Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bahan Dasar Plastik Ternyata Bukan Karet, Sehingga Proses Penguraian Butuh Ratusan Tahun

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 27 Mei 2026 | 18:35 WIB
PLASTIK: Bahan dasar plastik bukan karet, melainkan minyak bumi yang mengakibatkan plastik sangat sulit terurai.
PLASTIK: Bahan dasar plastik bukan karet, melainkan minyak bumi yang mengakibatkan plastik sangat sulit terurai.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ada sebuah kesalahpahaman yang sangat umum di sini: plastik sebenarnya tidak dibuat dari karet alami. Meskipun keduanya sama-sama bersifat lentur dan elastis, asal-usul bahan baku dan struktur kimia mereka berdua sangat jauh berbeda.

Inilah alasan utama mengapa plastik menjadi "abadi" di bumi, sementara karet alami bisa hancur dengan mudah.

Berikut adalah penjelasan mengapa plastik sangat sulit terurai secara alami:

1. Bahan Dasar Plastik: Minyak Bumi, Bukan Karet

Karet alami berasal dari getah pohon karet (Hevea brasiliensis) yang merupakan senyawa organik. Sebaliknya, mayoritas plastik yang kita gunakan saat ini dibuat dari minyak bumi, gas alam, atau batu bara.

Melalui proses kimia yang rumit di kilang minyak, senyawa hidrokarbon mentah diubah menjadi butiran polimer sintetis. Karena dasarnya adalah bahan bakar fosil yang sudah mengalami modifikasi ekstrem, plastik menjadi material yang sepenuhnya asing bagi alam.

2. Struktur Kimia yang Sangat Kuat (Polimer Sintetis)

Di tingkat molekuler, plastik terdiri dari rantai atom karbon yang sangat panjang dan terikat kuat satu sama lain. Ikatan ini disebut sebagai ikatan kovalen karbon-karbon.

Baca Juga: Kenaikan Harga Plastik Diyakini Bisa Jadi Momentum Transisi Kemasan Ramah Lingkungan

3. Mikroba Alam Tidak Mengenali Plastik

Benda-benda organik seperti daun, kayu, bangkai hewan, termasuk karet alami, bisa membusuk karena ada bakteri dan jamur (mikroba) yang memakannya.

Mikroba ini menghasilkan enzim khusus untuk mencerna bahan-bahan tersebut karena mereka sudah berevolusi bersama alam selama jutaan tahun.

Sementara itu, plastik baru diciptakan manusia sekitar satu abad yang lalu. Secara evolusi, mikroba di bumi belum mengenali plastik sebagai makanan.

Karena tidak ada enzim yang bisa memutus rantai polimer plastik, mikroba mengabaikannya. Plastik akhirnya hanya bisa hancur menjadi serpihan kecil (mikroplastik) akibat paparan sinar ultraviolet (UV) matahari dan gesekan fisik, bukan karena terurai secara biologis (biodegradable).

Baca Juga: Plastik Sumbang 18,67 Persen Total Sampah Bojonegoro, Kenaikan Harga Plastik Bisa Jadi Momentum Mengurangi Sampah

Perbandingan Singkat: Plastik vs Karet Alami

Karakteristik Karet Alami Plastik Sintetis (Spt: Kantong Belanja, Botol PET)
Sumber Bahan Getah Pohon (Lateks) Minyak Bumi / Gas Alam
Sifat Kimia Polimer Organik Polimer Sintetis
Waktu Penguraian Hitungan bulan hingga beberapa tahun 100 hingga 500+ tahun
Dampak di Alam Menyatu kembali dengan tanah Menumpuk dan menjadi mikroplastik

Jadi, kombinasi antara bahan baku fosil, struktur ikatan karbon yang super kuat, serta absennya mikroba pengurai adalah alasan utama mengapa plastik yang kita gunakan hari ini akan tetap ada di bumi hingga ratusan tahun ke depan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#karet #polimer sintetis #minyak bumi #karakter #plastik