RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gurem menjadi salah satu masalah yang cukup mengganggu dalam pemeliharaan ayam petelur. Parasit kecil yang hidup di sekitar tubuh dan kandang ayam ini dapat menyebabkan ayam merasa gatal, gelisah, hingga mengalami penurunan kondisi tubuh.
Jika dibiarkan, serangan gurem juga dapat mengganggu kenyamanan ayam sehingga berpotensi memengaruhi konsumsi pakan dan produksi telur. Karena itu, peternak perlu mengetahui cara mengatasi sekaligus mencegah gurem agar kondisi ayam tetap sehat.
Apa Itu Gurem pada Ayam?
Gurem merupakan istilah yang umum digunakan peternak untuk menyebut tungau atau kutu kecil yang menyerang unggas. Parasit ini dapat bersembunyi di celah-celah kandang dan aktif menyerang ayam, terutama ketika kondisi kandang kurang bersih.
Ayam yang terkena gurem biasanya terlihat lebih sering menggaruk tubuh, gelisah, sulit beristirahat, serta mengalami kerontokan bulu. Pada serangan yang berat, ayam dapat terlihat lemas dan pucat.
Baca Juga: Bahaya Penyakit Newcastle Disease pada Ayam Petelur, Peternak Wajib Waspada!
Cara Mengatasi Gurem pada Ayam Petelur
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan peternak untuk mengendalikan gurem pada ayam petelur.
1. Bersihkan Kandang Secara Rutin
Langkah pertama adalah membersihkan kandang secara menyeluruh. Kotoran, sisa pakan, bulu, dan material organik lainnya sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk.
Perhatikan pula bagian-bagian kandang yang memiliki celah karena area tersebut dapat menjadi tempat persembunyian parasit.
2. Pisahkan Ayam yang Terinfestasi
Apabila hanya sebagian ayam yang menunjukkan tanda-tanda serangan gurem, pisahkan ayam tersebut dari kelompoknya jika memungkinkan.
Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko penyebaran parasit ke ayam lain sekaligus memudahkan peternak melakukan penanganan.
3. Tangani Ayam dan Kandang Secara Bersamaan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah hanya menangani tubuh ayam tanpa membersihkan kandang.
Padahal, parasit dapat bertahan di lingkungan kandang. Karena itu, pengendalian sebaiknya mencakup ayam, tempat bertengger, sarang bertelur, lantai, serta celah-celah kandang.
4. Gunakan Produk Pengendali Parasit yang Sesuai
Peternak dapat menggunakan produk antiparasit yang memang terdaftar dan memiliki petunjuk penggunaan untuk unggas.
Penggunaan obat atau insektisida harus mengikuti dosis, cara aplikasi, serta aturan keamanan pada label. Jangan menggunakan bahan kimia secara sembarangan karena dapat membahayakan ayam, peternak, maupun mencemari telur.
Untuk ayam petelur, perhatikan pula masa henti obat (withdrawal period) sebelum telur kembali dipasarkan atau dikonsumsi, sesuai petunjuk produk dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: 4 Kiat Sukses Ternak Ayam Petelur: Mencegah Kematian dan Memaksimalkan Produktivitas
5. Perbaiki Kondisi Kandang
Kandang yang lembap, kotor, dan memiliki banyak celah dapat meningkatkan risiko munculnya parasit.
Pastikan kandang memiliki ventilasi yang baik, tidak terlalu lembap, dan mendapatkan perawatan secara berkala. Peralatan kandang seperti tempat pakan dan minum juga perlu dibersihkan secara rutin.
6. Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala
Peternak sebaiknya tidak menunggu sampai serangan gurem menjadi parah. Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan tanda-tanda infestasi sejak awal.
Perhatikan bagian bawah sayap, sekitar kloaka, leher, serta area tubuh yang sering digaruk ayam. Pemeriksaan kandang pada malam hari juga dapat membantu menemukan beberapa jenis tungau yang aktif pada waktu tersebut.
7. Terapkan Biosekuriti
Ayam baru yang masuk ke peternakan sebaiknya tidak langsung dicampurkan dengan ayam lama. Lakukan pemeriksaan dan karantina sesuai prosedur peternakan.
Peralatan, alas kaki, kandang, dan kendaraan juga perlu dikelola dengan baik untuk mengurangi kemungkinan membawa parasit dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Baca Juga: 6 Tips Praktis Beternak Ayam Petelur di Rumah, Berikut Panduan Lengkap untuk Pemula
Jangan Hanya Mengandalkan Obat
Mengatasi gurem bukan sekadar memberikan obat kepada ayam. Jika sumber infestasi yang berada di lingkungan kandang tidak ditangani, masalah dapat kembali muncul.
Karena itu, kombinasi antara kebersihan kandang, pengendalian parasit, pemeriksaan rutin, dan penerapan biosekuriti menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ayam petelur.
Apabila ayam mengalami serangan berat, terlihat sangat lemas, pucat, mengalami penurunan produksi telur yang signifikan, atau kondisi tidak membaik setelah penanganan, peternak sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan atau tenaga kesehatan hewan.
Dengan pengelolaan kandang yang baik dan penanganan yang tepat, risiko gurem dapat ditekan sehingga ayam petelur tetap nyaman, sehat, dan produktif. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko