Jangan Asal Foto, Inilah Macam-Macam Angle Pengambilan Gambar agar Fotomu Terlihat Lebih Bagus

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:05 WIB
Low angle biasanya menggambarkan seseorang memiliki kedudukan yang tinggi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Low angle biasanya menggambarkan seseorang memiliki kedudukan yang tinggi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di era media sosial seperti sekarang, fotografi bukan lagi sekadar aktivitas untuk mengabadikan momen. Namun, mendapatkan foto bagus ternyata tidak selalu membutuhkan kamera mahal. Salah satu kuncinya adalah memahami angle atau sudut pengambilan gambar.

Pemilihan angle yang tepat dapat mengubah kesan sebuah objek secara keseluruhan. Berikut beberapa macam angle fotografi yang bisa dicoba agar hasil fotomu terlihat lebih menarik.

Baca Juga: Rekomendasi Lensa Kamera Sony untuk Fotografi, Pilihan Terbaik Sesuai Kebutuhan

1. Eye Level Angle

Eye level merupakan sudut pengambilan gambar sejajar dengan mata objek. Angle ini menjadi salah satu teknik paling natural karena menghasilkan foto yang terlihat realistis dan tidak terlalu dramatis.

Teknik ini cocok digunakan untuk memotret orang, makanan, produk, hingga pemandangan sehari-hari. Untuk foto portrait, eye level juga dapat membuat wajah terlihat lebih proporsional.

2. Low Angle

Low angle dilakukan dengan mengambil gambar dari posisi lebih rendah dibandingkan objek. Kamera diarahkan ke atas sehingga objek terlihat lebih tinggi, besar, atau berwibawa.

Angle ini sering digunakan untuk fotografi arsitektur, kendaraan, maupun portrait dengan kesan lebih kuat. Bahkan objek sederhana seperti seseorang yang sedang berdiri bisa terlihat lebih dramatis menggunakan teknik ini.

3. High Angle

Kebalikan dari low angle, high angle dilakukan dengan menempatkan kamera lebih tinggi dari objek dan mengarahkannya ke bawah.

Teknik ini dapat membuat objek terlihat lebih kecil atau memberikan kesan ruang yang lebih luas. High angle juga sering digunakan untuk memotret makanan dari atas, terutama ketika ingin menampilkan seluruh isi meja.

4. Bird's Eye View

Bird's eye view merupakan pengambilan gambar dari posisi sangat tinggi, seolah-olah kamera berada di atas dan melihat objek dari sudut pandang burung.

Angle ini cocok untuk memotret pemandangan, jalan raya, keramaian, makanan, maupun susunan beberapa objek. Dengan komposisi yang tepat, hasil foto bisa terlihat lebih unik dan memiliki perspektif berbeda.

Baca Juga: Jangan Asal Foto, Ini Teori Segitiga Exposure yang Harus Kamu Pahami Dulu

5. Worm's Eye View

Worm's eye view mengambil gambar dari posisi yang sangat rendah, bahkan bisa mendekati permukaan tanah. Kamera kemudian diarahkan ke atas.

Teknik ini dapat menghasilkan perspektif yang ekstrem dan dramatis. Gedung tinggi, pepohonan, maupun seseorang yang berdiri dapat terlihat jauh lebih besar ketika difoto menggunakan angle tersebut.

6. Dutch Angle

Dutch angle atau tilted angle dilakukan dengan memiringkan kamera sehingga garis horizontal dalam foto menjadi diagonal.

Teknik ini biasanya digunakan untuk menciptakan kesan dinamis, tidak biasa, atau dramatis. Namun, penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan agar foto tetap terlihat menarik dan tidak sekadar miring.

7. Overhead Angle

Overhead angle mengambil gambar tepat atau hampir tepat dari atas objek. Teknik ini sangat populer dalam fotografi makanan, produk, flat lay, hingga dokumentasi aktivitas.

Kunci dari angle ini adalah penataan objek. Pastikan setiap elemen dalam frame memiliki posisi yang rapi sehingga foto tidak terlihat berantakan.

Tips agar Hasil Foto Semakin Menarik

Selain memilih angle, perhatikan juga pencahayaan, komposisi, latar belakang, dan posisi objek. Cahaya alami dari pagi atau sore hari biasanya dapat memberikan hasil yang lebih lembut.

Baca Juga: Bidikan Lensa Abul di Kota Pahlawan Antar Unigoro Raih Juara Harapan III Fotografi Jurnalistik Peksimida Jatim 2026

Jangan takut bereksperimen dengan posisi kamera. Cobalah mengambil objek yang sama dari beberapa sudut, kemudian bandingkan hasilnya. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui angle mana yang paling sesuai dengan karakter objek.

Pada akhirnya, fotografi bukan hanya soal kamera yang digunakan, tetapi juga bagaimana seseorang melihat dan menyusun sebuah gambar. Jadi, jangan asal foto, ubah angle, eksplorasi perspektif, dan temukan gaya fotografimu sendiri! (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
angle Objek fotografi foto kamera