Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

7 Rahasia yang Sering Digunakan Desainer Interior, Buat Rumah Senyaman Hotel

Hakam Alghivari • Minggu, 21 Juni 2026 | 15:24 WIB
Interior hotel. (MAGNIFIC)
Interior hotel. (MAGNIFIC)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernah merasa kamar hotel sederhana justru lebih nyaman dibanding rumah sendiri? Padahal luasnya belum tentu lebih besar, bahkan furniturnya sering kali lebih sedikit. Ternyata, kenyamanan hotel tidak selalu berasal dari kemewahan atau harga furnitur yang mahal.

Banyak hotel mengandalkan prinsip-prinsip desain yang sebenarnya bisa diterapkan di rumah biasa. Mulai dari pencahayaan, pemilihan warna, hingga cara menata furnitur, semuanya dirancang untuk membuat penghuni merasa rileks begitu memasuki ruangan. Kabar baiknya, beberapa trik tersebut bisa diterapkan tanpa harus melakukan renovasi besar-besaran.

Baca Juga: Banyak Orang Fokus pada PK AC, Padahal Fitur Ini Justru Lebih Berpengaruh ke Tagihan Listrik

Gunakan Pencahayaan Berlapis, Jangan Mengandalkan Satu Lampu Utama

Salah satu ciri paling mudah dikenali dari kamar hotel adalah pencahayaannya yang terasa hangat dan nyaman.

Alih-alih hanya menggunakan satu lampu di tengah ruangan, hotel biasanya memadukan beberapa sumber cahaya sekaligus. Ada lampu meja, lampu samping tempat tidur, lampu aksen, hingga pencahayaan tidak langsung yang membuat suasana terasa lebih lembut.

Di rumah, Anda bisa mulai dengan menambahkan lampu meja atau lampu lantai di sudut ruang tamu untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman pada malam hari.

Pilih Warna yang Menenangkan Mata

Hotel jarang menggunakan terlalu banyak warna dalam satu ruangan.

Sebaliknya, mereka lebih sering mengandalkan warna-warna netral seperti krem, putih hangat, beige, cokelat muda, atau abu-abu lembut. Warna-warna tersebut membantu menciptakan kesan tenang dan tidak melelahkan secara visual.

Baca Juga: Ada Alasan Mengapa Banyak Rumah Premium Menggunakan Material yang Justru Terlihat Tidak Sempurna

Bukan berarti rumah harus terlihat monoton, tetapi menjaga palet warna tetap konsisten akan membuat ruang terasa lebih elegan dan nyaman.

Kurangi Barang yang Tidak Perlu Terlihat

Salah satu alasan hotel terasa rapi adalah minimnya gangguan visual.

Permukaan meja biasanya bersih. Kabel tersembunyi. Barang-barang kecil disimpan di tempat yang tidak terlihat.

Cobalah melihat ruang tamu atau kamar tidur Anda. Jika terlalu banyak benda yang dipajang atau diletakkan di permukaan terbuka, ruangan bisa terasa lebih ramai dan melelahkan.

Terkadang kenyamanan justru hadir ketika beberapa barang disimpan, bukan dipamerkan.

Investasikan pada Kualitas Sprei dan Sarung Bantal

Banyak orang fokus membeli dekorasi baru, tetapi melupakan elemen yang paling sering bersentuhan dengan tubuh setiap hari.

Hotel memahami bahwa pengalaman tidur sangat menentukan kenyamanan keseluruhan. Karena itu mereka biasanya menggunakan kain yang terasa lembut, bersih, dan nyaman di kulit.

Mengganti sprei dengan material yang lebih baik sering kali memberikan perubahan yang lebih terasa dibanding membeli aksesori dekorasi baru.

Baca Juga: Elemen Tanaman Hias yang Cocok di Ruang Tamu, Bikin Rumah Terasa Lebih Hidup dan Adem

Tambahkan Material yang Memberi Kesan Hangat

Kayu, rotan, linen, wol, atau kain bertekstur sering digunakan hotel untuk menciptakan suasana yang lebih akrab dan nyaman.

Sebaliknya, ruangan yang terlalu banyak menggunakan material keras dan mengilap kadang terasa dingin secara emosional meski terlihat modern.

Tidak perlu mengganti seluruh interior. Sebuah kursi rotan, meja kayu, atau karpet bertekstur sudah cukup untuk membuat suasana terasa berbeda.

Gunakan Aroma Khas yang Konsisten

Banyak hotel memiliki aroma khas yang langsung dikenali tamunya.

Tanpa disadari, aroma berperan besar dalam menciptakan pengalaman ruang.

Di rumah, Anda bisa menggunakan reed diffuser, lilin aromaterapi, atau tanaman beraroma lembut untuk menciptakan identitas yang membuat rumah terasa lebih menyenangkan.

Sisakan Ruang Kosong

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah keinginan mengisi setiap sudut rumah dengan furnitur atau dekorasi.

Padahal ruang kosong juga merupakan bagian dari desain.

Hotel memahami bahwa tidak semua area harus diisi. Ruang kosong memberi kesempatan bagi mata untuk beristirahat dan membuat ruangan terasa lebih lega.

Baca Juga: Kebiasaan Orang Jadul yang Dulu Dianggap Biasa, Ternyata Membantu Rumah Tetap Adem Saat Musim Kemarau

Karena itu, jika sebuah sudut terasa sesak, mungkin solusi terbaik bukan menambah dekorasi, melainkan mengurangi isinya.

Kenyamanan Hotel Sebenarnya Berasal dari Detail Kecil

Banyak orang mengira suasana hotel sulit ditiru karena membutuhkan biaya besar. Padahal sebagian besar kenyamanan tersebut lahir dari perhatian terhadap detail-detail sederhana yang sering luput diperhatikan.

Pencahayaan yang tepat, warna yang tenang, furnitur yang tidak berlebihan, serta ruang yang tertata rapi sering kali memberikan dampak lebih besar daripada sekadar membeli barang-barang baru. Itulah sebabnya rumah yang nyaman tidak selalu rumah yang paling mewah, melainkan rumah yang dirancang untuk membuat penghuninya merasa betah setiap hari.

Editor : Hakam Alghivari
#desainer interior #rahasia #rumah #hotel