Peternak Ayam Pemula Merapat ! Inilah 5 Jenis Ayam Petelur yang Cocok Kamu Budidaya

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:09 WIB
Ayam petelur jenis Lohman Brown menjadi salah satu ayam yang umum di budidaya peternak karena produksi telurnya yang tinggi. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ayam petelur jenis Lohman Brown menjadi salah satu ayam yang umum di budidaya peternak karena produksi telurnya yang tinggi. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Budidaya ayam petelur bisa menjadi salah satu pilihan usaha bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis peternakan dari skala kecil. Permintaan telur yang cukup luas membuat usaha ini menarik untuk dikembangkan, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai sumber pendapatan.

Namun, sebelum membeli bibit, peternak pemula perlu memahami bahwa setiap jenis ayam memiliki karakteristik berbeda. Ada ayam yang unggul dalam produksi telur, ada yang dikenal efisien dalam penggunaan pakan, dan ada pula yang lebih cocok untuk pemeliharaan skala rumahan.

Berikut beberapa jenis ayam yang bisa dipertimbangkan, lengkap dengan kelebihan dan kelemahannya.

1. Ayam Lohmann Brown

Lohmann Brown merupakan salah satu strain ayam petelur komersial yang banyak digunakan dalam industri telur. Ayam ini menghasilkan telur dengan cangkang berwarna cokelat dan dikenal memiliki performa produksi yang baik.

Kelebihan:

Kelemahan:

Baca Juga: 7 Tips Memelihara Ayam Petelur agar Sehat, Produktif, dan Rajin Bertelur

2. Ayam Isa Brown

Isa Brown merupakan salah satu ayam petelur komersial yang cukup populer. Ayam ini dikenal karena kemampuan produksi telurnya dan kemampuan beradaptasi pada berbagai sistem pemeliharaan.

Kelebihan:

Kelemahan:

3. Ayam Hy-Line Brown

Hy-Line Brown merupakan strain ayam petelur komersial yang dikembangkan untuk menghasilkan telur dalam jumlah tinggi dengan penggunaan pakan yang efisien.

Kelebihan:

Kelemahan:

4. Ayam Novogen Brown

Novogen Brown merupakan ayam petelur dengan telur bercangkang cokelat. Jenis ini dapat menjadi alternatif bagi peternak yang mencari ayam dengan performa produksi yang baik.

Kelebihan:

Kelemahan:

Baca Juga: Bahaya Penyakit Newcastle Disease pada Ayam Petelur, Peternak Wajib Waspada!

5. Ayam Sussex

Berbeda dari strain petelur komersial, Sussex merupakan ayam yang dikenal sebagai ayam serbaguna. Selain menghasilkan telur, ayam ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ayam pedaging.

Kelebihan:

Kelemahan:

Mana yang Cocok untuk Peternak Pemula?

Bagi peternak yang benar-benar ingin fokus pada produksi telur, strain komersial seperti Lohmann Brown, Isa Brown, Hy-Line Brown, dan Novogen Brown dapat menjadi pilihan yang lebih relevan.

Sementara itu, Sussex bisa dipertimbangkan bagi masyarakat yang ingin memelihara ayam dengan fungsi yang lebih beragam, terutama dalam skala rumahan.

Namun, pemilihan bibit sebaiknya tidak hanya berdasarkan jenis ayam. Peternak juga perlu mempertimbangkan harga bibit, kualitas DOC atau pullet, ketersediaan pakan, kondisi kandang, iklim setempat, biaya operasional, akses layanan kesehatan hewan, serta pasar telur di daerah masing-masing.

Jangan Lupa Hitung Biaya Pakan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan peternak pemula adalah hanya memperhitungkan harga bibit tanpa menghitung biaya pemeliharaan.

Padahal, pakan merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha ayam petelur. Karena itu, sebelum memulai, sebaiknya buat perhitungan sederhana mengenai jumlah ayam, kebutuhan pakan, biaya kandang, vaksinasi dan kesehatan, tenaga kerja, listrik, air, hingga perkiraan hasil penjualan telur.

Peternak juga sebaiknya membeli bibit dari sumber yang terpercaya agar mendapatkan ayam dengan kondisi kesehatan dan kualitas yang lebih terjamin. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
peternak Ayam petelur budidaya Produksi telur