RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Interview kerja menjadi salah satu tahapan yang sering membuat pencari kerja merasa gugup. Berhadapan langsung dengan pewawancara, menjawab pertanyaan secara spontan, hingga memikirkan apakah jawaban yang diberikan sudah tepat dapat membuat seseorang kehilangan fokus.
Padahal, rasa gugup saat interview merupakan hal yang wajar. Persiapan yang matang dapat membantu mengurangi kepanikan sekaligus membuat kandidat lebih percaya diri ketika menjawab pertanyaan. Bukan hanya soal menghafalkan jawaban, tetapi juga memahami diri sendiri, posisi yang dilamar, dan cara berkomunikasi dengan baik.
Berikut tata cara interview agar tidak panik dan mampu menguasai jalannya wawancara.
1. Pahami Posisi yang Dilamar
Sebelum interview, pahami kembali posisi yang dilamar. Pelajari tugas, tanggung jawab, serta keterampilan yang dibutuhkan.
Pengetahuan tersebut akan membantu kandidat menghubungkan pengalaman atau kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan perusahaan. Dengan begitu, jawaban tidak terdengar mengambang ketika pewawancara bertanya mengenai alasan melamar pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Kenali Bahasa Tubuh Seseorang saat Berkenalan: Gugup, Nyaman, Minder, atau Tertarik?
2. Pelajari Profil Perusahaan
Jangan datang ke interview tanpa mengetahui perusahaan yang dituju. Cari informasi mengenai bidang usaha, produk atau layanan, budaya kerja, serta perkembangan perusahaan.
Pengetahuan sederhana mengenai perusahaan dapat membuat kandidat lebih percaya diri. Pewawancara juga bisa melihat bahwa kandidat benar-benar memiliki ketertarikan terhadap posisi yang dilamar.
3. Jangan Menghafalkan Jawaban
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menghafalkan jawaban interview secara kata per kata.
Cara tersebut justru dapat membuat seseorang semakin panik ketika mendapatkan pertanyaan yang berbeda dari perkiraan. Lebih baik siapkan poin-poin penting mengenai pengalaman, kemampuan, prestasi, alasan melamar, serta tujuan karier.
Dengan memahami poin tersebut, jawaban dapat disampaikan secara lebih alami.
4. Gunakan Teknik Tarik Napas Sebelum Menjawab
Ketika mendapatkan pertanyaan yang membuat gugup, jangan terburu-buru memberikan jawaban.
Ambil napas secara perlahan, kemudian pikirkan inti pertanyaan selama beberapa detik. Setelah itu, sampaikan jawaban dengan kalimat yang jelas.
Memberikan jeda singkat sebelum menjawab bukan berarti tidak menguasai materi. Justru, cara tersebut dapat membantu kandidat mengatur pikiran agar jawaban yang diberikan lebih terarah.
5. Jawab Pertanyaan dengan Struktur yang Jelas
Jawaban yang terlalu panjang dapat membuat kandidat kehilangan arah. Sebaliknya, jawaban yang terlalu pendek juga bisa membuat pewawancara kesulitan memahami kemampuan kandidat.
Untuk pertanyaan mengenai pengalaman, kandidat dapat menggunakan pola sederhana: situasi, tindakan yang dilakukan, dan hasilnya.
Baca Juga: 9 Tips Jitu Sukses Public Speaking: Mengatasi Gugup dan Menyampaikan Pesan dengan Efektif
Misalnya, ketika ditanya mengenai pengalaman menyelesaikan masalah di tempat kerja sebelumnya, jelaskan terlebih dahulu masalah yang dihadapi, tindakan yang dilakukan, kemudian hasil dari tindakan tersebut.
6. Jaga Kontak Mata dan Bahasa Tubuh
Penguasaan interview tidak hanya terlihat dari kata-kata. Bahasa tubuh juga ikut menentukan kesan yang diberikan kepada pewawancara.
Duduk dengan posisi tegak, melakukan kontak mata secara wajar, tidak terlalu sering melihat ke bawah, serta menghindari gerakan berlebihan dapat menunjukkan kepercayaan diri.
Namun, jangan memaksakan kontak mata terus-menerus. Tetap lakukan secara natural agar percakapan terasa nyaman.
7. Jangan Takut Mengatakan Tidak Tahu
Tidak semua pertanyaan interview dapat diprediksi. Jika mendapatkan pertanyaan yang belum diketahui jawabannya, jangan mencoba memberikan informasi yang tidak benar.
Kandidat dapat mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui hal tersebut dan menunjukkan keinginan untuk mempelajarinya.
Sikap jujur jauh lebih baik daripada memberikan jawaban yang keliru hanya karena takut terlihat tidak mampu.
8. Siapkan Pertanyaan untuk Pewawancara
Interview bukan hanya kesempatan bagi perusahaan untuk menilai kandidat. Kandidat juga memiliki kesempatan untuk mengetahui lebih banyak mengenai pekerjaan yang ditawarkan.
Karena itu, siapkan beberapa pertanyaan sebelum interview. Misalnya mengenai tanggung jawab utama posisi tersebut, target kerja, sistem evaluasi, atau tahapan berikutnya dalam proses rekrutmen.
Baca Juga: Cara Efektif Atasi Rasa Cemas dan Panik, Kenali Jenis dan Gejala Anxiety Disorder
Pertanyaan yang relevan dapat menunjukkan bahwa kandidat serius mempertimbangkan posisi tersebut.
9. Latihan Interview Sebelum Hari H
Latihan dapat membantu mengurangi rasa panik. Cobalah menjawab pertanyaan umum seperti "Ceritakan tentang diri Anda", "Mengapa tertarik dengan posisi ini?", "Apa kelebihan dan kekurangan Anda?" atau "Mengapa kami harus memilih Anda?"
Latihan tidak bertujuan membuat jawaban terdengar seperti hafalan. Tujuannya adalah membiasakan diri berbicara mengenai pengalaman dan kemampuan secara terstruktur.
10. Fokus pada Percakapan, Bukan Kesalahan
Ketika interview berlangsung, jangan terlalu memikirkan apakah setiap kalimat yang diucapkan sudah sempurna.
Jika terjadi kesalahan kecil dalam berbicara, lanjutkan percakapan. Terlalu memikirkan kesalahan justru dapat meningkatkan kepanikan dan membuat konsentrasi terpecah.
Hal terpenting adalah menyampaikan informasi dengan jujur, jelas, dan percaya diri.
Pada akhirnya, menguasai interview bukan berarti harus berbicara tanpa kesalahan atau tidak boleh merasa gugup sama sekali. Rasa gugup merupakan hal yang normal.
Kunci utamanya adalah persiapan, pemahaman terhadap posisi yang dilamar, kemampuan mengatur napas dan pikiran, serta komunikasi yang terstruktur. Semakin sering berlatih, seseorang biasanya akan semakin terbiasa menghadapi situasi interview dan lebih mampu mengendalikan rasa panik. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko