RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Keberanian anak untuk mencoba hal-hal baru tidak muncul begitu saja. Di balik rasa percaya diri dan semangat bereksplorasi, terdapat fondasi penting yang dibangun sejak dini, yakni rasa aman secara emosional yang terbentuk melalui hubungan dengan orang tua.
Dikutip dari Kumparan Mom, Psikolog Anak dan Keluarga, Ayoe Sutomo, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa salah satu kunci agar anak berani mengenal lingkungan, belajar hal baru, hingga mengembangkan potensinya adalah memiliki rasa aman secara emosional. Rasa aman tersebut terbentuk dari interaksi sehari-hari yang hangat, penuh perhatian, dan konsisten antara anak dan orang tua.
"Salah satu kunci agar anak berani bereksplorasi adalah memiliki rasa aman secara emosional. Rasa aman ini terbentuk dari interaksi sehari-hari antara anak dan orang tua," ujar Ayoe dalam rangkaian acara Bebelac Little Star 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (24/7), seperti dikutip dari Kumparan Mom.
Baca Juga: 7 Pola Asuh yang Dapat Membuat Anak Takut Gagal dan Ragu Mencoba Saat Dewasa
Menurut Ayoe, anak yang merasa diterima, didengar, dan mendapatkan dukungan dari orang tuanya akan lebih percaya diri untuk mencoba pengalaman baru. Sebaliknya, anak yang sering merasa takut dimarahi, diabaikan, atau tidak memperoleh respons yang positif cenderung menjadi lebih ragu untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.
Selain membangun hubungan emosional yang sehat, Ayoe juga menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi dan pemberian stimulasi yang tepat sejak dini. Kedua aspek tersebut saling melengkapi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ia menjelaskan bahwa nutrisi berperan sebagai "bahan bakar" bagi pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak anak. Sementara itu, stimulasi yang diberikan melalui aktivitas bermain, membaca, berbicara, hingga eksplorasi sehari-hari membantu mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, motorik, serta sosial-emosional.
"Jadi nutrisinya harus dijaga, stimulasinya juga harus diberikan dengan tepat. Pada saat menyampaikannya, relasi emosi yang terbentuk juga harus sesuai," kata Ayoe, dikutip dari Kumparan Mom.
Menurutnya, cara orang tua memberikan stimulasi juga sangat menentukan. Aktivitas belajar yang dilakukan dengan suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang akan membuat anak lebih nyaman untuk mencoba berbagai hal baru. Sebaliknya, jika anak mendapatkan tekanan atau tuntutan yang berlebihan, rasa ingin tahunya bisa berkurang karena takut melakukan kesalahan.
Baca Juga: Hati-Hati, Pola Asuh yang Salah Bisa Hancurkan Karakter Anak Sejak Dini, Ini Kata Penelitian
Para pakar perkembangan anak menilai bahwa eksplorasi merupakan bagian penting dari proses belajar. Ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba, bertanya, dan menemukan pengalaman baru, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar memecahkan masalah, meningkatkan kreativitas, serta membangun rasa percaya diri.
Karena itu, orang tua dianjurkan untuk menciptakan lingkungan yang aman secara emosional di rumah. Memberikan perhatian, mendengarkan cerita anak, menghargai usahanya, serta mendampingi tanpa terlalu mengontrol akan membantu anak merasa aman dan berani mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya.
Dengan perpaduan hubungan emosional yang hangat, asupan nutrisi yang seimbang, dan stimulasi yang sesuai usia, anak memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko