7 Tips Mengolah Sampah Dapur agar Tidak Menumpuk dan Lebih Bermanfaat

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:01 WIB
ilustrasi sampah dapur
ilustrasi sampah dapur

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sampah dapur menjadi salah satu jenis sampah rumah tangga yang paling sering dihasilkan setiap hari. Sisa sayuran, kulit buah, ampas makanan, hingga minyak bekas memasak jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang lalat.

Padahal, sebagian sampah dapur masih bisa dimanfaatkan kembali. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah.

Baca Juga: Trucuk Bertekad Jadi Role Model Nasional Pengelolaan Sampah Dapur Warga

1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Langkah pertama adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Sisa makanan, kulit buah, dan sayuran dapat dimasukkan ke sampah organik, sedangkan plastik kemasan, kaleng, dan botol dapat dipisahkan untuk didaur ulang.

2. Buat Kompos dari Sisa Makanan

Sampah organik seperti kulit buah, sayuran, dan daun dapat diolah menjadi kompos. Gunakan wadah khusus dan pastikan bahan organik tidak terlalu basah agar proses penguraian berjalan dengan baik.

Kompos yang sudah matang dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman di rumah.

Baca Juga: Kebiasaan Orang Jadul yang Dulu Dianggap Biasa, Ternyata Membantu Rumah Tetap Adem Saat Musim Kemarau

3. Manfaatkan Kulit Buah

Kulit buah tertentu dapat dimanfaatkan menjadi bahan eco-enzyme atau kompos. Cara ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan.

4. Gunakan Kembali Wadah yang Masih Layak

Wadah kaca, botol, atau tempat makanan yang masih bagus dapat digunakan kembali untuk menyimpan bumbu, bahan makanan, atau kebutuhan rumah tangga lainnya.

Namun, pastikan wadah dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali.

5. Pisahkan Minyak Jelantah

Minyak bekas memasak sebaiknya tidak langsung dibuang ke wastafel karena dapat menyumbat saluran air dan mencemari lingkungan.

Kumpulkan minyak jelantah dalam wadah tertutup. Jika tersedia, minyak tersebut dapat disalurkan ke layanan atau komunitas pengumpulan minyak jelantah untuk diolah kembali.

6. Kurangi Sampah Makanan

Mengolah sampah akan lebih efektif jika jumlah sampah yang dihasilkan juga dikurangi. Buat daftar belanja, simpan makanan dengan benar, dan masak sesuai kebutuhan agar tidak banyak makanan yang terbuang.

Baca Juga: Kenapa Rumah yang Terlalu Penuh Membuat Pikiran Cepat Lelah? Ternyata Ada Penjelasan Psikologinya

7. Sediakan Tempat Sampah Terpisah

Sediakan setidaknya dua wadah di dapur untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Kebiasaan sederhana ini dapat membuat proses pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dan konsisten.

Mengolah sampah dapur tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Dengan memilah, menggunakan kembali, membuat kompos, dan mengurangi makanan yang terbuang, rumah bisa menjadi lebih bersih sekaligus membantu mengurangi beban sampah lingkungan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
sampah dapur kesehatan rumah sisa makanan Kebersihan