5 Permainan Tradisional yang Bisa Kamu Kenalkan kepada Anak, Seru dan Edukatif

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:18 WIB
Permainan tradisional yang bisa kamu kenalkan ke anak. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Permainan tradisional yang bisa kamu kenalkan ke anak. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di tengah perkembangan teknologi dan semakin banyaknya permainan digital, mengenalkan permainan tradisional kepada anak menjadi salah satu cara untuk menjaga keberadaan budaya sekaligus memberikan alternatif aktivitas yang menyenangkan.

Permainan tradisional umumnya tidak membutuhkan perangkat elektronik. Selain menghibur, sejumlah permainan juga dapat membantu anak belajar bekerja sama, melatih ketangkasan, mengenal aturan, hingga meningkatkan interaksi sosial dengan teman sebaya.

Berikut 5 permainan tradisional yang bisa dikenalkan kepada anak.

1. Engklek

Engklek merupakan salah satu permainan tradisional yang cukup dikenal di berbagai daerah Indonesia. Permainan ini biasanya dilakukan dengan membuat pola kotak-kotak di tanah atau lantai.

Baca Juga: 7 Pentingnya Waktu Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak

Anak kemudian melompat menggunakan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya sambil mengikuti aturan permainan. Engklek dapat menjadi aktivitas sederhana untuk melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, dan ketangkasan anak.

2. Congklak

Congklak dimainkan menggunakan papan berlubang dan biji-bijian atau benda kecil sebagai alat permainan. Permainan ini biasanya dilakukan oleh dua orang.

Selain menyenangkan, congklak dapat membantu anak mengenal konsep berhitung secara sederhana. Anak juga belajar menentukan langkah dan membuat strategi agar dapat mengumpulkan biji sebanyak mungkin.

3. Gobak Sodor

Gobak sodor merupakan permainan kelompok yang membutuhkan area cukup luas. Pemain dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok penjaga dan kelompok yang berusaha melewati garis pertahanan.

Permainan ini dapat menjadi pilihan aktivitas fisik bagi anak. Selain melatih kelincahan dan kecepatan, gobak sodor juga mengajarkan pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam sebuah kelompok.

4. Petak Umpet

Petak umpet merupakan permainan sederhana yang dapat dimainkan oleh beberapa anak. Satu pemain bertugas mencari, sedangkan pemain lainnya bersembunyi di tempat yang telah disepakati.

Meski terlihat sederhana, permainan ini membuat anak aktif bergerak dan berinteraksi dengan teman. Anak juga belajar memahami aturan, menunggu giliran, serta menentukan tempat persembunyian yang aman.

5. Lompat Tali

Lompat tali merupakan permainan tradisional yang biasanya menggunakan rangkaian karet sebagai tali. Dua orang memegang dan mengatur ketinggian tali, sementara pemain lainnya berusaha melompati tali tersebut.

Permainan ini dapat melatih koordinasi gerak, keseimbangan, serta kelincahan. Anak juga dapat belajar menghadapi tantangan secara bertahap ketika ketinggian tali semakin meningkat.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Pola Asuh Anak yang Bisa Merusak Kepercayaan Diri, Orang Tua Perlu Waspada

Menjaga Permainan Tradisional Tetap Dikenal Anak

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Orang tua dapat mengajak anak bermain di halaman rumah, taman, atau lingkungan yang aman bersama teman-temannya.

Di tengah maraknya permainan digital, aktivitas seperti engklek, congklak, gobak sodor, petak umpet, dan lompat tali dapat menjadi pilihan untuk membuat anak lebih aktif sekaligus mengenal bagian dari budaya permainan Indonesia.

Dengan mengenalkan permainan tradisional sejak dini, anak tidak hanya mendapatkan pengalaman bermain yang menyenangkan, tetapi juga berkesempatan mengenal nilai kebersamaan, sportivitas, kreativitas, dan budaya lokal. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
tradisional anak orang tua permainan engklek