RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pola asuh orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional anak. Sayangnya, tanpa disadari, orang tua terkadang mengulangi cara mendidik yang pernah mereka terima saat kecil, termasuk pola pengasuhan yang kurang sehat.
Pola asuh toxic dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti sering membentak, mempermalukan anak, membandingkan dengan anak lain, terlalu mengontrol, mengabaikan perasaan anak, hingga memberikan hukuman yang berlebihan.
Memutus pola tersebut memang tidak selalu mudah. Namun, orang tua dapat memulainya dari beberapa langkah sederhana.
Baca Juga: 7 Pola Asuh yang Dapat Membuat Anak Takut Gagal dan Ragu Mencoba Saat Dewasa
1. Kenali Pola yang Ingin Diubah
Langkah pertama adalah menyadari perilaku yang selama ini dilakukan. Orang tua dapat memperhatikan kebiasaan apa yang membuat anak merasa takut, tertekan, atau tidak dihargai.
Kesadaran ini penting agar orang tua tidak sekadar menganggap perilaku tersebut sebagai cara mendidik yang "sudah biasa".
2. Belajar Mengendalikan Emosi
Ketika sedang marah, sebaiknya orang tua tidak langsung melampiaskannya kepada anak. Ambil waktu untuk menenangkan diri sebelum berbicara atau memberikan konsekuensi.
Dengan begitu, orang tua dapat merespons perilaku anak dengan lebih tenang dan tidak menggunakan kata-kata yang menyakitkan.
3. Berhenti Membandingkan Anak
Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain dapat membuat anak merasa dirinya tidak cukup baik.
Daripada membandingkan, orang tua dapat membantu anak memahami kesalahan dan melihat perkembangan dirinya sendiri.
4. Berani Meminta Maaf
Orang tua juga bisa melakukan kesalahan. Ketika terlanjur membentak atau mengatakan sesuatu yang menyakitkan, jangan ragu untuk meminta maaf kepada anak.
Meminta maaf justru mengajarkan anak bahwa setiap orang perlu bertanggung jawab atas kesalahannya.
5. Bangun Komunikasi yang Lebih Sehat
Berikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya. Orang tua tetap dapat memberikan aturan dan batasan, tetapi sebaiknya disampaikan dengan cara yang tegas tanpa merendahkan anak.
Memutus pola asuh toxic bukan berarti menjadi orang tua yang sempurna. Yang terpenting adalah mau menyadari kesalahan, memperbaikinya, dan terus belajar menciptakan hubungan yang lebih aman dan sehat dengan anak. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko