Bahaya Paparan Layar HP pada Anak, Ini Batas Aman Screen Time Menurut WHO

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 22:26 WIB
Anak dan gadget. (MAGNIFIC)
Anak dan gadget. (MAGNIFIC)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ponsel pintar kini tak lagi hanya digunakan orang dewasa. Anak-anak, bahkan balita, semakin akrab dengan layar smartphone untuk menonton video, bermain gim, hingga belajar. Di balik kemudahan tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa paparan layar yang berlebihan dapat mengganggu tumbuh kembang anak apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan interaksi langsung dengan orang tua.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa penggunaan perangkat digital pada anak perlu dibatasi sesuai usia. Bukan tanpa alasan, semakin lama anak menghabiskan waktu di depan layar, semakin besar peluang berkurangnya aktivitas yang justru berperan penting dalam perkembangan otak, kemampuan berbahasa, kesehatan mental, hingga kebugaran fisik.

Baca Juga: 6 Bahaya Paparan Layar HP pada Anak, Bisa Ganggu Perkembangan Otak hingga Kesehatan Mental

Dampak Paparan Layar HP terhadap Tumbuh Kembang Anak

Masa kanak-kanak, khususnya lima tahun pertama kehidupan, merupakan periode emas perkembangan otak. Pada fase ini, anak membutuhkan stimulasi melalui bermain, bergerak, berbicara, serta berinteraksi dengan lingkungan. Ketika sebagian besar waktunya dihabiskan di depan layar, berbagai proses penting tersebut berpotensi terganggu.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa screen time berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko keterlambatan perkembangan bahasa. Anak yang lebih sering berinteraksi dengan layar dibandingkan orang di sekitarnya memiliki kesempatan lebih sedikit untuk memperkaya kosakata, memahami ekspresi, maupun melatih kemampuan berkomunikasi.

Tak hanya itu, paparan layar yang terlalu lama juga dikaitkan dengan penurunan kemampuan konsentrasi, meningkatnya gangguan perilaku, serta kesulitan mengendalikan emosi. Anak dapat menjadi lebih mudah marah ketika gadget diambil, sulit fokus saat belajar, hingga menunjukkan gejala ketergantungan terhadap perangkat digital.

Baca Juga: Cari Nama untuk Si Kecil? Ini Rekomendasi Nama Bayi Perempuan dan Laki-Laki yang Bermakna Indah

Mengganggu Kualitas Tidur

Dampak lain yang tak kalah penting adalah gangguan tidur. Cahaya biru (blue light) yang dipancarkan layar smartphone dapat menekan produksi hormon melatonin, yakni hormon yang membantu tubuh mengenali waktu tidur.

Akibatnya, anak menjadi lebih sulit mengantuk, durasi tidur berkurang, dan kualitas istirahat menurun. Padahal, tidur yang cukup berperan penting dalam proses pertumbuhan fisik, pembentukan memori, serta perkembangan fungsi otak.

Berisiko Mengurangi Aktivitas Fisik

Paparan layar yang terlalu lama juga membuat anak lebih banyak duduk dibandingkan bergerak aktif. Kebiasaan ini meningkatkan risiko kelebihan berat badan, menghambat perkembangan motorik, sekaligus mengurangi kesempatan anak untuk belajar melalui permainan yang melibatkan aktivitas fisik maupun interaksi sosial.

WHO menilai aktivitas bermain di luar ruangan, berlari, melompat, hingga berinteraksi dengan keluarga jauh lebih bermanfaat bagi perkembangan anak dibandingkan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar.

Batas Aman Screen Time Menurut WHO

WHO merekomendasikan pembatasan screen time berdasarkan kelompok usia sebagai berikut:

Sementara untuk anak yang lebih besar, penggunaan perangkat digital sebaiknya tidak mengurangi waktu tidur, aktivitas fisik, belajar, maupun interaksi bersama keluarga.

Peran Orang Tua Sangat Menentukan

Para ahli menilai gadget tidak selalu membawa dampak negatif apabila digunakan secara tepat. Orang tua tetap dapat memanfaatkan perangkat digital sebagai media edukasi, asalkan penggunaannya dilakukan secara terbatas dan selalu didampingi.

Membuat aturan waktu penggunaan gadget, memilih konten yang sesuai usia, tidak memberikan HP menjelang waktu tidur, serta memperbanyak aktivitas seperti membaca buku, bermain di luar rumah, dan bercakap-cakap secara langsung merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi dampak buruk screen time.

Baca Juga: Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi: Kenali Faktor Risiko dan Dampaknya Sejak Dini

Perkembangan teknologi memang memberikan banyak manfaat, tetapi penggunaannya pada anak memerlukan pengawasan yang ketat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa paparan layar HP secara berlebihan dapat memengaruhi perkembangan bahasa, kualitas tidur, kesehatan mental, hingga aktivitas fisik anak.

Karena itu, membatasi screen time sesuai rekomendasi WHO menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan anak tetap memperoleh stimulasi yang dibutuhkan selama masa tumbuh kembangnya. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
paparan layar hp who anak bahaya