Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ingin Melihat Gerhana Bulan Sambil Berbuka Puasa? Begini Detail Penampakan Gerhana Bulan Total Hari Ini Menurut BMKG

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:34 WIB

Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Acara berbuka puasa pada Selasa petang (3/3) bakal terasa lebih istimewa dibanding hari-hari biasa. Sebab, masyarakat Indonesia dapat menikmati berbuka sambil menonton gerhana bulan terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa akan ada dua kejadian gerhana matahari dan dua kejadian gerhana bulan yang terjadi sepanjang tahun 2026. Namun, hanya gerhana bulan total pada hari ini yang dapat dilihat dari tanah air.

Gerhana bulan lain yang bakal terjadi adalah gerhana bulan sebagian pada 26 Agustus mendatang, yang tidak dapat dilihat dari Indonesia. Sementara itu, gerhana matahari cincin pada 17 Februari lalu, serta gerhana matahari total pada 12 Agustus mendatang juga tidak dapat dilihat dari Indonesia.

Kurang lebih, masyarakat Indonesia dapat menikmati proses gerhana bulan total dalam waktu cukup lama, yakni sekitar satu jam. Sementara proses gerhana bulan secara keseluruhan bakal berlangsung hampir enam jam.

“Durasi gerhana dari fase mulai hingga berakhir adalah 5 jam 41 menit 51 detik. Lama waktu dari gerhana sebagian dimulai hingga berakhir terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik. Durasi totalitas gerhana bulan akan berlangsung selama 59 menit 27 detik,” bunyi laporan BKMG pada minggu lalu (26/2).

Detail durasi dan fase kejadian gerhana bulana dalah sebagai berikut:

Denah waktu penampakan gerhana bulan 3 Maret 2026 (Dok. NASA)
Denah waktu penampakan gerhana bulan 3 Maret 2026 (Dok. NASA)

Sederhananya, masyarakat Indonesia dapat langsung menyaksikan gerhana bulan sejak matahari terbenam. Selain itu, gerhana bulan masih dapat disaksikan usai salat tarawih.

Nantinya saat gerhana bulan terjadi, bulan akan berwarna kemerahan karena gelombang cahaya merah dari sinar matahari tetap akan sampai ke bumi, meskipun posisi matahari terhalang sepenuhnya oleh bulan saat berada di umbra atau bayangan inti bumi. Karena itu, fenomena gerhana bulan total juga kerap disebut bulan darah atau blood moon.

Berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan alat dan metode penglihatan khusus untuk menghindari kebutaan dari sinar matahari, gerhana bulan aman untuk dipandang secara kasat mata. Namun, alat bantu seperti kamera dan teropong tetap disarankan agar dapat melihat gerhana dengan lebih jelas. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#BKMG #indonesia #berbuka puasa #gerhana bulan #gerhana bulan total #bulan darah #bulan #gerhana #blood moon