RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ketersediaan rest area menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan mudik Lebaran, khususnya di wilayah yang tidak dilintasi jalan tol seperti Blora. Berbeda dengan daerah yang memiliki rest area permanen di jalan tol, Blora mengandalkan skema rest area berbasis posko pelayanan, masjid, serta fasilitas publik lainnya.
Pemerintah daerah bersama kepolisian dan organisasi masyarakat telah menyiapkan sejumlah titik istirahat bagi pemudik yang melintasi jalur arteri di wilayah perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nasional untuk menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.
Pemkab Blora telah menetapkan enam masjid sebagai rest area bagi pemudik yang melintasi wilayah Blora, dengan rincian sebagai berikut:
- Masjid Baitul Makmur Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen (Link Arahan Google Maps)
- Masjid Istikmal Desa Sendangharjo, Jalan Raya Blora-Rembang (Link Arahan Google Maps)
- Masjid At-Taqwa Kecamatan Randublatung (Link Arahan Google Maps)
- Masjid Al Gomamah Kecamatan Jepon (Link Arahan Google Maps)
- Masjid Baiturrohman Kecamatan Cepu (Link Arahan Google Maps)
- Masjid Baitunnaim Kecamatan Menden (Link Arahan Google Maps)
Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Blora, Sunyoto, pada titik-titik masjid tersebut terdapat fasilitas yang nantinya disubsidi oleh Baznas Blora. Baik coffe break, air minum, hingga pijat berbayar yang memiliki subsidi.
‘’Para pemudik bisa rehat di area masjid. Selanjutnya bisa menikmati fasilitas yang sudah disediakan oleh marbot,’’ jelasnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana