerajinan, atau membantu menyiapkan makanan dengan pengawasan orang dewasa.

Biarkan anak mencoba selama aktivitas tersebut aman. Kesalahan yang terjadi dapat dijadikan kesempatan untuk menjelaskan kepada anak mengenai sebab dan akibat.

4. Gunakan Buku sebagai Sarana Belajar

Membaca buku bersama dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan rasa ingin tahu anak. Pilih buku yang sesuai dengan usia dan memiliki topik yang menarik bagi mereka.

Setelah membaca, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi dengan pertanyaan sederhana seperti apa yang terjadi dalam cerita, mengapa suatu kejadian bisa terjadi, atau apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Kegiatan tersebut membuat anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga belajar berpikir dan menyampaikan pendapat.

5. Hindari Terlalu Cepat Memberikan Jawaban

Ketika anak bertanya, orang tua tidak selalu harus langsung memberikan jawabannya. Sesekali, orang tua dapat mengajak anak berpikir terlebih dahulu.

Misalnya dengan mengatakan, "Menurut kamu bagaimana?" atau "Coba kita cari tahu bersama."

Cara tersebut dapat membantu anak terbiasa mencari solusi dan tidak selalu bergantung pada jawaban orang lain.

6. Hargai Ide dan Pendapat Anak

Anak perlu merasa bahwa pertanyaan dan pendapatnya dihargai. Ketika orang tua memberikan respons positif, anak akan lebih percaya diri untuk mengungkapkan rasa penasaran mereka.

Tidak semua pertanyaan anak harus memiliki jawaban yang sempurna. Hal terpenting adalah menunjukkan bahwa proses mencari tahu merupakan sesuatu yang positif.

7. Ciptakan Lingkungan yang Aman untuk Belajar

Rasa ingin tahu akan berkembang lebih baik ketika anak merasa aman untuk bertanya dan melakukan kesalahan.

Orang tua dapat menciptakan suasana rumah yang terbuka terhadap diskusi. Anak tidak perlu takut dimarahi hanya karena bertanya atau memberikan jawaban yang keliru.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Pola Asuh Anak yang Bisa Merusak Kepercayaan Diri, Orang Tua Perlu Waspada

Dengan begitu, anak dapat belajar bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses memahami sesuatu.

Rasa Ingin Tahu Anak Jangan Dianggap Sepele

Rasa ingin tahu merupakan salah satu modal penting bagi anak untuk belajar. Kebiasaan bertanya dan mengeksplorasi dapat membantu anak memahami lingkungan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir.

Orang tua tidak harus selalu memiliki semua jawaban. Yang lebih penting adalah menemani anak dalam proses mencari tahu, memberikan batasan ketika diperlukan, serta memastikan eksplorasi dilakukan dengan aman.

Dengan dukungan yang tepat, rasa ingin tahu anak dapat menjadi kebiasaan positif yang membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang aktif belajar, percaya diri, dan terbuka terhadap hal-hal baru. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
rasa ingin tahu informasi anak orang tua Bertanya