Mengenal Top Note, Middle Note, dan Base Note dalam Parfum, Ini Perbedaannya!

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Perubahan aroma biasa dikenal melalui tiga lapisan utama, yakni top note, middle note, dan base note. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Perubahan aroma biasa dikenal melalui tiga lapisan utama, yakni top note, middle note, dan base note. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Parfum bukan sekadar wewangian yang digunakan untuk membuat tubuh terasa lebih harum. Di balik aromanya, terdapat komposisi berbagai bahan yang dirancang agar menghasilkan karakter wangi secara bertahap. Karena itu, aroma parfum yang tercium saat pertama kali disemprotkan bisa berbeda dengan aroma yang muncul beberapa jam kemudian.

Dalam dunia parfum, perubahan aroma tersebut dikenal melalui tiga lapisan utama, yakni top note, middle note, dan base note. Ketiganya memiliki fungsi berbeda dan saling melengkapi untuk membentuk karakter sebuah parfum.

1. Top Note, Aroma yang Tercium Pertama Kali

Top note merupakan aroma yang paling pertama tercium setelah parfum disemprotkan. Lapisan ini biasanya memiliki karakter ringan, segar, dan mudah menguap.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Dana Pelajar dengan Aroma Berkualitas: Parfum Murah, tapi Wanginya Mewah

Beberapa bahan yang sering digunakan sebagai top note antara lain aroma citrus seperti lemon, bergamot, orange, serta beberapa jenis aroma herbal dan buah-buahan.

Top note umumnya hanya bertahan dalam waktu relatif singkat, mulai dari beberapa menit hingga sekitar 15–30 menit, tergantung formula parfum dan kondisi kulit.

Karena menjadi kesan pertama, top note sering menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang tertarik atau tidak terhadap sebuah parfum.

2. Middle Note, Jantung dari Aroma Parfum

Setelah top note mulai memudar, aroma middle note atau heart note akan lebih dominan. Lapisan ini dapat disebut sebagai "jantung" parfum karena memberikan karakter utama pada keseluruhan wewangian.

Middle note biasanya memiliki aroma yang lebih lembut dan seimbang dibandingkan top note. Bahan yang sering digunakan antara lain bunga seperti rose, jasmine, lavender, serta berbagai rempah dan buah tertentu.

Aroma middle note dapat bertahan selama beberapa jam. Karakternya juga menjadi penghubung antara kesegaran top note dan aroma yang lebih dalam dari base note.

3. Base Note, Aroma yang Bertahan Paling Lama

Base note merupakan lapisan aroma yang muncul ketika top note dan sebagian middle note mulai menghilang. Dibandingkan dua lapisan sebelumnya, base note memiliki karakter yang lebih kuat, dalam, dan tahan lama.

Beberapa bahan yang sering digunakan sebagai base note adalah sandalwood, vanilla, musk, amber, patchouli, dan berbagai jenis kayu.

Base note berperan penting dalam menentukan daya tahan parfum. Aroma ini dapat bertahan selama berjam-jam, bahkan pada beberapa jenis parfum masih dapat tercium setelah parfum digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Mengapa Aroma Parfum Bisa Berubah ?

Perubahan aroma parfum terjadi karena setiap bahan memiliki tingkat penguapan yang berbeda. Bahan yang lebih mudah menguap akan tercium lebih dahulu, sementara bahan yang lebih berat membutuhkan waktu lebih lama untuk muncul dan bertahan di kulit.

Baca Juga: 5 Kesalahan Saat Memakai Parfum yang Bikin Wanginya Cepat Hilang

Selain komposisi parfum, faktor seperti jenis kulit, suhu tubuh, cuaca, kelembapan udara, hingga cara penggunaan juga dapat memengaruhi bagaimana aroma parfum berkembang.

Penting Memahami Notes Sebelum Membeli Parfum

Memahami top note, middle note, dan base note dapat membantu seseorang memilih parfum yang sesuai dengan karakter dan kebutuhannya.

Jika menyukai aroma segar, parfum dengan top note citrus mungkin bisa menjadi pilihan. Sementara itu, pencinta aroma floral dapat mempertimbangkan parfum dengan middle note bunga yang dominan. Bagi yang menyukai aroma hangat, manis, atau woody, base note seperti vanilla, amber, musk, dan sandalwood bisa menjadi pilihan menarik.

Dengan memahami ketiga lapisan tersebut, memilih parfum tidak hanya berdasarkan aroma saat pertama kali disemprotkan. Aroma parfum sebaiknya juga dinilai setelah beberapa waktu karena karakter wewangian dapat berubah seiring proses penguapan.

Pada akhirnya, top note, middle note, dan base note merupakan tiga elemen penting yang membuat parfum memiliki perjalanan aroma yang khas, dari kesan pertama hingga aroma akhir yang menetap di kulit. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
top note middle note karakter aroma parfum