Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

5 Tips Ilmiah Menghadapi Cuaca Kemarau Ekstrem

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 16 Juni 2026 | 18:45 WIB
Ilustrasi minum air sambil berdiri.
Ilustrasi minum air sambil berdiri.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Berada di wilayah tropis berarti harus siap menghadapi paparan sinar matahari yang intens sepanjang tahun.

Namun, ketika indeks ultraviolet (UV) melonjak dan cuaca ekstrem melanda, suhu terik bukan lagi sekadar memicu keringat, melainkan bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan seperti dehidrasi, sunburn, hingga heat stroke (sengatan panas) yang fatal.

Berikut adalah panduan taktis dan ilmiah untuk menjaga tubuh tetap sejuk dan aman di bawah siraman cuaca terik khas negara tropis:

1. Hidrasi Berjadwal (Jangan Menunggu Haus)

Saat cuaca terik, tubuh kehilangan cairan secara masif melalui keringat tanpa kita sadari (evaporasi cepat). Menunggu hingga rasa haus muncul adalah tanda awal bahwa tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi ringan.

Tips Taktis: Minumlah air putih minimal 2,5 hingga 3 liter per hari. Jika Anda banyak beraktivitas di luar ruangan, konsumsi juga minuman yang mengandung elektrolit untuk mengganti natrium dan kalium yang hilang bersama keringat.

2. Terapkan Aturan Re-apply Sunscreen (Tabir Surya)

Bagi penduduk tropis, sunscreen bukan sekadar kosmetik, melainkan pelindung medis dari kanker kulit dan penuaan dini akibat sinar UV-A dan UV-B. Mengoleskan sunscreen sekali di pagi hari sama sekali tidak cukup untuk menghadapi terik siang hari.

Baca Juga: 93 Desa di 24 Kecamatan Wilayah Bojonegoro Terancam Kekeringan Ekstrem pada Musim Kemarau

Tips Taktis: Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 dan PA++++. Pastikan untuk mengoleskan kembali (re-apply) setiap 2 jam sekali, terutama jika Anda berkeringat atau menyeka wajah dengan tisu.

3. Pilih Pakaian Longgar Berbahan "Bernapas"

Warna dan jenis pakaian menentukan seberapa banyak panas matahari yang diserap oleh tubuh Anda. Pakaian ketat dan berbahan sintesis tebal akan memerangkap panas tubuh dan memicu biang keringat atau ruam.

Tips Taktis: Pilih pakaian berwarna cerah (seperti putih, krem, atau pastel) karena sifatnya memantulkan cahaya matahari, berbeda dengan warna hitam yang menyerap panas. Gunakan bahan alami yang ringan dan memiliki sirkulasi udara baik seperti katun murni atau linen.

4. Batasi Aktivitas di Jam "Golden Critical"

Paparan sinar ultraviolet tertinggi dan paling berbahaya di negara tropis biasanya terjadi antara pukul 10.00 pagi hingga 04.00 sore.

Tips Taktis: Jika memungkinkan, jadwalkan ulang aktivitas luar ruangan (seperti berolahraga atau mobilitas lapangan) ke waktu pagi sekali atau setelah matahari melandai di sore hari. Jika terpaksa keluar, gunakan alat pelindung fisik tambahan seperti payung bersalutan anti-UV, topi bermargin lebar, dan kacamata hitam dengan proteksi UV400.

5. Turunkan Suhu Tubuh Secara Bertahap

Saat baru saja masuk ke dalam ruangan setelah kepanasan di luar, jangan langsung mengguyur kepala dengan air es atau menyalakan AC ke suhu paling dingin. Perubahan suhu yang terlalu drastis dan mendadak dapat memicu syok pada pembuluh darah tubuh.

Tips Taktis: Istirahatlah sejenak selama 5-10 menit di area yang teduh (ruangan berangin) agar suhu inti tubuh turun secara alami, lap keringat Anda, baru kemudian bilas tubuh dengan air bersuhu normal atau cuci muka untuk menyegarkan diri.

Baca Juga: Tips Sehat Menjelang Musim Kemarau

Kesimpulan

Menghadapi cuaca terik di negara tropis membutuhkan kombinasi antara proteksi eksternal (pakaian dan sunscreen) serta manajemen internal (hidrasi yang cukup). Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda tetap bisa produktif beraktivitas tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#panas #sunscreen #Kemarau #tropis #pakaian