RADAROJONEGORO.JAWAPOS.COM – Anak balita susah makan merupakan salah satu tantangan yang cukup sering dihadapi orang tua. Kondisi ini bisa membuat orang tua khawatir karena kebutuhan nutrisi anak harus tetap terpenuhi untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Namun, anak balita yang sulit makan tidak selalu berarti mengalami masalah kesehatan. Pada usia tertentu, anak memang mulai memiliki preferensi terhadap makanan dan bisa menjadi lebih selektif.
Penyebab Balita Susah Makan
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak balita sulit makan. Salah satunya adalah nafsu makan yang berubah-ubah. Pertumbuhan anak tidak selalu berlangsung dengan kecepatan yang sama sehingga kebutuhan makanannya pun dapat berubah.
Baca Juga: Tips Sahur Sehat Agar Anak Kuat Berpuasa
Selain itu, anak bisa menolak makanan karena bosan dengan menu yang sama. Tekstur, aroma, warna, hingga bentuk makanan juga dapat memengaruhi keinginan anak untuk makan.
Faktor lain adalah kebiasaan mengonsumsi camilan atau minuman manis terlalu banyak. Jika anak sudah kenyang sebelum waktu makan utama, mereka cenderung menolak makanan yang diberikan.
Suasana saat makan juga berpengaruh. Memaksa, memarahi, atau mengejar anak agar mau makan justru dapat membuat waktu makan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan.
Cara Mengatasi Balita Susah Makan
Orang tua dapat mencoba beberapa cara sederhana untuk menghadapi anak yang susah makan.
Pertama, buat jadwal makan yang teratur. Berikan makanan utama dan camilan pada waktu yang konsisten agar anak mengenali pola makan sehari-hari.
Kedua, sajikan makanan dengan porsi kecil terlebih dahulu. Porsi yang terlalu banyak dapat membuat anak merasa terbebani. Jika masih lapar, orang tua dapat menambah porsinya.
Ketiga, berikan variasi makanan dengan tampilan menarik. Sayuran, telur, ikan, daging, buah, dan sumber karbohidrat dapat dikombinasikan dalam berbagai bentuk dan menu.
Baca Juga: Tips Menjadi Ayah yang Bijak untuk Anak Laki-Laki, Bangun Karakter Tangguh Sejak Dini
Orang tua juga sebaiknya memberikan kesempatan kepada anak untuk makan sendiri sesuai kemampuannya. Anak bisa dilibatkan dalam memilih makanan atau membantu menyiapkan makanan sederhana agar lebih tertarik untuk mencoba.
Yang tidak kalah penting, hindari memaksa anak menghabiskan makanan. Orang tua dapat tetap menawarkan makanan secara berkala tanpa memberikan tekanan.
Kapan Harus Berkonsultasi?
Jika anak terus-menerus menolak makanan, berat badan sulit bertambah, terlihat sangat lemas, mengalami kesulitan mengunyah atau menelan, atau pertumbuhannya tampak tidak sesuai, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Dengan memahami penyebabnya dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan, masalah balita susah makan dapat dihadapi dengan lebih tenang. Orang tua tidak perlu langsung panik, tetapi tetap perlu memperhatikan pola makan, pertumbuhan, dan kondisi anak secara keseluruhan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko