RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk menikmati kuliner khas daerah, termasuk di Kabupaten Tuban. Wilayah pesisir di jalur Pantai Utara (Pantura) ini memiliki ragam makanan tradisional yang dipengaruhi budaya pesisir, agraris, serta sejarah panjang sebagai kota pelabuhan.
Ciri khas kuliner Tuban terletak pada keberanian bumbu rempahnya yang tajam, tingkat kepedasan yang menantang, serta penggunaan bahan-bahan segar dari alam sekitar. Menjelajahi Tuban tanpa mencicipi hidangannya bagaikan melewati gerbang tanpa memasuki istananya.
Kare Rajungan
Bagi penikmat hidangan laut, Kare Rajungan adalah mahkota kuliner Tuban. Berbeda dengan kepiting bakau, rajungan memiliki daging yang lebih manis dan tekstur yang lebih lembut. Keunikan Kare Rajungan khas Tuban terletak pada kuah santannya yang sangat kental dan berwarna jingga pekat, menandakan penggunaan cabai dan rempah yang masif.
Hidangan ini biasanya disajikan dalam tingkat kepedasan yang cukup ekstrem, menjadikannya tantangan tersendiri bagi para pecinta kuliner pedas. Area di sekitar jalur Pantura, mulai dari Kecamatan Palang hingga pusat kota, menawarkan deretan warung legendaris yang menyajikan menu ini.
Becek Mentok
Hidangan ini menggunakan daging itik (mentok) yang memiliki karakteristik daging lebih tebal dan gurih dibandingkan ayam. "Becek" sendiri merujuk pada gaya masakan berkuah santan encer namun kaya akan bumbu jangkep (rempah lengkap).
Kunci kelezatan Becek Mentok terletak pada proses perebusan daging yang lama hingga empuk, namun tidak hancur, serta aroma daun jeruk dan serai yang kuat. Rasa gurih-pedas yang mendominasi kuahnya membuat hidangan ini sangat cocok dinikmati saat makan siang keluarga.
Baca Juga: Camilan Manis Gurih Lumpia Ubi, Resep 4 Bahan Ini Bisa Jadi Menu Andalan Kalian
Nasi Pindang Godong Jati
Nasi pindang merupakan salah satu kuliner khas Tuban yang memiliki cita rasa unik. Hidangan ini terdiri dari nasi yang disajikan dengan kuah rawon ikan pindang berbumbu rempah, biasanya dipadukan dengan daging sapi dan disajikan di atas daun jati.
Ciri khas nasi pindang terletak pada kuahnya yang berwarna gelap dengan rasa gurih dan sedikit manis. Hidangan ini cukup populer di kalangan masyarakat lokal dan menjadi pilihan bagi pemudik yang ingin mencoba makanan khas Tuban yang berbeda dari daerah lain.
Buah Siwalan dan Legen
Sebagai daerah penghasil pohon lontar (siwalan) terbesar di Jawa Timur, Tuban menawarkan minuman ikonik berupa Legen. Minuman yang diambil dari nira pohon siwalan ini memiliki rasa manis-asam yang menyegarkan, bertindak sebagai "isotonik alami" yang sangat efektif untuk menghidrasi tubuh di tengah teriknya cuaca Pantura. Namun hati-hati, jika tidak segera dikonsumsi, legen akan berfermentasi dan menyebabkan mabuk.
Buah Siwalan juga banyak dijajakan secara lepas dan langsung di Tuban. Daging buahnya yang kenyal dan transparan mirip dengan kolang-kaling namun dengan rasa yang lebih ringan. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana