RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tahukah kamu bahwa mengirim ratusan lamaran ke portal lowongan kerja mungkin bukan strategi karier yang paling efektif? Fakta mengejutkan dari riset Universitas Cornell mengungkap bahwa hampir 80% lowongan pekerjaan tidak pernah diiklankan kepada masyarakat umum.
Dilansir dari laman Verywell Mind, posisi-posisi strategis ini justru diisi oleh kandidat yang mendapatkan informasi dari koneksi mereka.
Singkatnya, pekerjaan-pekerjaan itu diisi melalui kekuatan networking (berjejaring)! Berjejaring bukan sekadar taktik mencari "jalur orang dalam" di sebuah perusahaan, melainkan sebuah strategi esensial yang secara ideal akan membantumu berkembang pesat, baik secara personal maupun profesional.
Berikut adalah panduan lengkap dari para pakar untuk mengubah pengalaman berjejaring yang biasa saja menjadi senjata utama dalam kariermu.
Apa Sebenarnya Networking Itu?
Sebagian besar dari kita mungkin membayangkan networking sebagai ruang pertemuan kaku yang dipenuhi orang-orang berjas rapi, bertukar kartu nama demi naik jabatan. Padahal, gambarannya jauh lebih luas dari itu.
Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka! Lowongan Lulusan SMA di Bea Cukai Jadi Primadona, Cek Syaratnya
"Networking adalah proses yang disengaja untuk membangun dan memelihara hubungan profesional yang memberikan nilai timbal balik," jelas Kimberly Brown, Pakar Karier dan Kepemimpinan sekaligus pendiri Brown Leadership. "Networking berhasil karena karier pada dasarnya dibangun di atas hubungan, orang mempekerjakan, mempromosikan, dan merekomendasikan orang yang mereka kenal dan percayai."
Ada dua jenis jaringan yang bisa membantumu mencapai tujuan:
-
Jaringan Profesional: Terjadi di konferensi bisnis, obrolan dengan rekan kerja, atau mentor. Brian Smith, pendiri IA Business Advisors, menyebutkan, "Koneksi ini membantu kita mengembangkan karier, memperluas pengaruh, dan mengakses peluang baru."
-
Jaringan Pribadi: Pertemuan organik di luar kantor, seperti lewat keluarga, teman, kelas olahraga, atau komunitas hobi. "Hubungan-hubungan ini sering kali mendukung kesehatan emosional dan mental kita, memberi kita rasa memiliki, identitas, dan dukungan tanpa syarat," tambah Smith.
Tips Jitu Berjejaring Langsung (Offline) Secara Efektif
Menurut Smith, networking bukan sekadar tentang siapa yang kamu kenal, tapi bagaimana kamu membawa diri. Berikut tips praktisnya:
-
Jadilah Dirimu Sendiri: Biarkan orang lain mengenal karakter aslimu, baik saat mencari klien maupun teman baru.
-
Bangun Koneksi Personal: "Ingat nama orang dan sesuatu yang pribadi tentang mereka serta apa yang mereka pedulikan. Orang tidak ingin merasa seperti hanya sekadar kontak dalam berkasmu yang berguna," saran Richard E. Boyatzis, PhD, Profesor di Case Western Reserve University.
-
Tunjukkan Minat Tulus: "Terapkan prinsip 'Menyelidiki' dengan mengajukan pertanyaan yang bijak yang menunjukkan minat yang tulus pada orang lain sebelum berbicara tentang dirimu sendiri," ungkap Andres Lares, Managing Partner di Shapiro Negotiations Institute.
-
Targetkan Kualitas, Bukan Kuantitas: Berhentilah menjadi pengumpul kartu nama. "Daripada mengumpulkan kartu nama atau koneksi LinkedIn, investasikan waktumu pada lebih sedikit hubungan yang lebih dalam," kata Brown. "Satu pendukung yang kuat lebih berharga daripada 50 kenalan biasa."
Strategi Cerdas Berjejaring Secara Online
Membangun jaringan di dunia maya mungkin terasa mudah, namun butuh effort ekstra agar tidak terasa palsu.
-
Optimalkan Profilmu: Biarkan profil digitalmu bercerita tentang siapa dirimu, misi, dan tujuan utamamu.
-
Komentar yang Bermakna, Bukan Asal 'Like': "Terlibatlah secara konsisten, bukan terus-menerus," saran Smith. "Berkomentar, berbagi, dan mengirim pesan ketika itu memberikan nilai tambah, tetapi hindari scrolling atau bereaksi tanpa berpikir. Waktu dan energimu adalah aset."
-
Tetapkan Batasan: Jangan buang waktumu scrolling tanpa tujuan. Beri durasi khusus untuk berinteraksi di media sosial, lalu kembali ke dunia nyata.
Baca Juga: Sains Bongkar Alasan Mengapa Jam Kerja Kantoran Modern Sengaja 'Merusak' Jam Tidur Alami Manusia
Mengapa Koneksi Adalah Segalanya?
Kembali ke statistik awal, 80% lowongan berada di "pasar kerja tersembunyi" (hidden job market). Andres Lares membagikan pengalaman pribadinya:
"Saya tidak pernah memiliki pekerjaan yang saya lamar secara formal dan kemudian akhirnya diterima setelah melalui proses wawancara. Pekerjaan saya didapatkan dari bertemu orang-orang di konferensi, perkenalan yang diatur melalui mantan kolega, atau teman yang saya hubungi."
Lebih dari sekadar urusan uang dan jabatan, riset dari LinkedIn mencatat bahwa berjejaring sangat krusial untuk kesehatan mental; kebiasaan ini ampuh memerangi rasa terisolasi dan kesepian, sekaligus menumbuhkan rasa dihargai.
Kabar Baik Bagi Si Introvert!
Banyak yang gemetar memikirkan obrolan dengan orang asing. Berdasarkan jajak pendapat, lebih dari 70% orang lebih memilih diam ketimbang melakukan obrolan ringan (small talk). Lalu, bagaimana jika kamu seorang introvert yang energinya cepat habis di keramaian?
"Jaringan pergaulan memengaruhi para introvert secara berbeda karena energi mereka justru terkuras," jelas Lares. "Namun, para introvert sering kali unggul dalam fase 'Menanyakan'... karena mereka cenderung menjadi pendengar yang baik. Para introvert dapat memanfaatkan kekuatan alami mereka dalam percakapan satu lawan satu dan koneksi yang lebih dalam daripada mencoba berinteraksi dengan banyak orang."
Bagaimana Jika Ditolak?
Penolakan atau chat yang hanya di-read (diabaikan) adalah hal biasa. Kuncinya, jangan bawa perasaan (baper)! Brown menyarankan sebuah mindset emas: "Alihkan energimu ke koneksi yang reseptif daripada terus memikirkan koneksi yang tidak terwujud." (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko