RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penampakan astronomi bakal kembali menyapa masyarakat Indonesia di tengah bulan Ramadan. Penduduk tanah air bakal berkesempatan berbuka dan menanti waktu tarawih sambil melihat gerhana bulan pada awal maret mendatang.
NASA dan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) sama-sama mengumumkan perkiraan terjadinya gerhana bulan total yang bakal tiba di belahan bumi Asia, termasuk Indonesia pada 3 Maret atau 14 Ramadan 1447 H mendatang. Gerhana bulan dapat disaksikan dari seluruh wilayah di Indonesia.
Selain Indonesia, sebagian kawasan Asia Timur dan Australia serta seluruh kepulauan di Samudra Pasifik dapat menikmati gerhana bulan total sepanjang malam. Sementara di belahan Amerika, gerhana bulan total baru tiba pada subuh waktu setempat.
Masyarakat Indonesia menjadi salah satu yang paling awal menikmati datangnya fenomena yang juga dikenal sebagai bulan darah (blood moon) tersebut. Menurut prakiraan Majelis Tarjih dan Tarjid PPM, matahari mulai akan bergeser menutupi bulan mulai 16:50 WIB, saat gerhana sebagian mulai terjadi.
Kemudian, gerhana bulan total akan dimulai tepat saat waktu berbuka puasa, yakni kurang lebih pukul 18:04 WIB. Puncak gerhana akan tiba menjelang waktu shalat isya’, atau pukul 18:33 WIB, sehingga masih ada waktu untuk menikmati gerhana sebelum berangkat tarawih.
Gerhana bulan total akan berakhir kurang lebih di tengah periode shalat isya’, kurang lebih pukul 19:02 WIB. Akhinya, masih ada waktu untuk menikmati gerhana sebagian usai salat tarawih, dengan gerhana sebagian diperkirakan berakhir pada pukul 20:17 WIB.
Berkaitan hal tersebut, Majelis Tarjih dan Tarjid PPM juga menghimbau pada masyarakat untuk melaksanakan shalat khusuf, atau shalat gerhana bulan. Sehalat gerhana dapat dilaksanakan selama gerhana terjadi, mulai gerhana sebagian datang hingga gerhana sebagian berakhir.
Sebagai pengingat kembali, berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan alat khusus untuk diamati tanpa menimbulkan potensi kebutaan, gerhana bulan dapat diamati secara aman dengan kasat mata selama langit dalam keadaan cerah. Namun jika ingin nampak lebih jelas, ada baiknya menggunakan alat bantu seperti kamera atau teropong. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana