Psikolog Ungkap Ciri Pria yang Rentan Berselingkuh, Bukan Sekadar Soal Penampilan

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:27 WIB
Ilustrasi pria yg sedang berselingkuh
Ilustrasi pria yg sedang berselingkuh

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perselingkuhan menjadi salah satu penyebab utama retaknya hubungan asmara maupun rumah tangga. Meski tidak semua pria memiliki kecenderungan untuk tidak setia, psikolog menyebut ada beberapa karakter tertentu yang dinilai lebih berisiko melakukan perselingkuhan.

Dikutip dari wawancara Fox News, psikolog sekaligus Direktur Cognitive Behavioral Therapy Institute of Southern California, Dr. Paul DePompo, mengungkap bahwa terdapat beberapa tipe pria yang memiliki kecenderungan lebih besar untuk berselingkuh. Namun, ia menegaskan bahwa karakter ini bukan berarti menjadi jaminan seseorang pasti akan tidak setia, melainkan merupakan faktor yang patut diwaspadai.

Berikut beberapa ciri pria yang menurut DePompo lebih rentan melakukan perselingkuhan.

Baca Juga: 7 Tanda dan Ciri-Ciri Suami Selingkuh yang Sering Luput dari Firasat Istri

1. Terlalu Percaya Diri dan Merasa Berhak Mendapatkan Apa yang Diinginkan

Salah satu tipe yang dijelaskan DePompo adalah "Mr. Charming" atau pria yang sangat karismatik. Sosok ini biasanya dikenal cerdas, humoris, mudah bergaul, memiliki penampilan menarik, dan disukai banyak orang.

Di balik pesonanya, pria dengan karakter ini terkadang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi hingga muncul perasaan bahwa dirinya pantas mendapatkan apa pun yang diinginkan, termasuk perhatian dari banyak perempuan.

Menurut DePompo, pria seperti ini dapat menganggap perselingkuhan sebagai bentuk penghargaan atas dirinya sendiri. Bahkan ketika hubungan atau pernikahannya berjalan baik, ia tetap merasa perlu membuktikan daya tarik maupun kemampuan seksualnya kepada orang lain.

"Dia percaya kalau dia layak mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia melihat perselingkuhan sebagai penghargaan bagi orang yang spesial seperti dirinya. Menerima lebih sedikit dari yang dia inginkan akan membuatnya merasa seperti orang bodoh," ujar DePompo, dikutip dari Fox News.

2. Senang Menjadi Pusat Perhatian

Pria yang selalu ingin menjadi pusat perhatian juga dinilai lebih berisiko tergoda untuk menjalin hubungan di luar komitmen. Mereka biasanya menikmati pujian, validasi, dan kekaguman dari orang lain.

Ketika perhatian dari pasangan mulai berkurang, mereka cenderung mencari pengakuan dari lingkungan sekitar. Jika tidak mampu mengendalikan diri, kebutuhan akan validasi tersebut dapat berkembang menjadi kedekatan emosional dengan orang lain.

Baca Juga: Sekali Selingkuh, Selalu Selingkuh? : Menguak Konsistensi Perilaku Selingkuh dalam Psikologi

3. Memiliki Ego yang Tinggi

Karakter lain yang perlu diperhatikan adalah pria dengan ego tinggi dan sulit menerima penolakan. Mereka sering kali menganggap keinginan pribadi harus selalu dipenuhi dan kurang mempertimbangkan perasaan pasangan.

Dalam kondisi tertentu, sikap tersebut membuat mereka lebih mudah membenarkan tindakan yang sebenarnya dapat melukai hubungan, termasuk perselingkuhan.

4. Sulit Berkomitmen

Pria yang belum benar-benar siap menjalani hubungan jangka panjang juga memiliki risiko lebih besar untuk tidak setia. Mereka cenderung mudah bosan, senang mencari pengalaman baru, dan kesulitan menjaga komitmen ketika menghadapi masalah dalam hubungan.

Alih-alih menyelesaikan konflik bersama pasangan, mereka justru mencari pelarian kepada orang lain yang dianggap mampu memberikan kenyamanan atau sensasi baru.

Perselingkuhan Tidak Hanya Dipengaruhi Kepribadian

Meski demikian, DePompo mengingatkan bahwa perselingkuhan tidak semata-mata ditentukan oleh tipe kepribadian seseorang. Faktor lain seperti kualitas komunikasi, kepuasan dalam hubungan, kemampuan mengelola konflik, hingga nilai-nilai yang dianut seseorang juga berperan besar dalam menentukan kesetiaan.

Baca Juga: Suami Wajib Tahu! Ini 11 Tanda Istri Selingkuh yang Sering Tidak Disadari

Karena itu, memiliki pasangan yang karismatik atau populer bukan berarti ia pasti akan berselingkuh. Sebaliknya, hubungan yang dibangun di atas kepercayaan, komunikasi terbuka, dan saling menghargai justru menjadi fondasi penting untuk menjaga komitmen.

Bangun Hubungan yang Sehat

Daripada terus-menerus mencurigai pasangan, para ahli menyarankan agar setiap pasangan fokus membangun komunikasi yang jujur, saling menghormati, dan memenuhi kebutuhan emosional satu sama lain. Jika muncul masalah dalam hubungan, menyelesaikannya bersama akan jauh lebih efektif dibanding membiarkannya berlarut-larut.

Pada akhirnya, kesetiaan bukan ditentukan oleh penampilan, profesi, atau popularitas seseorang, melainkan oleh pilihan, komitmen, dan tanggung jawab yang dijaga setiap hari dalam sebuah hubungan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
koitmen Selingkuh pria psikolog Pasangan