Jangan Asal Pilih Makanan Anak, Ini 7 Nutrisi Penting yang Wajib Diperhatikan Setiap Hari

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 20:04 WIB
Tubuh anak membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Tubuh anak membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COMB - Memastikan anak mendapatkan makanan bergizi bukan hanya soal membuat perut kenyang. Pada masa pertumbuhan, tubuh anak membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung perkembangan fisik, otak, daya tahan tubuh, hingga aktivitas sehari-hari.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga memastikan makanan tersebut mengandung nutrisi yang beragam dan seimbang.

Tabel infografis kebutuhan nutrisi anak harian. (CHAT GPT/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Tabel infografis kebutuhan nutrisi anak harian. (CHAT GPT/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

Setidaknya ada 7 nutrisi penting yang perlu diperhatikan dalam makanan anak setiap hari, mulai dari karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, mineral, hingga air.

1. Karbohidrat sebagai sumber energi

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi anak. Energi tersebut dibutuhkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bermain, belajar, berjalan, hingga melakukan kegiatan sehari-hari.

Karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, kentang, ubi, jagung, roti, oatmeal, maupun sumber pangan lainnya. Sebaiknya orang tua tidak hanya mengandalkan satu jenis sumber karbohidrat, tetapi memberikan variasi makanan agar pola makan anak semakin beragam.

Baca Juga: 5 Tips Agar Anak Mau Makan Sayur, Orang Tua Wajib Tahu

2. Protein untuk pertumbuhan

Protein memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan anak. Zat gizi ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memperbaiki jaringan.

Sumber protein dapat berasal dari hewani maupun nabati. Telur, ikan, ayam, daging, susu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan merupakan beberapa contoh makanan yang dapat menjadi sumber protein.

Protein hewani juga menyediakan sejumlah zat gizi penting lainnya yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.

3. Lemak sehat untuk perkembangan otak

Lemak sering kali dianggap sebagai zat gizi yang harus dihindari. Padahal, anak tetap membutuhkan lemak dalam jumlah yang sesuai.

Lemak merupakan sumber energi dan membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K. Jenis lemak yang baik dapat diperoleh dari ikan, telur, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati.

Yang perlu diperhatikan adalah kualitas dan jumlah lemak yang dikonsumsi, bukan menghilangkannya dari menu anak.

4. Serat untuk kesehatan pencernaan

Serat berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Asupan serat yang cukup dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar dan membantu mencegah sembelit.

Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta makanan berbahan biji-bijian utuh dapat menjadi sumber serat.

Orang tua juga dapat mengenalkan berbagai jenis sayuran dan buah sejak dini agar anak terbiasa dengan pola makan yang beragam.

5. Vitamin untuk mendukung fungsi tubuh

Vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif kecil, tetapi memiliki berbagai fungsi penting.

Vitamin A, misalnya, berperan dalam menjaga kesehatan mata dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Vitamin C membantu berbagai fungsi tubuh dan berperan dalam pembentukan kolagen. Sementara vitamin D penting dalam metabolisme kalsium dan kesehatan tulang.

Vitamin B juga terdiri dari beberapa jenis yang berperan dalam metabolisme energi serta berbagai fungsi tubuh.

Sumber vitamin dapat diperoleh dari buah, sayuran, telur, ikan, daging, susu, dan makanan bergizi lainnya.

Baca Juga: Anak Balita Susah Makan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

6. Mineral untuk pertumbuhan dan kesehatan

Selain vitamin, anak membutuhkan berbagai mineral. Beberapa mineral yang penting antara lain zat besi, kalsium, zinc, dan yodium.

Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin. Kalsium penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang serta gigi. Zinc mendukung pertumbuhan dan fungsi sistem kekebalan tubuh, sedangkan yodium diperlukan untuk produksi hormon tiroid.

Sumber mineral dapat berasal dari ikan, daging, telur, susu dan produk olahannya, kacang-kacangan, serta berbagai bahan makanan lainnya.

7. Air jangan sampai terlupakan

Selain makanan, kebutuhan cairan juga harus diperhatikan. Air membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung berbagai proses metabolisme.

Anak yang aktif bermain atau beraktivitas fisik membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan cairannya, terutama ketika cuaca panas.

Air putih sebaiknya menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Minuman dengan kandungan gula tinggi sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
protein karbohidrat anak pertumbuhan nutrisi