Ikan di Akuarium Sering Mati, 7 Kesalahan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:05 WIB
Ikan dalam Akuarium (FARHAN REZA/RADAR BOJONRGORO)
Ikan dalam Akuarium (FARHAN REZA/RADAR BOJONRGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Memelihara ikan di akuarium terlihat mudah. Namun, ikan bisa tetap mati meski air tampak jernih dan akuarium rutin dibersihkan. Penyebabnya bisa berasal dari kualitas air, jumlah ikan, hingga cara memberi makan.

Jika ikan peliharaan sering mati tanpa sebab yang jelas, berikut tujuh kesalahan yang perlu diperhatikan.

1. Terlalu Banyak Memberi Makan

Pakan yang tersisa akan membusuk dan menghasilkan limbah yang dapat meningkatkan kadar amonia di dalam air. Karena itu, berikan makanan secukupnya dan jangan sampai banyak pakan mengendap di dasar akuarium.

2. Tidak Mengecek Kualitas Air

Air yang jernih belum tentu aman untuk ikan. Amonia dan nitrit, misalnya, tidak terlihat secara kasatmata tetapi dapat membahayakan ikan jika kadarnya terlalu tinggi.

Pemilik akuarium sebaiknya rutin memeriksa kualitas air, terutama pada akuarium baru.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Ikan Hias yang Cocok Dipelihara di Rumah, Cantik dan Mudah Dirawat

3. Terlalu Banyak Ikan

Akuarium yang terlalu penuh membuat limbah lebih cepat menumpuk. Ikan juga memiliki ruang gerak yang terbatas dan dapat mengalami stres.

Jumlah ikan sebaiknya disesuaikan dengan ukuran akuarium serta karakter dan kebutuhan masing-masing spesies.

4. Air Keran Langsung Digunakan

Air keran dapat mengandung klorin atau kloramin yang berbahaya bagi ikan. Karena itu, air sebaiknya diberi water conditioner sebelum digunakan.

Hindari pula perubahan suhu air secara mendadak karena dapat membuat ikan stres.

5. Filter Tidak Memadai

Filter berperan penting dalam menjaga kualitas air sekaligus mendukung bakteri baik yang membantu menguraikan limbah.

Pastikan kapasitas filter sesuai dengan ukuran akuarium dan jumlah ikan. Filter juga perlu dirawat secara rutin tanpa membersihkan media biologis secara berlebihan.

6. Akuarium Baru Langsung Diisi Banyak Ikan

Akuarium baru membutuhkan waktu untuk membentuk koloni bakteri yang membantu mengolah limbah ikan.

Jika terlalu banyak ikan dimasukkan sejak awal, kadar amonia dan nitrit bisa meningkat dengan cepat. Kondisi ini dikenal sebagai new tank syndrome dan dapat menyebabkan ikan sakit atau mati.

Baca Juga: Jangan Asal Memberi Pakan, Inilah 5 Pakan yang Cocok dan Aman untuk Ikan Hias Peliharaanmu

7. Tidak Memperhatikan Kebutuhan Ikan

Setiap jenis ikan memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari suhu, pH, makanan hingga ukuran akuarium.

Memelihara ikan yang tidak sesuai dengan kondisi air atau mencampurkan spesies yang tidak kompatibel dapat menyebabkan stres dan meningkatkan risiko penyakit.

Jangan Hanya Melihat Air yang Jernih

Ikan yang sering mati bukan selalu berarti kualitas ikannya buruk. Bisa jadi lingkungan akuarium belum sesuai.

Periksa kualitas air, jumlah ikan, pemberian pakan, suhu, dan kondisi filter secara berkala. Akuarium yang sehat bukan hanya terlihat bersih, tetapi juga memiliki kondisi air yang stabil dan sesuai dengan kebutuhan ikan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
Amonia kualitas air ikan akuarium ikan hias