8 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Kualitas Tidur

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:16 WIB
Pria dengan gangguan tidur (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)
Pria dengan gangguan tidur (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tidur yang cukup belum tentu membuat tubuh benar-benar segar saat bangun. Kualitas tidur juga dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan yang dilakukan sepanjang hari, termasuk beberapa hal sederhana yang sering dianggap sepele.

Tanpa disadari, kebiasaan tertentu dapat membuat tubuh lebih sulit rileks pada malam hari. Akibatnya, seseorang bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur atau mudah terbangun di tengah malam.

Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat mengganggu kualitas tidur.

1. Terlalu Lama Menatap Layar Sebelum Tidur

Menghabiskan waktu dengan ponsel, laptop, atau televisi menjelang tidur bisa membuat tubuh tetap terstimulasi. Selain cahaya dari layar, aktivitas seperti bermain media sosial atau menonton video juga dapat membuat otak terus aktif.

Cobalah mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih menenangkan.

Baca Juga: 7 Barang di Kamar yang Diam-Diam Memengaruhi Kualitas Tidurmu

2. Minum Kopi Terlalu Sore

Kafein dapat membuat seseorang tetap terjaga sehingga konsumsi kopi pada sore atau malam hari berpotensi mengganggu waktu tidur. Sensitivitas terhadap kafein setiap orang berbeda. Karena itu, perhatikan apakah konsumsi kopi pada sore hari membuat Anda lebih sulit mengantuk pada malamnya.

3. Jadwal Tidur yang Tidak Teratur

Tidur dan bangun pada waktu yang berbeda-beda setiap hari dapat membuat pola tidur menjadi kurang konsisten.

Membiasakan waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari dapat membantu tubuh mengenali kapan waktunya beristirahat.

4. Terlalu Banyak Makan Menjelang Tidur

Makan dalam porsi besar tidak lama sebelum tidur dapat membuat tubuh masih sibuk mencerna makanan ketika waktunya beristirahat.

Jika lapar pada malam hari, pilih makanan ringan dalam porsi secukupnya dan hindari makan berlebihan.

5. Kurang Bergerak di Siang Hari

Aktivitas fisik pada siang hari dapat membantu tubuh merasa lebih siap beristirahat pada malam hari. Sebaliknya, terlalu banyak duduk dan kurang bergerak dapat membuat tubuh kurang mendapatkan aktivitas yang cukup.

Olahraga secara rutin dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kualitas tidur. Namun, olahraga dengan intensitas tinggi terlalu dekat dengan waktu tidur pada sebagian orang justru dapat membuat tubuh lebih sulit rileks.

6. Bawa Pekerjaan ke Tempat Tidur

Memikirkan pekerjaan, membuka email kantor, atau menyelesaikan tugas di tempat tidur dapat membuat otak menganggap tempat tersebut sebagai area untuk beraktivitas, bukan beristirahat.

Jika memungkinkan, gunakan tempat tidur khusus untuk tidur dan aktivitas santai agar tubuh lebih mudah membangun rutinitas sebelum tidur.

7. Sering Mengecek Jam Saat Sulit Tidur

Ketika tidak kunjung mengantuk, sebagian orang justru terus melihat jam. Kebiasaan ini dapat meningkatkan rasa cemas karena mulai menghitung berapa lama waktu tidur yang tersisa.

Baca Juga: 5 Manfaat Pakai Eye Mask untuk Kualitas Tidur Lebih Baik dan Kesehatan Optimal

Daripada terus melihat jam, cobalah melakukan aktivitas santai dengan pencahayaan redup hingga rasa kantuk kembali muncul.

8. Mengabaikan Kondisi Kamar

Lingkungan kamar juga berpengaruh terhadap kenyamanan tidur. Suhu yang terlalu panas, suara bising, cahaya berlebihan, atau kasur yang tidak nyaman dapat membuat tidur mudah terganggu.

Menciptakan kamar yang tenang, gelap, dan nyaman dapat membantu mendukung kualitas tidur.

Mulai dari Kebiasaan Kecil

Memperbaiki kualitas tidur tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, membatasi kafein, menjaga jadwal tidur, dan membuat kamar lebih nyaman dapat menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan secara konsisten.

Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
tidur pekerjaan kebiasaan rutinitas gangguan tidur